
Para murid sudah selesai dalam melaksanakan ujian pertama masuk ke Akademi ini. Meski hanya aku saja yang bisa dibilang menang dengan cara Hoki dan tidak terduga, tapi aku sangat puas dengan kemenangan pertamaku itu
Albert juga sudah ditangani Guru Medis karena mendapat luka serius saat menerima seranganku tadi. Tetapi dia tidak akan dikeluarkan di Akademi ini, karena Albert mempunyai bakat dalam sihir. Lagipula, memang inilah tujuan utama Akademi Sihir Mervest didirikan, yaitu mencari anak-anak yang berbakat dan merawatnya agar mereka berguna bagi Kerajaan Ernesti nantinya.
Bicara soal Albert, aku heran kenapa dia tidak berkata apapun saat ujian pertama diadakan. Tidak, tetapi saat dia tiba di akademi ini. Aku bisa mengetahuinya, karena saat masih di luar tadi aku sempat sekilas meliriknya karena merasa bahwa anak itu cukup menarik. Yah, lagipula itu tidak ada urusannya denganku. jadi biarkan saja.
Ngomong-ngomomg, sekarang jumlah para murid baru menjadi 700 orang, termasuk diriku. Meski sebelumnya banyak sekali orang yang mendaftar, kini hanya menyisakan setengahnya saja.
" ... Bagi yang lolos. Aku akan menjelaskan ujian selanjutnya"
Lalu Weisten berbicara panjang lebar untuk menjelaskan ujian selanjutnya.
Di ujian kedua nanti, Weisten mengatakan bahwa ujian kali ini akan menentukan Kelas mereka nanti. Apakah mereka berhak masuk ke kelas-A yang merupakan kelas unggulan, atau kelas-B yang merupakan tempat pembuangan bagi murid-murid sampah.
Para murid baru yang mendengar penjelasan dari Weisten, langsung merasa gugup sambil mengeluarkan banyak keringat dingin di sekujur tubuh mereka. Wajar saja, karena ujian inilah yang akan menentukan nasib mereka di masa depan nanti.
"Ujian kedua akan dilakukan disini, dan ujiannya terbilang lebih mudah daripada sebelumnya. Kalian semua hanya harus meletakkan telapak tangan di atas Kristal Sihir dan membiarkannya untuk mengukur kapasitas Mana kalian. Untuk itu aku akan membagi kedua kelompok, dan masing-masing kelompok akan berbaris di kedua guru dibelakangku ini"
Di belakang Weisten sudah terdapat dua Guru Wanita yang sangat cantik dengan setelan jas mereka. Yang satu berambut merah pendek, dan satunya lagi berambut pirang panjang. Selain itu, mereka berdua membawa sebuah Bola Kristal di masing-masing tangannya.
"Kedua Guru dibelakangku inilah yang akan mengukur kapasitas Mana kalian. Jika sudah paham, aku akan segera membagi kalian menjadi dua kelompok."
Kami semua hanya mengangguk, kemudian Weisten membagi kami menjadi dua kelompok yang masing-masing berbaris di kedua guru cantik. Tetapi yang membuatku sangat terganggu adalah, aku harus satu kelompok dengan Daniel. Dan dia sekarang ada di belakangku sambil melototiku dengan tajam.
__ADS_1
"Apa kau ada masalah denganku?"
Aku menoleh ke arah Daniel dan memberinya sebuah senyuman sinis. Dia langsung membuang mukanya seolah menganggapku tidak ada. Untuk seorang yang anak songong, ternyata dia cukup penyabar ya. Ah biarlah, Lagipula aku juga tidak ingin cari masalah dengannya.
Lalu kami semua berbaris sesuai dengan Kelompok. Beruntungnya lagi, kelompokku mendapatkan Guru cantik berambut pirang dengan tubuhnya berlekak lekok dengan sedikit tonjolan didepannya. Aku tidak bisa berhenti menatap tonjolan itu, dan secara tidak sadar Guru tersebut tersenyum ke arahku dan membuatku salah tingkah.
Satu persatu murid mulai menjalani pengecekan. Mulai dari wanita maupun pria, karena aku berada di barisan akhir. Giliranku akan sedikit lebih lama dibanding lainnya, yah tetapi itu tidak terlalu buruk. Lagipula aku juga ingin mengamati setiap murid dan atribut sihir mereka.
Selang beberapa menit, aku sudah berada ditengah-tengah barisan. Dari sekian banyak murid yang kuamati. Mereka mempunyai beragam Atribut sihir. Entah itu api, angin, air, dan bahkan Tanah. Tetapi yang membuatku heran adalah kenapa tidak ada atribut tipe cahaya, sedangkan Reni dulu pernah melakukannya.
Hingga giliranku telah tiba, aku mengesampingkan pikiran tersebut.
"Baiklah anak muda, Letakkan Telapak Tanganmu diatas Bola Kristal ini"
"S-sepertinya ada yang salah dengan kristal ini, aku akan segera meng ..."
"Itu tidak perlu ibu Guru, hasil dari Bola Kristal itu benar ... aku memiliki sedikit Mana daripada anak-anak lain yang seumuran denganku. Dan karena kekuranganku itulah aku tidak bisa menggunakan sihir."
Mendengar penjelasanku, semua orang menatapku tidak percaya. Begitupun dengan Weisten, baru kali ini ada kejadian bahwa seseorang dilahirkan dengan kapasitas Mana yang sangat rendah sekali. Yah, tetapi hal itu tidak akan membuatku putus asa untuk terus belajar sihir. Karena dengan terus mencoba, mungkin aku dapat meningkatkan Status INT milikku nanti.
"A-ah ... baiklah, mari kita lanjutkan pemeriksaannya. Kalian yang sudah diperiksa boleh untuk bergabung dengan anak lain yang juga sudah diperiksa"
Kemudian aku berkumpul di beberapa anak yang sudah menjalani pemeriksaan. Mereka semua menjaga jarak dariku, dan menatapku dengan rendah. Tetapi aku tidak terlalu peduli dengan tatapan mereka, jika saja mereka mencari masalah denganku. Aku tinggal kabur saja haha. Lagipula keberuntunganku sangat tinggi.
__ADS_1
Selang beberapa menit berlalu, ujian kedua sudah selesai dilaksanakan. Para murid sudah berkumpul menjadi satu kembali. Dan beberapa murid memasang wajah senang karena hasilnya sangat memuaskan, sedangkan sisanya berwajah murung karena hasilnya sangat tidak diharapkan.
"Baiklah, karena kalian semua sudah melaksanakan Ujian kedua. Aku akan segera mengumumkan hasilnya..."
Kemudian Weisten membuka daftar nama seluruh murid baru yang sudah ditandai sebelumnya.
"Daniel von Kreiss akan masuk ke Kelas-A. Albert Jericho akan masuk ke Kelas-A. Stephanie Wesline akan masuk ke Kelas-B. Maria Jennita akan masuk ke Kelas-B. Raphel Sandiego akan masuk ke Kelas-B..."
Weisten membaca satu persatu murid dari atas hingga bawah. Karena aku saat mendaftar di akademi ini paling terakhir, mungkin giliranku masih sangatlah lama sekali. Tetapi aku tidak terlalu mempermasalahkannya, karena aku sudah tahu dengan hasilnya nanti. Meski agak kecewa, tapi biarlah. Setidaknya aku bersyukur karena masih bisa diterima di Akademi ini.
"Felix von Edgard akan masuk ke Kelas-B"
'Ah sudah kuduga'
-
To be continue.
Jangan lupa beri pendapat tentang novel ini!!
Please Like, comment, Rate, and Share for support Author
Baca juga Novel author lainnya seperti, Chaos Online : Pride of Assasin
__ADS_1