My Little Hero

My Little Hero
28


__ADS_3

Lingga tak menyangka bahwa teman yang baru di kenalnya ternyata bersekolah, satu kelas, bahkan duduk tepat di sampingnya, setelah sekian lama kursi yang telah lama kosong kini terisi dengan kehadiran Juju di sampingnya, dia pun tak hentinya menatap bahagia wajah temannya itu. Sadar tengah di perhatikan, tanpa menoleh Juju berkata netral, " bisakah kamu berhenti melihat ku seperti itu? "


Lingga cengengesan. " Kamu tahu? aku tak menyangka bahwa kamu akan bersekolah di sini, bahkan satu kelas dengan ku dan menjadi teman sebangku, " merangkul pundak. " Sepertinya pertemuan kita sudah di takdir kan oleh Tuhan, kamu setuju kan? "


Juju memicingkan matanya melihat tangan Lingga yang berada di bahunya, tangannya menyingkirkan tangan Lingga dari pundaknya, seraya menggeser bangku menjauh darinya, namun seperti sebelumnya, Lingga pun ikut menggeser kursinya.


" Bisakah kamu sedikit lebih menjauh dari ku? aku tak suka terlalu dekat dengan seseorang, terutama dirimu. "


" Kenapa? bau tubuhku wangi kok, " mengendus setiap jengkal tubuhnya. Juju menatapnya jijik, " kalau kamu tidak percaya, kamu bisa menciumnya sendiri. " memperlihatkan ketiaknya pada Juju dan mendekatkan nya, membuat Juju menjadi risih dan mendorong tubuh Lingga menjauh darinya.


Namun begitu melihat sikap yang di berikan Juju padanya membuatnya menjadi lebih semangat mengerjai teman baru sebangkunya, hingga seorang gadis kecil berkuncir dua dengan poni lurus di dahinya datang menghampiri keduanya


" Permisi, maaf menggangu kalian berdua, "


Ke duanya pun menghentikan aktivitasnya lalu menoleh bersamaan, " Kenapa?! " timpal ketus Lingga. Tangan Juju menyikut tubuhnya, lalu menoleh pada gadis itu, " ada apa? "


Gadis kecil itu tersenyum melihat sikap Juju yang baik, yang sangat berbalik dengan orang di sampingnya, " aku dengar, ayah mu seorang dokter, " katanya malu.


Lingga mencebikkan bibirnya,


" Lantas apa? "


Dengan malu-malu, gadis kecil itu mengeluarkan sebuah kotak berisi seekor burung yang terbaring lemas, " kebetulan aku menemukan burung ini tergeletak di belakang sekolah, aku merasa kasihan dan membawanya, bisakah kamu mengobatinya? " tanya nya penuh kehati-hatian.


Juju memperhatikan burung itu, ada sedikit luka di kakinya, dengan penuh kehati-hatian tangannya mengeluarkan burung itu dari dalam kotak, " bisakah kamu memberitahuku tempat UKS berada? "


Gadis itu mengangguk antusias, Juju pun bangkit dari kursi, namun sebuah tangan menahannya, membuatnya berhenti dan menoleh, " kenapa? "


" Aku ikut, " Lingga berkata.


" Terserah, " jawabnya singkat.

__ADS_1


Gadis itu menghentakkan kakinya kesal, Lingga menjulurkan lidahnya pada gadis itu dan mengikuti Juju dari belakang.


Selama perjalan menuju UKS, gadis itu dan Lingga tak hentinya saling melemparkan tatapan tak suka, sedangkan Juju fokus membawa burung di tangannya dengan hati-hati.


Sesampainya di sana, Juju meletakkan burung itu di atas meja yang beralaskan sapu tangan yang selalu di bawanya, tak lupa dia mencuci tangan terlebih dahulu, dan mencari kotak p3k. Setelah menemukannya, tangannya yang telaten membersihkan luka pada kaki burung itu, memberinya antibiotik serta membalut luka nya dengan kasa.


" Selesai, butuh tiga hari agar luka nya sembuh, "


Gadis itu menghampiri Juju seraya meraih kedua tangannya, menatap nya kagum, " wah, kamu hebat sekali, setelah dewasa nanti maukah kamu menikah dengan ku? " tanyanya gamblang.


" Huh? " Juju tertegun.


Lingga menatap tak percaya pada gadis di depannya, dengan kasar memukul tangan gadis itu dan mendorong tubuhnya menjauh dari sahabatnya, " menikah, menikah, kita ini masih kecil, masih terlalu jauh untuk memikirkannya, lagi pula jika dia sudah dewasa, tak akan ku biarkan kamu menikahinya. "


Gadis itu berdecak seraya berkacak pinggang, " yang aku ajak menikah itu Arjuna, bukan kamu. Kenapa kamu melarangnya menikah dengan ku? memangnya siapa dirimu? "


Tak mau kalah, Lingga pun ikut berkacak pinggang, " kamu tanya siapa aku? aku ini adalah teman sekaligus sahabat satu-satunya. "


" Kau pikir aku percaya? mana ada orang yang mau berteman dengan orang seperti mu, kalau pun ada, pasti ada sesuatu yang salah dengan otaknya. "


Gadis itu kembali menghampiri Juju, seraya berkata, " Arjuna, jika kamu di tindas olehnya kamu bisa memberitahu ku, meski keluarga ku tak sekaya keluarganya. " melirik sinis pada Lingga, " tapi, kamu tak perlu khawatir, aku akan melindungi mu sebisa ku, "


" Siapa yang bilang aku menindasnya, apa kamu punya buktinya? "


" Tidak, tapi akan aku dapatkan buktinya, dan aku perlihatkan pada guru, agar dia tak menjadi korban mu yang selanjutnya. "


Juju menaikkan alisnya sebelah. ' korban? korban apa? ' batinnya.


" Kamu. . .


" Apa?! benarkan kalau kamu . . .

__ADS_1


' Srek ' salah satu tirai UKS terbuka secara paksa, menampilkan sosok gadis imut namun memiliki tatapan dingin, kepalanya tertunduk, tangannya mengepal erat tirai itu. " Apa kalian tak tahu jika ini adalah UKS? " seketika mulut Lingga dan gadis itu bungkam, Juju hanya diam memperhatikan, " jika kalian ingin berkelahi, kalian bisa menggunakan ruangan karate, lalu berkelahi lah sepuas kalian, jangan mengganggu orang yang sedang beristirahat di sini, kalian mengerti? "


Lingga dan gadis itu mengangguk cepat.


Gadis imut itu melirik Juju. kedua tangannya di lipat di dada, " dan kamu, seharusnya kamu melerai mereka berdua, dan bukannya diam memperhatikan saja. "


" A-


Belum sempat berbicara, Lingga menarik tubuhnya keluar dari UKS, " kami salah, maafkan kami karena mengganggu istirahat mu, kalau begitu kami pergi dulu permisi. "


" Benar, maaf kan kami, " timpal gadis itu dan menyambar burung itu dan memasukkan kembali ke dalam kotak.


Juju hanya terdiam ketika tubuhnya di seret paksa oleh Lingga, sesekali melirik gadis imut itu yang masih menatapnya tajam.


Setelah keluar dari UKS, Lingga dan gadis itu mengelus dada secara bersamaan.


Juju memperhatikan tindakan mereka seraya mengernyitkan alisnya, " ada dengan kalian? kenapa kalian begitu takut dengannya, "


" Kamu sebagai anak baru pasti tak mengenalnya. " timpal Lingga


" Maka dari itu aku bertanya pada kalian, siapa gadis itu. "


" Namanya Kayla, dia adalah cucu kesayangan pemilik sekolah ini, aku sarankan jangan pernah berurusan dengannya. "


" Lingga benar, jika kamu bertemu dengannya, bersikap lah lebih hormat padanya. "


" Kenapa aku harus melakukannya? dia bukan Tuhan atau pun Dewa, tak sepatutnya aku memberi hormat pada orang yang sebaya dengan ku. "


" Suatu saat kamu pasti mengerti, oh iya aku lupa memperkenalkan diriku, " tangannya terulur ke depan, Juju pun menjabat tangan itu " Namaku Diandra, senang bertemu dengan mu. "


Juju mengangguk, " sebelumnya aku sudah mengenalkan diri, namaku Arjuna. "

__ADS_1


Senyum Diandra mengembang, mereka bersitatap, Lingga memperhatikan keduanya lalu melepaskan jabatan tangan itu dengan paksa, Diandra menatapnya sinis, namun tatapannya melembut ketika menatap Juju.


" Oh iya, terima kasih sudah menolong burungku, kelak aku berjanji, akan menikahi mu di masa depan, bye. " Diandra pun pamit pergi.


__ADS_2