My Little Hero

My Little Hero
13


__ADS_3

Aulina memainkan kesepuluh jari nya dengan gugup, dihadapannya ada Aldan yang sedang menatapnya intens, jantungnya berdegup kencang, bukan karena ia sedang jatuh cinta lagi padanya melainkan ia sedang di interogasi oleh mantan suaminya. Ia, Aldan beserta Juju sedang terduduk diruang tamu.


Setelah meyakini bahwa anaknya memiliki kepintaran diatas rata-rata , Aldan yang baru slesai bekerja langsung menghampirinya ditempat kerjanya, kedatangan Aldan yang secara tiba-tiba membuatnya terlonjak kaget, Apalagi ekspresi wajahnya yang pertama kali Aulina melihatnya. Sepanjang perjalanan Aldan hanya diam membisu, Suasana dalam mobil pun terasa mencekam.


Sesampainya dirumah Aldan langsung menginterogasinya. Kedua tangan nya ia lipat di dada, matanya menatap intens kearah Aulina.


"Sampai kapan kamu akan menyembunyikannya dari ku?,"


" A-aku...


" Lina apa kamu masih marah terhadapku? " selanya.


Aulina menggelengkan kepala, " aku tidak marah padamu, "


" lalu mengapa kamu menyembunyikan nya dariku? "


" A-aku tak menyembunyikan nya hanya saja...Aldan maafkan aku, aku tak bermaksud menyembunyikannya dari mu hanya saja aku belum menemukan waktu yang tepat."


" Lalu kapan?! Apa kamu ingin aku terlihat seperti ayah yang buruk untuk anakku sendiri?! "


" Bu-bukan seperti itu, "


Tak ingin mereka terus bertengkar, Juju memegang tangan ayah nya lalu menatap ayahnya memohon. "Ayah, tolong jangan marahi Bubu, "


Aldan menghela nafas, tangan nya memijat pelipisnya yang terasa sakit, " awalnya aku mengira aku salah paham, tapi sejak kejadian tadi pagi ,aku mulai menyadarinya bahwa Juju bukan lah anak biasa," katanya ,melirik Juju yang sudah menangis melihat pertengkaran mereka, ia kemudian melirik mantan istrinya yang sudah siap menangis karenanya, membuatnya kembali menghela nafas untuk menenangkan diri. " Maafkan aku yang sudah marah terhadapmu, seharusnya aku tak begitu marah seperti ini, hanya saja aku merasa kesal dan kecewa terhadapmu, tidak, lebih tepatnya pada diriku sendiri, " ucap penuh sesa,l " Lina! "


Aulina mendongkak.


" Mengapa kamu masih tak mau terbuka padaku, apa karena waktu itu? "


Aulina menggeleng


" Berapa kali aku harus meminta maaf padamu? apa aku harus bersujud agar kamu mau memaafkan ku? " ungkapnya, lalu berlutut didepan mantan istrinya membuat mata kedua matanya terbeliak melihat sikap mantan suaminya dan bergegas menghampirinya, setelah berusaha keras menahan tangis, akhirnya air matanya mengalir begitu saja membasahi kedua pipi.


" Harusnya hiks aku yang hiks meminta maaf padamu hiks karena aku lah hiks yang meninggalkanmu tanpa memberi tahu apapun, " tangisnya pecah, Aldan terdiam mendengarkan seraya menatap wajah mantan istri di depannya, " harusnya akulah yang bersujud meminta maaf padamu, " sambungnya lalu membungkukkan tubuhnya. Namun, belum sempat tubuhnya membungkuk, sebuah tangan besar menahannya, kedua bola mata mereka saling bertemu, tersirat rasa rindu yang mendalam yang tergambar jelas di mata mereka.

__ADS_1


" Maafkan aku, " ujarnya seraya memeluknya erat, Juju yang ter duduk ikut bergabung bersama mereka. Aulina dan Aldan tersenyum melihat sikap putra mereka, Akhirnya mereka bertiga saling berpelukan dengan bahagia.


" Apa kita sudah bisa hidup bersama? " tanya Juju. seraya menatap keduanya penuh harap.


Aldan dan Aulina saling menatap lalu melirik Juju, keduanya menganggukkan kepalanya bersamaan. Juju yang melihat tersebut, tersenyum bahagia dan menghamburkan pelukan kepada ayah dan ibunya, akhirnya ia berhasil menyatukan keduanya, meski ini di luar rencananya tapi ia sangat bersyukur akhirnya keluarganya menjadi lengkap seperti yang di harapkan nya.


Suasana pagi hari pun terasa lebih hidup dari sebelumnya, Karena ayah nya sudah mengetahui kejeniusan nya, dan ia pun tak perlu menyembunyikan lagi serta memutuskan untuk pergi ikut ayahnya bekerja sekaligus belajar dari ahlinya.


" Apa kamu yakin tak ingin ikut Bubu? "


"Tidak, disana membosankan," ujarnya, memasukan sarapan nya kedalam mulut.


Merasa terbuang begitu saja Aulina mencubit kedua pipinya dengan gemas.


" Lihat! siapa dulu yang selalu ingin ikut Bubu kerja, mentang-mentang ada ayahmu, Bubu jadi terlupakan begitu saja,"


Juju terkekeh mengabaikan rasa sakit di pipinya


" Ayah ,lihatlah ibu menganggu sarapanku, "


" Baiklah, "


Juju kembali terkekeh kini ia memiliki seseorang yang berada di pihaknya tanpa harus berseteru dengan Bubunya.


Setelah mengantar Aulina,dan kembali kerumah sakit. Aldan dan Juju memasuki pekarangan rumah sakit, tapi semua orang yang melihat kedatangan mereka, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Aldan pun dibuat terheran-heran dengan orang-orang disekitarnya.


" Aldan! " panggil seorang pria


Aldan menoleh dan mendapati Bagas yang menghampirinya lalu melirik Juju serta memandanginya dengan lekat.


" Ada apa? apa ada yang salah? aku melihat semua orang menatap kami sejak tadi. "


" Itulah yang ingin aku bicarakan, tapi lebih baik kita jangan membicarakan nya disini ,ayo pergi keruangan mu dan akan ku jelaskan semuanya padamu," katanya, kembali melirik Juju, "Juju, sini om gendong,"

__ADS_1


Juju mengangguk, Bagas tersenyum lalu menggendongnya. Mereka pun berjalan memasuki rumah sakit mengabaikan tatapan orang -orang disana.


Sesampainya di ruangan, Aldan pun langsung bertanya." Sebenarnya apa yang sedang terjadi? " Bagas mendudukkan Juju di atas kursi membiarkannya membaca buku, kemudian menatapnya seraya memberikan ponsel yang berisikan sebuah video.


Mata Aldan terbeliak melihat isi video itu, menatap Bagas tak percaya dengan apa yang dilihatnya


" Video itu sudah tersebar, "


" Bisakah kamu menghapusnya untuk ku? "


" Akan aku usahakan, tapi mungkin ini sudah terlambat, karena semua orang sudah melihatnya,"


" Tak apa, yang penting jangan sampai Aulina melihatnya,jika tidak. Ia pasti akan marah, "


Bagas mengangguk


Aldan menghela nafas kemudian melirik anaknya yang sedang asyik membaca buku, sadar sedang di perhatikan Juju menoleh ka arahnya.


" Ada apa ayah? "


Aldan tersenyum menghampirinya , ia menepuk kepalanya dengan lembut. " Bukan apa-apa,..apa kamu menyukai bukunya?,"


Juju mengangguk, lalu kembali membaca bukunya dengan serius. Aldan tersenyum kemudian pergi bersama Bagas membiarkannya dengan dunianya sendiri.


*


Hari ini Juju merasa sangat bosan, tak seperti biasanya, membaca buku begitu membosankan, hingga membuatnya memutuskan untuk berjalan- jalan di area rumah sakit untuk menghilangkan rasa bosannya, entah mengapa semua orang berhenti memandanginya?, sebenarnya Juju menyadari bahwa tadi pagi mereka memandanginya dengan tatapan yang sulit diartikan, namun ia tak terlalu memperdulikannya. Juju pun kembali berjalan seraya mengedarkan pandangannya hingga tak sadar ada seseorang didepannya.


dugh Juju tak sengaja menabrak seorang, kepala nya mendongkak dan mendapati seorang pria yang seumuran dengan ayahnya, wajah nya terlihat hangat namun dingin. Pria itu berjongkok menyamakan tingginya dengannya.


" Apa kamu anak jenius yang ada di video ini, " memperlihatkan video yang berisi tentang kejadian kemarin


" Kenapa paman memiliki video ini? "


" Apa kamu penasaran? " kata pria itu.

__ADS_1


Juju menatap pria itu curiga


__ADS_2