My Little Hero

My Little Hero
30


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Juju tergesa-gesa masuk, lalu berlari menghampiri sang ayah yang tengah berkutat di dapur mempersiapkan hidangan untuk merayakan hari pertamanya masuk ke sekolah dasar.


" Ayah, ayah, ayah, " panggilnya.


Aldan menoleh, " ada apa? "kenapa kamu berlarian seperti ini? bagaimana kalau terjatuh? " tanyanya cemas seraya menyamakan tingginya.


" Apa ayah tahu sindrom chunibyou? "


Aldan mengerutkan alisnya, " Apa maksud mu? ayah tidak mengerti, coba kamu jelaskan secara perlahan, agar ayah bisa mengerti. "


Menarik nafas lalu menghembuskan nya, " tadi di sekolah ada anak yang bernama Zaydan, dan dia bertingkah aneh. "


" Bertingkah aneh seperti apa? "


" Dia bertingkah, seakan-akan kalau dia punya kekuatan super. Lingga bilang, kalau dia mengidap sindrom chunibyou. " terangnya, " Jadi apa ayah mengetahuinya? "


Aldan terdiam seraya menatap wajah sang anak yang tengah menatapnya penuh harap, sejujurnya dia pun tak tahu apa itu chunibyou, selama bekerja di bidang kedokteran, dirinya baru pertama kali mendengarnya, namun karena tak ingin mematahkan harapan sang putra, dia pun mengalihkan pembicaraan. " Bagaimana kalau kita bahas nanti sesudah makan? hari ini ayah memasakkan mu masakan yang spesial sebagai hari pertama mu masuk ke sekolah, "


Seketika kepalanya tertunduk lemas, karena tak segera mendapat jawaban dari sang ayah.


Melihatnya seperti itu membuat hati Aldan terasa sakit, " hey jangan murung seperti itu, apa kamu tahu? hari ini ayah sangat berusaha keras untuk menyiapkan semua hidangan ini khusus untuk mu, apa kamu tidak senang? "


" Aku senang tapi. . .


" Bukankah ayah sudah bilang? kita akan membahasnya setelah selesai makan, sekarang bersihkan dirimu, dan jangan lupa ganti pakaian mu dengan yang bersih, kamu mengerti? "


Kepalanya pun mengangguk lemas, seraya berjalan gontai ke dalam kamar.


Di kira sang putra telah benar-benar masuk ke dalam kamarnya, Aldan pun bergegas merogoh ponselnya dalam saku celana, membuka google dan mengetikkan kata kunci yang di carinya, sedangkan Aulina terkekeh geli memperhatikan sikapnya, untung saja dia bukan dokter.


*


" Bagaimana? apa itu sangat cocok dengan lidah mu? "tanya Aldan.


Juju mengangguk antusias. " Mmm ini sangat enak, ayah bagaimana caramu memasaknya? bahkan masakan bubu tak bisa sebanding dengan masakan ayah ini. "

__ADS_1


Aulina menaruh sendok nya di atas meja seraya berdecak, " Kalau begitu, biarkan ayah mu saja yang memasak, dan mengerjakan semua pekerjaan rumah, dan biarkan bubu yang menjadi kepala rumah tangga, " kesalnya, meski dalam hatinya membenarkan perkataan putranya sendiri, yang bisa di masaknya selama ini hanya lah telur, oseng-oseng sayur dan yang paling utama adalah mie instan favoritenya tak ada lagi, berbeda dengan sang suami, yang pandai mengolah berbagai masakan, seperti yang ada di depan matanya ini.


Pasangan anak dan ayah itu terkekeh geli, melihat wajah Aulina yang sedang bermuka masam, seraya melanjutkan kembali memasukan makanan kedalam mulutnya.


Setelah menyelesaikan acara makan malam keluarga kecil, Juju pun langsung menanyakan hal yang sama dengan yang dia tanyakan sebelumnya, " Jadi bagaimana? bisakah ayah memberi jawaban padaku sekarang? "


Aldan yang tengah meminum air, menoleh. " Kenapa kamu begitu tergesa-gesa seperti itu? apa pihak sekolah yang meminta mu? "


" Tidak, aku hanya penasaran saja, kata-kata itu terus terngiang-ngiang dalam benak ku. "


Kepala Aldan mangut-mangut mengerti.


" Jadi? " tanya nya lagi


Aldan mun menaruh gelasnya, lalu menatap wajah sang putra. " Chunibyou bukan sejenis penyakit. "


" Benarkah? lalu apa itu? "


" Penderita chunibyou bukan sakit atau pun mengalami gangguan jiwa. Namun memiliki gejala atau tanda seperti emosi atau tindakan yang biasa muncul secara bersama-sama kemudian membentuk pola yang dapat di identifikasi. Misalnya seperti yang di alami teman mu itu, apa kamu mengerti? "


" Sindrom chunibyou biasanya di sebabkan akibat kecintaanya pada sebuah karakter game, animasi, dan hal-hal yang berbau 2D dan 3D"


" Apa dia selamanya akan seperti itu? " tanyanya kembali


" Tergantung, tapi seiringnya dengan waktu yang berjalan banyak orang yang sembuh dari sindrom itu dan hilang dengan sendirinya, tapi ada kemungkinan juga dia akan mengalaminya sampai tua, tergantung orangnya. "


Juju terdiam mencoba mencerna penjelasan dari sang ayah, sedangkan sang ayah tersenyum geli sekaligus lega, untung saja google menyediakan berbagai informasi dari berbagai sudut pandang orang, membuatnya bisa mempertahankan gelarnya sebagai ayah yang sangat di banggakan oleh anaknya.


" Oh begitu rupanya, terima kasih telah memberitahuku, " menghela nafas lega. " Akhirnya aku bisa tidur nyenyak malam ini, " ungkapnya, sadar tengah di perhatikan. Juju menoleh " Kenapa ayah melihatku seperti itu? apa ada sesuatu yang salah dengan wajah ku? "


" Tidak, hanya saja ayah tak menduga, bahwa kamu akan mendapat teman banyak di hari pertama mu bersekolah. "


" Memangnya kenapa? bukankah itu wajar? "


" Tentu saja tidak, karena ayah mu dulu, sudahlah lupakan saja. " Aulina tiba-tiba datang dengan sepiring buah yang telah di iris, lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


" Kenapa memangnya? "


" Lupakan saja, sepertinya kali ini sifat mu berasal dari bubu, kamu tahu? sejak dulu bubu ini sangat populer apalagi di taman kanak-kanak. " ucapnya bangga.


Juju memicingkan matanya. " Bubu tidak berbohong kan, aku tak percaya kalau ada yang menyukai sikap bubu yang pelit dan perhitungan. "


Aulina berkacak pinggang, seraya berkata. " Aish, siapa yang bilang aku pelit? tapi beginilah caraku untuk mengatur keuangan, " ayah dan anak saling terdiam, "sudahlah lupakan saja, lagi pula kalian tidak akan mengerti jika berada di posisiku, " membenarkan posisi duduk, " mau bubu ceritakan sesuatu yang menarik? "


" Tidak, "


" Hey ayolah ini akan seru untuk di simak. "


" Baiklah, akan aku dengarkan. "


Senyum Aulina mengembang ," Kamu tahu? dulu bubu pernah memiliki cinta pertama, tapi sayang nya dia menolak cinta tulus bubu mu ini, "


" Lalu? "


Aulina tersenyum penuh arti, " lalu, baru-baru ini bubu bertemu dengannya di depan restoran yang sering aku lewati, dan dia tumbuh dengan baik, " Aldan masih menyimaknya dengan santai, " dia juga mengajak bubu untuk makan, awalnya bubu ingin menolaknya karena hati ini masih sakit, tapi dia terus memaksa, bubu pun menyerah dan memutuskan untuk menerima ajakannya. "


" Lalu? " tanya Juju yang mulai penasaran.


" Tentu saja kami pun berbincang-bincang tentang masa lalu, dia pun mengungkit pernyataan perasaan bubu padanya, dan kamu tahu? katanya dia menyesal karena telah menolak bubu, dia juga mengatakan bahwa dirinya telah menyesal karena tak mengejar kembali cinta, jika saja dia mengejarku mungkin aku sudah menikah dengannya, dan. . .


Ucapannya terputus begitu saja, ketika merasa hawa dingin menusuk tengkuknya, Aulina menoleh kebelakang, dan menatap wajah suaminya yang tengah menatapnya tajam.


" Jadi kamu menyesal telah menikah denganku. "


" Bukan itu maksudku, aku hanya. .


" Hanya apa?! jika kamu begitu menginginkannya kenapa malah mengejarku. "


Tak ingin berada di tengah perang antar kedua orang tuanya, Juju pun memutuskan untuk pergi menuju kamarnya. " Hoam, " Juju menguap, " Sebaiknya aku pergi tidur,karena besok aku harus pergi ke sekolah. " katanya lalu pergi.


" Juju tolong jangan tinggalkan bubu, "

__ADS_1


__ADS_2