My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 38 ~ Pertolongan


__ADS_3

Masih di gang yang sama, kami bertiga dalam kondisi yang sulit karena bertemu dengan Duke Kelvin, sepertinya dia masih menyimpan dendam saat bertaruh Nominal saat masih di Pelelangan, terlebih lagi pengawal yang dia bawa memakai Item Anti-Magic yang mengharuskannya dapat meneteralisir sihir tingkat rendah hingga menengah.


"Monera de Amuro"


Bwuss!!!


Sekali lagi Daniel mencoba menyerang para pengawal Duke Kelvin dengan sihir yang sama, akan tetapi tidak banyak yang berubah setelah itu, sihir tersebut tidak berdampak apapun pada Perisai Anti-Magic tersebut.


'Bukankah lebih baik dia menyimpan Mana daripada melakukan hal sia sia seperti itu? Ini sudah ke tujuh kalinya, lo'


Daniel terengah engah dengan keringat dingin yang mengucur di seluruh tubuhnya, jika dilihat mungkin sekarang dia sudah mencapai batasnya, aku yakin bahwa dia pasti mengalami kekeringan Mana saat ini.


Dilain sisi, aku tidak tahu harus berbuat apa-apa karena tidak dapat menggunakan sembarang sihirku disini, sebelumnya aku yakin jika sihirku dapat memotong Perisai itu dengan mudah, akan tetapi jika aku menggunakan sihir disini, itu akan menjadi kehebohan besar di akademi jika Daniel memberitahu pada orang orang disana.


Seorang yang Tanpa Mana dapat menggunakan sihir? Mungkin itulah yang akan dipikirkan oleh para Murid di Akademi jika mengetahui bahwa aku bisa sihir.


Jujur saja hal semacam itu akan merepotkan karena menjadi pusat perhatian, kehidupan keduaku yang kuciptakan sebagai orang normal tanpa masalah akan hancur jika itu sampai terjadi.


"Hahahaha!!! Begitu saja? Bahkan kau tidak dapat mengalahkan pengawalku, kurasa kau tidak pantas memegang Grimoire Zero itu"


Duke Kelvin tertawa dengan terbahak-bahak dan lalu menyuruh para pengawalnya untuk merampas Grimoire Zero dan membawa Steph bersama mereka juga, waktu itu Steph juga berusaha untuk menyerang mereka dengan menggunakan sihir, akan tetapi usahnya hanya berhasil sama seperti Daniel.


Bagaimanapun juga, Perisai Anti-Magic itu sungguh merepotkan.


"Arg... sialan, kehidupanku kenapa masih saja sial!!!"


Mengatakan itu dengan keras, aku menyita perhatian dari banyak orang disana, bahkan Steph dan juga Daniel menatapku dengan bingung, mereka pasti mengecapku sebagai orang yang tidak dapat membaca suasana, akan tetapi untuk sekarang ini, aku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan sihirku.


aku berjalan ringan melewati Steph dan juga Daniel dan mengambil posisi terdepan sambil menarik pedangku dari sarungnya, kau tahu? aku sama sekali tidak memiliki Grimoire, jadi satu satunya senjata yang kumiliki hanyalah Katana peninggalan orang tuaku ini.


"Hoo.. Sekarang apakah kau yang akan menjadi lawanku, bocah? Kebetulan sekali aku memiliki dendam padamu" Duke Kelvin sambil memainkan kumisnya yang panjang.


"O-oi... Bukankah kau tidak dapat menggunakan sihir? Bagaimana pun juga pedang biasa seperti itu tidak akan dapat mengalahkan mereka semua" Daniel terlihat cemas dan melihatku sebagai orang yang tidak dapat diandalkan.


Aku tidak menanggapinya, karena disini aku sedang sangat serius dan berkonsentrasi sambil memegang pedangku dengan kuda-kuda penuh, kurasa aku akan menggunakan teknik itu sekali lagi, sebenarnya aku tidak berniat membuat masalah lagi semenjak dimarahi oleh pengawas Kreill, namun mau bagaimana lagi, situasi sekarang ini sungguh tidak menguntungkan.


"Para Pengawalku, bunuh dia"


Mendapat perintah dari sang pemilik, Salah satu pengawal Maju dengan perisai dan pedang di kedua tangannya, "Untuk membunuh bocah sepertimu, sepertinya aku saja cukup"


Pria itu memasang raut wajah merendahkan yang sangat mendalam bagi aku yang melihatnya, bukan berarti aku akan termakan dengan omong kosongnya, aku hanya sedikit menghela nafas dan lalu mulai mengumpulkan cakra pada Pedangku. Mungkin ini akan terasa sedikit mengejutkan baginya.


Angin mulai berputar mengelilingiku, aku dapat merasakan bahwa cakra mengelilingi tubuhku, meski tidak seperti yang kubayangkan, bukankah cakra yang mengelilingiku ini terlalu melimpah? Namun aku tidak memikirkannya terlalu jauh.


Aku dapat merasakan tatapan terkejut dari Daniel dan Steph di belakangku, baiklah mari kita urus mereka nanti, Prioritas pertamaku sekarang adalah mengalahkan mereka terlebih dahulu dan kembali ke Akademi dengan selamat dan tanpa halangan.


"Apa kau tidak belajar dari kesalahan teman-temanmu? Sihir tidak akan berpengaruh bagi kami yang menggunakan Anti-Magic" Pengawal itu entah kenapa memgatakannya dengan wajah bangga.


"Wind slash"


Mengatakannya, aku menarik pedangku dan beberapa kali mengayunkannya secara acak dan tanpa pola dengan sangat cepat dan elegan, pertama-tama salah satu Pengawal tersebut kebingungan karena tidak ada reaksi apapun yang di dapatkannya karena teknikku tadi.


"Apa itu tadi? Apa kau mau bercanda dengan-"

__ADS_1


Prang!!! Prang!!! Prang!!!


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, perisai dari pengawal tersebut hancur menjadi beberapa bagian dan jatuh di tanah, semua orang yang menyaksikan itu hanya menatap kosong tidak percaya akan apa yang mereka lihat, yah meski begitu aku juga merasakan bahwa skill ku ini telah meningkat, terbukti bahwa aku tidak memotong pakaian orang itu dan hanya perisainya saja yang menjadi beberapa bagian.


Zrat!!!


"Hiiii"


Ah, aku salah.


Entah kenapa pakaian dari pengawal itu baru sobek sekarang, aku jadi melihat sebuah pemandangan yang tidak ingin kulihat untuk kedua kalinya, jika Steph ada di sampingku sekarang, mungkin aku akan dibunuhnya.


Bruk!!


Pengawal tersebut langsung terjatuh ke tanah dengan tubuh telanjang, Lalu dengan segera bangkit kembali dan segera berlari ke keluar dari gang, bukankah seharusnya dia tetap berada disini saja? Jika kau berlarian di umum dengan kondisi seperti itu, kau akan dicap sebagai penjahat kelamin.


"A-apa itu barusan? Bahkan Anti-Magic dapat terpotong karenanya"


Berkat kejadian sebelumnya, ekspresi Duke Kelvin berubah dengan drastis, begitupun dengan Daniel dan juga Steph yang berada di belakangku, aku dapat merasakan bahwa mereka sedang menatap kagum padaku, namun saat aku berbalik sekilas untuk memastikan, ternyata salah, Daniel menatapku dengan tajam seolah-olah sedang menilaiku.


"Semua pengawal, bunuh dia"


"ooh!!"


Para pengawal dari Duke Kelvin berlarian ke arahku, bukankah ini buruk? Aku tidak berpikir jika mereka akan main keroyokan, setidaknya satu lawan satu dasar brengsek, akan tetapi dilain sisi ini juga menguntungkanku agar dapat menyelesaikannya dengan segera, aku mengambil sikap siaga sekali lagi, dan kalu mengumpulkan Cakra di di katanaku dan melakukan teknik yang sama seperti sebelumnya.


Deg!!


"Felix!!"


"Segera pergi dari sana, bodoh!!"


Meski aku dapat mendengar teriakan khawatir dari kedua orang di belakangku, aku tidak dapat bergerak terlalu banyak sekarang ini, ketika mencobanya tubuhku terasa seperti diserang oleh rasa nyeri yang hebat, apa dengan begini aku akan mati sekali lagi?


Itulah yang kupikirkan, tetapi...


"Amuro de Genero"


Dari arah atas aku dapat mendengar teriakan seorang wanita yang sepertinya aku kenal, dan yang benar saja saat aku mendongak ke atas, sudah terdapat sebuah bola api berukuran besar yang akan mendarat pada para Pengawal dari Duke Kelvin di depanku. Tunggu, bukankah aku nanti juga akan terkena dampaknya?


Boom!!!


"Hoaaaa!!!"


Para pengawal dari Duke Kelvin terpental ke segala arah dan langsung jatuh pingsan setelah menerima serangan bola api berukuran jumbo tersebut, tidak lama kemudian seorang perempuan mendarat tepat di depanku, dia memiliki tampilan jubah putih nan elegan.


"Nona Elena?"


Itulah kata yang tepat bagi orang di depanku saat ini, jadi dia berhasil menemukan kami ya, aku berpikir bahwa dia nanti akan memarahi kami dengan waktu yang sangat lama, tentu saja.


"K-kalian! Lihat saja nanti"


Dengan begitu, Duke Kelvin yang gemetar karena pengawalnya dikalahkan dalam sekejap berlari meninggalkan gang tempat kami berada, setidaknya tolong bawa pengawalmu yang pingsan bersamamu, aku merasa kasihan kepada mereka semua.

__ADS_1


"Felix, apa kau tidak apa-apa?"


Steph mendekat ke arahku dan mengerahkan sihir penyembuhannya padaku, ah itu terasa hangat saat tangannya menyentuhku, bisa saja aku akan jatuh cinta padanya nanti, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk komedi romantis.


"Oh jadi dia adalah orang yang bernama Steph ya, dia cantik"


"Pertama-tama terimakasihku padamu Nona Elena, aku sangat tertolong tadi, tapi bagaimana anda dapat menemukan lokasi kami berada sekarang ini?"


Aku cukup penasaran dengan Nona Elena yang mampu menemukan kami di Dark Market ini, itu sesuatu yang tidak terduga, dan karena rasa penasaranku itulah aku memutuskan untuk bertanya langsung padanya.


"Hmm ~ Seingatku, aku bertemu dengan seorang yang aneh di gang terpencil, dan dia memberitahuku bahwa kalian berada di tempat ini, untuk itu aku kemari berbekal Informasi dari orang itu, tapi sepertinya dia juga nampak mencurigakan"


Ah, jadi dia juga mendapat tiket dari paman itu ya.


"Selain itu, bagaimana kalian dapat masuk ke pasar gelap ini? Untuk anak seusia kalian, Pasar gelap bukanlah tempat yang cocok bagi kalian!!" Nona elena kembali bersuara


"Kami juga sepertimu Nona Elena, orang itulah yang sudah membawa kami disini, bahkan dia memberikan sesuatu seperti Kartu Identitas pada kami" Aku mengeluarkan kartu milikku, begitupun dengan Steph dan juga Daniel.


***


Setelah itu, Nona Elena bercakap cakap sebentar dengan Steph untuk memeriksan keadaannya, sementara dilain sisi aku di popang oleh Daniel dan dibantu berdiri dengan satu tangan di lehernya, meski enggan saat ini tubuhku sangat sakit sekali, dan itu membuatku tidak nyaman.


"Kau... Bukankan kau Tanpa Mana? Bagaimana bisa kau dapat menggunakan sihir? Bahkan kau melakukannya tanpa Grimoire, itu sesuatu yang mustahil untuk dilakukan"


Seperti yang telah kuduga, Daniel akan menanyaiku tentang kejadian sebelumnya, akan tetapi untuk sekarang ini aku akan tetap merahasiakan tentang diriku yang menggunakan Cakra dan bukannya Mana.


"A-aku baru baru ini rajin berlatih, jadi itu adalah hal yang tidak kusengaja"


Meski jawabanku terkesan ambigu (tidak jelas), aku memilih jawaban yang terbaik agar rahasiaku tidak terbongkar, aku juga melihat ketidakpuasan di wajah Daniel, sepertinya dia akan bertanya padaku lebih banyak lagi.


"Jawabanmu, masih be-"


"Baiklah, mari kita keluar dari Pasar ini, aku diberitahu pada Salah satu orang yang kuhajar sebelumnya, untuk keluar dari pasar ini kita hanya harus mengusap motif pada Kartu identitas masing-masing dari kita" sahut Elena.


Kalimat Daniel tersendat oleh kedatangan Nona Elena dan juga Steph, untuk saat ini aku dapat menghindar dari pertanyaan bejibun Daniel padaku, akan tetapi aku tidak yakin akan dapat mengelak lagi di masa depan nanti, dan suatu saat nanti aku akan menceritakannya padanya.


"Baiklah, mari kita kembali"


Kami semua lalu mengusap motif pada kartu identitas tersebut dan seketika tubuh kami lenyap seperti layaknya sihir teleportasi, dengan ini misi untuk penyelamatan Steph telah berakhir, dan keberuntuganku sebelumnya lah yang telah menyelamatkanku sekali lagi. Aku berpikir, apakah aku akan tetapi sial di dunia ini meski sudah mendapat berkah 'Keberuntungan mutlak'?


-


To be continue


Message :


Hai kalian pembaca The Great Hero Reborn, kalian dapat membelikan author secangkir kopi untuk agar dapat semakin semangat saat update, 'Bagaimana caranya, Thor?' caranya mudah, cukup kunjungi link disini Karya karsa.com/Felix dan kasih saya sumbangan 5.000 untuk secangkir kopi panas saat menulis.


(Hilangkan spasi!!!)


Ingin melihat aksi menarik dari Felix dan dkk bukan? Terus ikuti TGHR ya!!! Minna ~ san


Jangan lupa rate, like dan komen jika cerita ini bagus!!!

__ADS_1


__ADS_2