My Little Hero

My Little Hero
31


__ADS_3

" Selamat pagi Ayah, " sapa Juju yang baru saja keluar dari kamar seraya menenteng tas.


" Selamat pagi juga, " timpal Aldan yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan pagi. Kepala Juju celingak-celinguk mencari keberadaan sang ibu. " Apa Bubu masih tidur? " tanyanya.


Aldan menoleh, seraya tersenyum. " Iya, bubu mu masih tidur, mungkin karena dia kelelahan. " jawabnya santai


Juju terdiam seraya menaikkan alisnya sebelah, menatapnya penuh tanya, sedangkan Aldan menghiraukan tatapan sang anak dengan memasukkan sepotong sandwich kedalam mulutnya seraya berkata, " oh iya untuk hari ini dan dua hari kedepan, ayah yang akan mengantar dan menjemput mu ke sekolah. "


" Kenapa? apa bubu sakit? "


" Seperti itulah,"


" Sakit apa? kenapa semalam aku masih melihatnya baik-baik saja? bagaimana bisa dia jatuh sakit parah hanya dalam satu malam? " tanya nya penuh penasaran.


" Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini, nak. "


Juju terdiam sesaat, " Ayah tidak mematahkan kakinya kan? " tanyanya penuh selidik


" Apa ayah terlihat sekejam itu? " tanyanya,


Juju pun memandang wajahnya lekat, " Sepertinya tidak, tapi apa yang ayah lakukan pada bubu? bagaimana caranya ayah bisa membuatnya sakit hanya dalam satu malam saja? " tanyanya kembali penuh penasaran,


Sang ayah pun hanya tersenyum penuh arti. " sudahlah jangan terlalu dipikirkan, setelah dewasa. kamu pasti akan mengerti. " , suasana hening sesaat, " Cepat habiskan sarapanmu, kita sudah sedikit terlambat. " sambungnya.


Juju kembali memicingkan matanya seraya menyantap sarapan paginya.


' Cklek ' Salah satu pintu kamar terbuka, menampakan Aulina yang tengah berjalan secara tertatih-tatih menuju kamar mandi. Juju yang penasaran pun bertanya, " bubu ada apa dengan cara mu berjalan? "


Aulina mendelik tajam ke arah Aldan. "Tanyakan saja pada ayahmu yang kejam!" jawabnya ketus. Ia kembali melangkah ke kamar mandi. "Aw! Pinggangku!"


Juju kembali menatap wajah sang ayah yang tak merasa berdosa sedikit pun


" Jangan hiraukan bubu mu, cepat habiskan makananmu, " katanya.


Sesampainya di sekolah.


" Ayah, hari ini aku akan bermain di tempat Lingga, jadi jangan menjemput ku di sekolah. "


" Baiklah, bersenang-senanglah. "


Saat hendak membuka pintu mobil, Juju kembali menoleh pada ayahnya, " Oh iya ayah, apa bubu sungguh tak apa-apa? aku merasa khawatir, setelah melihat kondisinya tadi pagi. "


Aldan tersenyum, tangannya terulur mengusap puncak kepalanya. " Apa kamu lupa? ayah mu ini seorang dokter, jadi kamu tak perlu khawatirkan bubumu, fokus dan belajar dengan giat."


Juju terdiam sesaat membenarkan perkataan sang ayah, " ayah benar, Baiklah, kalau begitu kabari aku jika terjadi sesuatu pada bubu. "


" Tentu saja, kamu tak perlu khawatir. Ada ayah di sampingnya, "

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, aku percayakan bubu pada ayah,. Aku pergi, bye bye. "Juju pun melangkah keluar dari mobil seraya melambaikan tangannya, tak jauh dari sana seorang gadis kecil tengah menunggu kedatangannya.


"Apa dia ayahmu? " tanya Diandra


Juju menganggukkan kepalanya.


Sorot mata Diandra seketika berkilauan. " Wah tampan sekali, pantas saja wajahmu sangat tampan," meraih tangan Juju, " bisa kah kamu memperkenalkannya denganku? " pintanya penuh harap


Juju terdiam sesaat menatap mata yang penuh harap itu " Ten. . .


Tiba-tiba sebuah tangan merangkul bahunya seraya berkata dan melepaskan tangan Diandra dari tangannya. " Jangan hiraukan dia Juju, lebih baik kita kembali ke kelas. " ucap Lingga seraya berjalan meninggalkan Diandra yang tengah kesal oleh tingkahnya


" Lingga!!! "


" Apa kamu sudah bilang kepada orangtuamu bahwa kamu akan bermain di rumah ku? "


" Tentu saja, dan mereka sudah memberiku izin. "


" Bagus kalau begitu. . .


" Mugen tsukuyomi telah berakhir, aku senang kalian baik-baik saja, tapi kalian jangan lengah begitu saja. "


" Apa yang kamu bicarakan Zaydan? "


Zaydan menoleh. " kalian manusia biasa tidak akan mengerti. "


" Bagaimana. . .


" Tentu saja aku tahu, sudah ke berapa ribu kamu mengatakan itu.


Ketika Juju tengah mendengar percekcokan antara Lingga dan Zaydan tanpa sengaja Juju mendengar suara yang tak asing baginya, ia pun berjalan meninggalkan kedua orang yang tengah beradu mulut itu dan menghampiri sumber suara dan sedikit tercengang dengan sosok pria yang di kenali nya tengah berbicara akrab dengan kepala sekolahnya.


Setelah menunggu beberapa saat orang itu selesai berbicara dengan sang kepala sekolah, juju pun keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri pria itu. " hai paman, lama tak jumpa, "


Setelah orang itu selesai berbicara dengan kepala sekolah, Juju pun menghampiri pria itu. "Hai, Paman! Lama tak jumpa!"


Pria itu, Theddy sedikit terkejut dengan kehadiran Juju di depannya. Alisnya mengernyit seraya berkata, "Aku tak menyangka akan bertemu lagi denganmu. Kurasa dunia memang benar-benar kecil."


" Paman benar, mungkinkah kita berjodoh? " godanya


Thedy menatapnya netral, dia berjongkok menyamakan tingginya, tangannya merapihkan baju Juju dengan teliti, seraya berkata. " Seperti yang kamu katakan, karena kita akan terus bertemu setiap hari." ungkapnya, " nah pakaian mu sudah aku rapihkan, sebaiknya cepatlah kembali ke kelas mu dan jadilah anak yang baik, " sambungnya, bangkit lalu pergi meninggalkannya.


Juju terdiam, menatap punggung Theddy yang mulai menjauh dari pandangannya. Ada yang aneh dengan sikapnya hari ini, biasanya dia akan melontarkan kata-kata kejam padanya, namun barusan apa? dia baru saja bersikap layaknya seorang ayah yang tulus mencintai anaknya.


Setibanya di kelas.


" Juju kemana saja kamu ini? kenapa kamu tega meninggalkan ku dengan Zaydan? kamu tahu anak itu sulit di hadapi bahkan dia mengajak ku untuk bergabung entah apa itu namanya. " ucap Lingga pada Juju yang baru saja duduk di kursinya, sadar tidak di perhatikan. Lingga pun berhenti mengoceh, " Kenapa? apa kamu basa melihat hantu? "

__ADS_1


Namun Juju diam tak menanggapi Pertanyaan yang di layangkan.


" Juju, hello are you there? "


Juju masih diam tak menanggapi hingga seorang guru melangkah masuk kedalam kelas


" Kiritsu! " ucap lantang ketua kelas.


( Berdirilah )


Seisi kelas pun langsung berdiri menyambut kedatangan sang guru


" Rei "


( Berikan hormat)


" Chakuseki " timpal sang guru


( Duduklah. )


Semua murid pun terduduk kembali..


" Go-peeji hiraete kudasai. " ucap sang guru


( Silahkan buka halaman lima, )


Semua murid pun membuka buku seperti yang di katakan sang guru, namun Lingga begitu penasaran dengan apa yang terjadi dengan diamnya sahabatnya itu , sehingga membuatnya tak fokus menyimak pelajaran yang di sampaikan oleh sang guru.


" hei Juju! juju. " panggilnya


Juju masih diam seperti sebelumnya, membuatnya mengacak rambutnya frustasi hingga sang guru menyadari dan menegurnya


" Lingga-san! Dou shimastaka? "


( Lingga-san! ada apa? )


" Nani mo arimasen, "


( Tidak ada apa-apa )


" Sonogo, tomodachi o kinishinaide kudasai "


" Kalau begitu, jangan ganggu temanmu )


" Hai "


( baik )

__ADS_1


Lingga pun akhirnya pasrah, dan memilih fokus menyimak pelajaran yang tengah di terangkan oleh guru,.


__ADS_2