
"Suara apa itu tadi?! apa mereka bertiga berulah lagi?!"
Saat ini disebuah ruangan di asrama laki-laki, Kreill yang merupakan sesosok pria berpostur kekar sedang duduk dikursi sambil membaca buku cerita yang sangat dia senangi yaitu ' The Great Hero Reborn'. Karena suara seperti raungan barusan, dia menjadi sangat terganggu dan tidak dapat fokus lagi untuk membaca.
Tok!! Tok!! Tok!!
"Pengawas Kreill, apa aku boleh masuk?"
"Masuklah"
Kemudian pintu terbuka dan menampilkan sosok anak laki-laki berambut pirang disisir kebelakang masuk ke dalam ruangannya.
"Daniel ya, ada apa?"
"Sebenarnya...." Lalu Daniel membisikkan sesuatu ke Telinga Kreill, dan Kreill sudah tidak terlalu terkejut lagi dengan apa yang didengarnya itu
"Kalau begitu, aku akan segera kesana"
_______________><______________
Kami bertiga sedang bersembunyi dibalik batu besar untuk beristirahat dan menyusun sebuah rencana. Apes yang tadinya mengejar kami, sekarang tidak jauh berada disekitar kami dan sedang melakukan pencarian diseluk beluk hutan.
"Berpencar? apa kau bercanda!"
"Sudah kubilangkan, hanya inilah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kita, aku akan mengalihkan perhatian King- maksudku Apes tadi, kalian berdua manfaatkanlah kesempatan itu untuk kabur dari sini dan carilah bantuan"
"Apa maksudmu? kau saja tidak dapat menggunakan sihir, jika terjadi sesuatu padamu nanti bagaimana?" Steph memasang wajah heran dengan rencanaku mengeluarkan mereka berdua dari hutan ini.
"Karena aku merasa bahwa kalian berdua sudah dapat kupercaya, maka akan kutunjukkan sesuatu yang menabjubkan. Dan aku minta kepada kalian berdua untuk merahasiakannya dari yang lain"
Mereka semua terheran, apa maksudnya dia merahasiakan sesuatu pada kami? Tetapi aku hanya membalaskan dengan senyuman.
Aku mulai mengaliri Tanganku menggunakan Cakra untuk membuat penciptaan Element. Dan kemudian...
Bwuss!!
Segumpal api mulai muncul di tanganku dan membuat Raphel dan Steph terkejut dibuatnya. Saking terkejutnya, mulut mereka sampai menganga dengan sangat lebar.
"B-bukannya kau tidak dapat menggunakan sihir? K-kenapa tiba-tiba kau dapat membuat api yang sangat sempurna seperti itu?" Raphel terlihat sangat sulit untuk mencerna apa yang dilihatnya saat ini.
"Aku memang Tidak memiliki Mana, tetapi aku masih memiliki pengganti lainnya dan lebih baik daripada Mana. Selain itu, aku dapat menggerakkan api-apiku ke segala arah dengan bebas dan membentuknya sesuka hati"
Aku sengaja tidak menyebutkannya sebagai Cakra karena janjiku dengan Reni yang tidak boleh membongkar lebih jauh lagi tentang Energi yang lebih kuat dari Mana yaitu Cakra. Jadi aku menyebutkan saja dengan pengganti Mana, kurasa itu lebih baik.
__ADS_1
"Pengganti Mana? apa maksudmu? apa itu semacam Energi yang mengalir di tubuhmu menggantikan Mana milikmu?" Kali ini yang bertanya adalah Steph.
"Bisa dibilang begitu, sudahlah. Kita tidak mempunyai banyak waktu lagi, kalian sudah mengerti dengan melihatnya langsung bahwa aku dapat menggunakan sihir kan. Sekarang cepatlah cepatlah pergi sementara aku akan menjadi umpan"
"Felix Tung-"
Sebelum mereka berdua menyelesaikan kata-katanya, aku sudah berlari dengan cepat keluar dai persembunyian untuk mengalihkan perhatian Apes. Sementara Raphel dan Steph akan keluar dari hutan untuk meminta bantuan kepada pihak Akademi.
Dan yang benar saja, Apes yang melihatku berlari dari kejauhan segera mengejarku dengan raungan keras. Beberapa kali juga dia menyingkirkan pohon-pohon yang menghalanginya berlari saat mengejarku.
"Kesinilah Kera jelek!!"
Graa!!!
"Bagus, sepertinya dia terprovokasi"
Aku terus berlari dan berlari dengan secepat mungkin untuk mengulur waktu agar mereka berdua dapat keluar dengan selamat di hutan ini. Lagipula aku cukup percaya diri dengan keberuntungan milikku ini, karena saat aku bertarung maka tidak ada yang dapat mengalahkan keberuntunganku yang tinggi.
Zret!!
"Baiklah sepertinya ini sudah cukup jauh"
Aku berhenti dan langsung berbalik saat merasa sudah cukup jauh dari lokasi Raphel dan Steph berada. Melihatku yang berhenti berlari, Apes menjadi heran dengan kera botak mungil didepannya ini.
"Maaf saja tapi aku bukan seorang Atlet pelari. Aku akan menghadapimu sekarang!!"
Aku menyipitkan mataku untuk melihat seberapa besar Level dan statistik yang dimiliki oleh Apes. Sebelumnya saat aku pertama kali ke hutan Mallow bersama dengan Raphel tiga hari lalu, aku terkejut saat melihat panel sistem yang muncuk didepanku saat mengamati slime yang kuhadapi dulu. Dan sekarang aku ingin mencoba cara yang sama saat ini.
__________★__________
Name : Ape's
Hp : 20.000/20.000
Mp : 50/50
Level : 20
STR : 56.879
AGI : 10.890
INT : 50
__ADS_1
VIT : 51.984
LUC : 1.579
__________★__________
"Sialan!! kenapa perbedaannya sangatlah jauh sekali dibanding aku"
Aku segera menarik pedangku dari sarungnya dan tidak lupa juga memasang sikap siaga untuk bersiap bertarung. Aku juga melapisi pedangku dengan menggunakan Cakra agar tidak mudah patah saat menyayat kulit keras kingkong tersebut.
"Unlimited Sword Dance"
Swussh!!
Aku melesat dengan cepat dan mencoba menebas daging dari Apes tersebut. Unlimited Sword Dance adalah teknik berpedang yang kukembangkan akhir-akhir ini. Saat menggunakan teknik itu, gerakanku sangat lihai layaknya seorang penari sambil mengayunkan sebilah besi yang mematikan.
'Sudah kuduga bahwa dagingnya sangat keras, aku harus memberikan sedikit tekanan lagi ke Katanaku'
Kemudian aku menkorversi Cakra yang mengalir dipedangku menjadi Element api. Alhasil kini bilah besi pedangku diselimuti oleh panasnya api yang menggebu-nggebu.
Zratt!! Zratt!! Zratt!!
HP bar milik Apes perlahan-lahan mulai berkurang sedikit-sedikit dan akhirnya hanya menyisakan setengah saja. Aku masih tetap melayangkan beberapa sayatan sambil menghindari ayunan tangan dari Apes itu.
Setelah beberapa kali melakukan sayatan, aku langsung menjaga jarak darinya karena merasa lelah setelah melakukan Teknik serta Penciptaan Element secara bersamaan.
'Kurasa aku harus lebih giat berlatih lagi untuk dapat menyesuaikannya dengan Tubuhku saat ini'
Graa!!
Setelah sedikit pulih, Apes segera berlari ke arahku dengan cepat sambil mengepalkan satu tangan besarnya. Aku yang melihatnya ingin segera menghindarinya sesegera mungkin, tetapi tiba-tiba...
'Sialan!! kenapa badanku tidak dapat digerakkan? Gawat Gawat Gawat!! apa karena ini efek setelah menggunakan kedua Teknik gabungan tadi'
Saat Apes tersebut sudah berada tepat didepanku. Aku hanya bisa pasrah dan menutup mataku, apa kali ini aku akan mati muda lagi? yah lagipula sudah takdirku untuk menjadi orang yang selalu sial dimanapun tempatku berada .
'Kuharap kali ini tidak menyakitkan'
Boomm!!
Sebelum Apes melayangkan tinju besarnya, ada sebuah serangan yang melesat dari atas dan menyebabkan asap mengepul didepanku sekarang ini. Aku membuka mata, dan saat asap tersebut menghilang. Aku melihat ada seorang pria kekar yang sudah berdiri diatas mayat Apes sebelumnya.
"Pengawas Kreill"
__ADS_1
-
To be continue.