
Hampir satu bulan telah berlalu semenjak kejadian penculikan Steph oleh salah satu kelompok dari Organisasi Black Witch, Akademi Mervest merahasiakan tentang kejadian tersebut dan hanya sebagian orang saja yang mengetahuinya, tentu saja orang orang tersebut adalah seseorang yang memiliki Otoritas seperti Guru maupun Pengawas di Akademi ini.
Dan bagi Murid yang terlibat dalam misi penyelamatan, seperti aku, Daniel, Marria Jennita dan juga Raphel, juga disuruh tutup mulut mengenai kejadian tersebut, mungkin karena pihak akademi tidak menginginkan Kepanikan di dalam Akademi.
Ah, benar juga. Sejak hari itu aku sudah berlatih mengendalikan emosi dan pikiranku agar tetap tenang dalam segala kondisi, aku melakukan meditasi rutin setiap malam demi tercapainya tujuanku itu, dan hasilnya pun sangat memuaskan. Aku mendapat sebuah skill yang bernama [Clear Mind] yang akan membuatku tetap tenang di segala situasi yang sulit.
Bukan hanya itu saja, hubunganku dengan beberapa orang juga semakin membaik, setiap sore Pulang sekolah aku akan berlatih sihir dengan Marria Jenita sang gadis es sekaligus idola sekolah, dan kemudian malamnya biasanya kugunakan untuk berlatih.
Pada waktu itu pula, entah kenapa Daniel semakin mewaspadai diriku, saat istirahat siang dia akan mengajakku latih tanding di Aula Akademi untuk menunjukkan siapa yang terkuat diantara kami, dan meskipun aku berkata bahwa 'aku tidak akan pernah bisa menang melawanmu' Daniel tetap bersikeras untuk melawanku.
Tentu saja itu berakhir dengan kekalahan telakku, bagaimana pun perbedaan kemampuan kami terlalu besar, namun sepertinya Daniel masih belum puas akan hal itu.
***
Sekarang aku berjalan di lorong-lorong Akademi sambil menguap karena mengantuk, sepanjang malam, waktuku kugunakam untuk berlatih, jadi aku hanya akan tidur selama tiga jam saja dan itu membuatku sangat lelah. Masih seperti biasa, ketika aku lewat masih banyak murid yang mencemohku sebagai 'Tanpa Mana' dan 'Tidak Kompeten' akan tetapi aku sudah tidak terlalu mempermasalahkan hal sepele semacam itu.
"Selamat pagi"
Aku membuka pintu kelas dengan wajah lesu, dan didalam kelas juga tidak banyak berubah akan hal tersebut, aku menjadi Ketua Kelas mereka, tentu saja itu bukan kemauanku. Namun belakangan ini aku sudah akrab dengan beberapa orang di kelasku. Itu membuatku sedikit merasakan kebahagiaan.
Dengan langkah yang berat, aku pun melangkah masuk dan duduk di bangku milikku sendiri, di sampingku terdapat Steph yang memasang wajah cuek seperti biasa, karena aku tidak memiliki banyak tenaga sekarang ini, aku tidak akan mengganggunya untuk hari ini saja
Masih ada setengah jam sebelum pelajaran dimulai, aku akan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin untuk mengistirahatkan tubuhku, aku meletakkan kepalaku di atas meja dan berniat untuk tidur sejenak. Namun...
"Hoo... Apakah Ketua Kelas kita sekarang sedang kelelahan?"
"Felix, jika Guru Hensel melihatmu seperti itu kau pasti akan dibunuh"
"Biarkan saja, lagipula hobi Felix memang suka dimarahi oleh Guru Hensel"
Tiga orang yang sepertinya ku kenal mendatangiku, dua orang laki, dan satu orang wanita dengan rambut pirang bergaya Twintails, dengan berat hati aku mengurungkan niatku untuk tidur ketika melihat kedatangan mereka.
Ngomong-ngomong, satu orang dari mereka adalah Raphel, dan dua orang lainnya adalah Zera dan juga Shopia, mereka berdua adalah orang belakangan ini dekat dengan aku, Raphel dan juga Steph, dan hubungan kami bermula saat kami semua dihukum oleh Guru Hensel untuk membersihkan seluruh kelas.
__ADS_1
"Ah... Kalian rupanya, apa ada yang kalian ingin katakan?"
Ketiga orang itu saling menatap satu sama lain.
"O-oi Felix... Bukankah hari ini adalah pengumuman untuk murid yang akan dipilih untuk mengikuti Turnamen antar Akademi di Kerajaan Artemia? Kau ketua kelas bukan?"
Raphel berkata dengan masam, dan aku baru sadar akan hal itu, sebentar lagi sudah satu bulan dan Turnamen antar Akademi akan segera di gelar di Kerajaan Artemia, untuk itu hari ini adalah hari dimana 5 murid akan dikirim untuk berpastisipasi sekaligus mewakili Akademi. Yah, bagi orang Tanpa Mana sepertinya tidak mungkin untuk diikut sertakan.
"Ah... Aku ingat sekarang, lagipula Tidak mungkin bagi murid di kelas terbawah seperti kita untuk mengikuti Turnamen itu, kesempatannya dibawah 10%"
"Kau ada benarnya, Jika ada orang itu paling adalah Leon, dan tentu saja Daniel yang berada di Kelas A juga diikut sertakan"
Kali ini aku setuju dengan pendapat Raphel, jika ada orang itu paling adalah Leon yang merupakan murid palimg berbakat di kelas kami, dan juga Viona yang merupakan wakil Ketua kelas saat ini, tentu saja untuk Daniel yang merupakan pemilik Grimoire Zero, dia sudah pasti akan berpastisipasi.
"Bagaimana denganmu Steph?"
Sekarang aku bertanya pada Steph, baginya Turnamen ini akan sangat penting karena berhubungan dengan tempat dimana dia tinggal dulu, dan disitu juga dia mendapat diskriminisasi oleh Ras nya sendiri, itu pasti sulit baginya.
Steph membuang mukanya seolah-olah dia menghindari pertanyaanku, aku juga tidak keberatan akan hal itu, lagipula ada beberapa rahasia yang menurut orang lain tidak perlu untuk diceritakan.
***
Tidak lama kemudian, Guru Hensel memasuki ruang kelas, semua murid sudah duduk di bangkunya masing-masing, dan jika ada murid yang masih berdiri mungkin disaat itulah Guru Hensel akan langsung menghukum murid itu.
"Baiklah, meski kalian adalah sampah yang tidak berguna, tapi aku akan tetap mengumumkan siapa saja yang terpilih untuk mengikuti Turnamen karena ini adalah perintah langsung dari Kepala Akademi..."
"Langsung saja Guru Hensel, aku sangat percaya diri bahwa aku adalah salah satu dari orang yang akan terpilih"
Di bangku belakang, Leon memotong perkataan Guru Hensel dan sangat percaya diri bahwa dirinya lah yang akan terpilih di kelas ini, meski sifatnya seperti itu, tetapi aku mengakui bahwa dia memanglah satu satunya murid yang berbakat di kelas ini.
Tetapi, memotong penjelasan Guru Hensel di tengah-tengah pembicaraan adalah hal yang tabu di kelas ini.
"Almond"
__ADS_1
Gubrak!!!
Menggumamkan itu, kursi Leon langsung terjungkilbalik dan membuat seluruh kelas hampir tertawa, namun mereka semua mencoba menahannya karena tahu Sifat Leon yang sangat menjengkelkan.
"Aku akan melanjutkannya kembali, di kelas ini, ada dua orang yang akan terpilih mengikuti Turnamen di Artemia..."
"APA!!!"
Seluruh kelas berteriak, tentu saja itu sangat tidak terduga bahwa di kelas terbawah akan memiliki dua orang yang terpilih untuk mengikuti Turnamen, jujur saja aku penasaran akan dua orang yang akan terpilih tersebut, secara tidak sadar aku melirik Steph, tubuhnya bergetar dan ekspresinya nampak sangat serius.
'Apakah dia berharap bahwa dirinya lah yang akan dipilih?'
Jika benar begitu, aku akan mendukungnya.
"Dua orang yang akan dipilih itu adalah...."
Guru Hensel menghentikan kata katanya sejenak, dan semua murid di kelas ini menjadi sangat serius sekaligus tegang, ada yang berharap untuk terpilih dan ada juga yang berharap untuk menghindari menjadi orang yang dipilih. Disana, Guru Hensel mulai membuka mulutnya kembali....
"Felix von Edgard dan Viona von Celena"
"Ha!?"
-
To be continue
Message :
Hai kalian pembaca The Great Hero Reborn, kalian dapat membelikan author secangkir kopi untuk agar dapat semakin semangat saat update, 'Bagaimana caranya, Thor?' caranya mudah, cukup kunjungi link disini Karya karsa.com/Felix dan kasih saya sumbangan 5.000 untuk secangkir kopi panas saat menulis.
Hilangkan spasi!!
Ingin melihat aksi menarik dari Felix dan dkk bukan? Terus ikuti TGHR ya!!!
__ADS_1