
Setelah permasalahan dengan Raphel selesai pelajaran segera dimulai. Raphel juga sudah kembali di tempat duduknya sendiri tanpa ada hambatan lagi.
Seluruh murid kembali diam, dan sejak melihat hukuman yang diberikan oleh Hensel kepada Raphel. Tidak ada yang berani menyela Wali kelas kami yang sekarang ini. Jujur saja, meskipun tampang Guru kami seperti pemalas. Tetapi dia sangatlah kuat dan berpengetahuan sangat luas.
Aku saja sampai menghormatinya, meskipun caranya sedikit kasar saat berbicara dengan muridnya. Tetapi hal yang diajarkan sangatlah berarti bagi kami. Dan sekarang Hensel sedang menjelaskan Tentang Five Guardian Engine terdahulu yang pernah dipanggil untuk mengalahkan Raja iblis Pertama.
Hensel menjelaskan bahwa 10 abad silam, dunia mengalami kehancuran yang dahsyat karena seluruh Ras mengalami kepunahan. Oleh karena itu Kelima Raja dari ras masing-masing sepakat untuk melakukan Ritual Pahlawan yang disebut sebagai Five Guardian Engine untuk mengalahkan Raja iblis dimasa itu.
Setelah kelima pahlawan berhasil mengalahkan Raja iblis pertama dimasa itu. Secara otomatis mereka akan dikembalikan didunianya kembali dengan syarat kehilangan seluruh ingatannya tentang dunia ini.
"Begitulah ... intinya saat ini Dunia kembali dilanda kehancuran yang mengancam seluruh Ras. Oleh karena itu Kelima Kerajaan memutuskan untuk memanggil Kembali Five Guardian Engine untuk mengalahkan Raja iblis yang terlahir kembali.
Tetapi karena saat ini Mana yang digunakan untuk pemanggilan masihlah sangat kurang. Kita sebagai penduduk di dunia ini harus menjaga dunia ini sebelum Kelima Kerajaan dapat memanggil para pahlawan"
Para murid mendengarkan dengan seksama seluruh penjelasan dari Hensel. Tentunya kecuali aku, aku kan sudah tahu informasi seperti itu saat bertemu dengan Dewa Zeus sialan sebelumnya.
Hingga bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba.
"Baiklah, setelah istirahat nanti kita akan bertemu di aula Akademi. Kita akan melakukan praktek tentang penguasaan sihir. Untuk itu aku peringatkan pada kalian agar tidak terlambat. Karena bagi yang terlambat akan mendapatkan hukuman yang mengerikan"
Selepas mengatakan kata-kata menusuk itu, Hensel kemudian keluar dari kelas sambil membawa buku yang ia bawa tadi.
Kelas kembali menjadi hening ketika kepergian Hensel. Para murid juga ingin keluar dari kelas untuk pergi ke Kantin Akademi karena sudah memasuki jam makan siang.
Begitupun denganku, perutku juga merasa keroncongan dari tadi. Karena ocehan Hensel yang panjang aku jadi harus menahan rasa lapar diperutku ini.
Setelah murid lainnya pergi, kini hanya ada aku dan si Elf yang berada disampingku ini. Aku bingung kenapa dia tidak bergabung dengan anak-anak lainnya. Tetapi jika aku bertanya padanya, nanti malah timbul kesan aku adalah seseorang yang suka ikut campur dalam masalah orang lain.
__ADS_1
Tetapi jika dilihat dari kondisi seperti ini, sekarang mungkin adalah Event Harem seperti dalam Anime isekai yang pernah kutonton sebelumnya hahaha. Meski orang yang memiliki sedikit teman sepertiku sangatlah sulit sih untuk membuat Harem.
"N-namamu stephanie ya, apa kau..."
"Jangan bicara padaku dan lenyaplah"
Jleb!!
Mendengar kata-kata menusuk darinya hatiku serasa seperti tertusuk oleh jarum yang sangat tajam.
Baiklah, kutarik ucapanku tadi. Aku tidak ingin membuat harem, lagipula disini aku bukanlah Tokoh utama dari Cerita Isekai lainnya yang menjadi pahlawan. Melainkan aku hanyalah seorang Tokoh Figuran saja dan menjadi pengganti peran dari Tokoh utama.
"Huff ~ Kurasa aku harus mengisi perutku sekarang"
Setelah mendengar isi perutku yang sangar keras. Aku mengambil bilah katana milikku dan berjalan keluar kelas meninggalkan stephanie sendirian didalam.
Aku berjalan menelusuri lorong Akademi untuk menuju ke kantin. Banyak anak-anak lain yang berlalu lalang denganku sambil membawa Grimoire mereka. Dan jujur saja itu membuatku sangat iri. Meski masih dapat membuat sihir tanpa Mana, tetapi tanpa adanya Grimoire rasanya kurang keren. Begitulah menurutku.
"Kau benar ... Jangan-jangan dia sama sekali tidak memiliki Mana?"
"Kalau betul begitu,, Anak itu adalah produk gagal ya hahaha"
Saat aku berlalu lalang dengan mereka semua, aku mendengar semua yang mereka bicarakan tentangku. Mulai dari penghinaan, cacian, makian dan sejenis lainnya.
Tetapi aku tetap tidak memperdulikannya karena saat ini mood ku sedang kurang baik untuk berkelahi. Daripada mencari masalah, sebaiknya kuisi dulu perutku ini. Setidaknya itulah yang kupikirkan.
Selang beberapa menit melewati lorong-lorong yang berliku-liku. Akhirnya aku sampai juga di Kantin Akademi ini. Di kantin ini sudah beberapa meja dengan ukuran yang sangat panjang serta beberapa kursi sebagai tempat duduk.
__ADS_1
Ngomong-ngomong,, Kelas-B berada di Lantai satu dan Kelas-A berada di Lantai 2. Sedangkan untuk ruang guru dan kepala sekolah berada di lantai teratas Akademi ini. Ya, betul itu adalah Lantai ketiga.
Kantin akademi ini berada di Lantai satu, sehingga Para Murid Kelas-B dan A saling berebut makanan agar tidak kehabisan stock.
Mulai dari Roti kering, Hot dog versi isekai, Hamburger versi isekai, dan makanan versi isekai lainnya. Karena aku tidak tahu nama makanan itu jadi kusebutkan versi isekai semuanya.
Banyak yang mengantri untuk medapatkan makanan yang sudah disiapkan oleh ibu kantin yang ada didepan dapur kantin sambil membawa sekeranjang penuh berisi makanan. Dan setiap makanannya berharga sekitar 1 perak saja. Harga yang murah bagi seorang pelajar.
"Sialan,, seharusnya aku datang lebih awal" Keluhku ketika melihat banyak sekali anak yang berbaris dengan brutal disana.
Tetapi karena amukan perutku yang semakin keras ini tidak memberiku pilihan lain selain harus ikut berdesakan dengan murid-murid brutal itu.
Ya, untuk makan aku harus berjuang sekeras mungkin.
Setelah memantapkan tekadku aku langsung berlari untuk itu berdesakan berebut makanan dengan murid lainnya. Tidak jarang juga aku mendapatkan semacam sikutan, pukulan, dan tendangan dari arah yang tidak kuketahui.
Hingga beberapa menit telah berlalu, kantin sudah menjadi sepi dan para murid telah pergi dari kantin. Meninggalkan aku sendirian yang sama sekali belum mendapatkan makanan.
"Bu apa ada makanan yang tersisa?" Tanyaku kepada ibu Kantin yang merupakan perempuan tua dengan celmek yang dipakainya.
"Hanya ada dua Roti kering, apa kau mau?" Kemudian Ibu kantin itu menyodorkan dua Roti kepadaku.
Meski tidak mendapatkan Hot Dog dan Hamburger versi isekai. Aku tetap bersyukur karena masih ada makanan yang tersisa. Meski hanya roti kering sih. Tetapi aku akan tetap membelinya demi menjaga staminaku saat praktek penguasaan sihir yang akan diadakan setelah jam istirahat selesai.
"Baiklah bu, aku akan membeli semua" Kemudian aku memberinya dua koin perak dan mengambil kedua roti itu dari Ibu kantin.
"Terimakasih, dan kembali lagi ya"
__ADS_1
-
To be continue.