My Little Hero

My Little Hero
38


__ADS_3

Suara Kayla begitu terngiang-ngiang dalam otaknya. Juju pun menatap keluar jendela seraya termenung mengingat alunan itu, hingga dirinya sadar tengah di tatap seseorang, ia pun berbalik, jari telunjuk Lingga menusuk salah satu pipinya, ia mengernyit heran serta menghempas jari telunjuk temannya dari wajahnya dengan kasar.


Akan tetapi Juju merasa bahwa temannya ini sedikit aneh dari biasanya, biasanya dia akan berceloteh panjang lebar atau pun mengatakan hal yang menggelikan di telinganya, namun dia memilih terdiam . " Apa karena aku terlalu kasar menyingkirkan jarinya di wajah ku? tapi itu kan salah nya sendiri." batinnya.


Namun ia tak begitu ambil pusing, karena sahabatnya ini akan sembuh dengan sendirinya, dia juga pasti akan bercerita padanya.


Dan benar saja, setelah kelas berakhir, Lingga pun langsung menceritakan perilaku anehnya, yang di akibatkan oleh mimpinya semalam, dia berkata, dalam mimpinya ia dan Zaydan termenung si ruang musik, begitu di hampiri, dia bilang dirinya dan Zaydan berubah menjadi menakutkan dan mengejarnya hingga ketakutan, demi melindungi dirinya sendiri dia memukul kepalanya dengan keras, meski itu hanya dalam mimpi, namun Lingga merasa bersalah.


" Sudah lah, lagi pula itu hanya mimpi, jangan membawanya ke dunia nyata. " ucapnya menenangkan.


" Baiklah, apa kamu mau bermain kerumah ku hari ini? "


" Maaf, tapi aku ada urusan lain. "


*


Selepas sekolah, Juju memesan taksi untuk dirinya sendiri, setelah semalaman suntuk ia putuskan untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan Thedy


" Hai paman, " sapanya.


Thedy yang melihat Juju yang berada di kantornya membuatnya sedikit terheran-heran, dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba. " Apa yang kamu lakukan di sini? "


" Aku hanya ingin berkunjung dan tentunya meluruskan urusan kita yang sebelumnya. "


" Oh jadi kamu sudah tahu kebenarannya? "

__ADS_1


" Sebagian. "


" Kalau begitu ayo bicara, kebetulan aku butuh seseorang untuk menemaniku untuk minum teh. "


" Tentu, "


Thedy pun membawanya ke sebuah kafe anak yang terletak tak jauh dari gedung perusahaannya. Karena mereka akan membicarakan topik yang sensitif. Thedy pun memesan ruangan VIP yang kedap suara.


" Jadi, kenapa paman terus menerus mengancam bubu ku? aku tahu, bahwa paman lah penyebab utama berpisahnya kedua orang tuang ku. " Tanya Juju spontan.


Thedy sedikit terkejut, alisnya naik sebelah. " Oh jadi kamu sudah tahu tentang itu tapi masih belum menemukan jawabannya." jedanya. " jadi sejauh apa kamu mengetahuinya. " sambungnya seraya menyesap teh di tangannya.


" Casandra. "


Satu kata itu mampu menghentikan aktivitas Thedy sejenak, bibirnya menyungging ke atas, " aku tak menyangka bocah kecil seperti mu, akan mendapat sesuatu yang sangat penting. . . . Jadi,apa yang kamu ketahui adik ku. "


" Lalu? "


" Dia mengalami kecelakaan, tapi bubu ku tak ada kaitannya dengan kecelakaan itu. "


" Apa kamu sudah menyelidiki nya dengan benar? "⁵


" Tentu saja, meski bubu ku adalah salah satu dari keluarga Darmawan, tapi dia tidak pernah menyakiti adik mu. karena adik mu adalah teman sekaligus sahabatnya. "


Thedy terkekeh. " Kamu bilang, tak ada hubungannya. adik ku adalah seorang gadis yang naif, dia bilang padaku bahwa dia akan menjadi super star dengan bantuan sahabatnya, namun impiannya hilang dalam sekejap, karena dirinya tiba-tiba mengakui bahwa dirinya tengah mengandung anak dari Om mu, Zaki. "

__ADS_1


Juju begitu tercengang, tangannya gemetar.


" Pada akhirnya dia tak bisa melakukan debut yang sangat dinantikan olehnya, " Thedy menyunggingkan senyum. " Kenapa? apa kamu begitu terkejut? akan ku beri satu lagi informasi yang sangat penting. "


Kepala Juju mendongkak.


" Meski adikku belum melakukan debutnya, tapi dia sudah memiliki banyak fans, ketik para fans nya mengetahui perihal kehamilannya, mereka menjadi murka, dan menjadi haters yang terus menyerangnya dengan kata-kata tajam, membuatnya depresi dan terpuruk. "


Juju masih terdiam mendengarkan nya dengan tenang.


" Seakan menjadi tuli, keluarga bubu mu mengabaikan masalah itu, setelah itu kamu sudah tahu dari artikel itu. "


Dari bawah meja, kedua tangan Juju mengepal kuat, tak menyangka bahwa apa yang di dengarnya ternyata jauh dari apa yang di pikirkan nya. ia juga begitu terkejut mengetahui kebenaran dari Om yang paling di sayangi nya melakukan hal sebejat itu.


" Terserah kamu mau percaya atau tidak , tapi itu adalah kebenarannya, meski begitu aku tak menyangka bahwa keluarga Darmawan dengan mudahnya memberikan aset pribadi mereka padaku. "


" Kamu sudah mendapatkan semuanya, lalu kenapa kamu masih mengejar bubu ku? "


" Selama mereka masih hidup, tak akan kubiarkan kalian hidup bahagia. "


" Kau sudah gila. "


" Aku memang sudah gila berkat keluarga bubu mu, meski aku sudah memiliki kekayaan Darmawan. tapi hal itu tak bisa mengembalikan senyuman adik ku yang dulu. " Thedy tersenyum pahit.


Keduanya hanyut dalam keheningan masing-masing.

__ADS_1


" Karena kamu sudah mengetahui kebenarannya, maka aku yang baik ini akan memberimu hadiah yang pantas untuk kamu dapatkan. " melirik jam tangan. " Sepertinya waktuku sudah habis, aku harus pergi. senang menghabiskan waktu dengan mu, aku harap kamu bisa berteman dengan Yuda. " Thedy pun melenggang pergi, meninggalkan Juju yang masih terpukul.


Selepas kepergian Thedy, Juju pun terisak, tak menyangka bahwa kebenaran ternyata terasa pahit dari yang ia bayangkan.


__ADS_2