My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 13 ~ Penciptaan dan Manipulasi Element


__ADS_3

Setelah mendapatkan buku dari Reni aku segera berlari masuk kedalam kamar untuk membacanya dengan serius. Mungkin saja dari buku inilah aku dapat memanipulasi Element layaknya Reni tadi. Meskipun nantinya akan sulit, aku akan tetap mencobanya meski harus beberapa kali mengalami kegagalan.


Sekarang, aku sedang rebahan diri dikasurku yang empuk sambil membolak-balikkan halaman buku tersebut. Dan membacanya dengan sangat serius serta teliti. Tidak ada yang terlewat satupun kata saat aku membacanya, menandakan bahwa diriku sangat-sangat serius dalam belajar.


...


"Kurasa aku akan mencobanya"


Setelah membaca hingga 1 jam lamanya. Aku menutup buku tersebut dan langsung bangkit dari kasurku. Bukan karena alasan lain, aku hanya ingin mencoba seperti apa yang diterapkan di buku yang sebelumnya kubaca. Mulai dari pengaliran Cakra, dan pengkonversian Cakra menjadi sebuah Element.


Tunggu, jika Cakra dapat memanipulasi sebuah Element. Apa berarti Cakra dapat menciptakan sebuah Element layaknya Mana?


Pertanyaan yang terlintas di benaku itu membuatku penasaran. Meski Reni pernah mengatakan bahwa Cakra hanya bisa memanipulasi Element yang ada di sekitar kita. Tetapi aku masih tetap saja sedikit meragukan argumen tersebut.


Karena dengan Sains. Seluruh hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Itulah yang kupelajari dari pak Hartono, guru sainsku pada kehidupan sebelumnya.


Dengan adanya penggabungan beberapa unsur pembentuk elemen, mungkin saja Cakra juga dapat menciptakan sebuah Element. Ya, benar aku akan mencobanya. Untung saja ajaran Pak Hartono mudah dimengerti.


"Akan kumulai..."


Aku memejamkan mataku sambil mengulurkan tangan kananku kedepan dengan posisi Telapak tangan menghadap atas. Aku berusaha berkonsentrasi untuk mengalirkan sebuah Cakra dan memusatkannya ke Telapak tanganku.


Aku juga membayangkan tentang pembentukan Element api. Karena dalam Sihir, imajinasi merupakan langkah yang sangat penting untuk menciptakan sebuah Element.


Dengan adanya imajinasi yang tinggi, pembentukan Element akan menjadi lebih cepat. Dan itu akan sangat berguna saat bertarung dengan musuh ataupun monster.


Baiklah kembali fokus, disaat aku sudah mendapatkan gambaran Tentang api. Aku membuka kedua mataku untuk memeriksa apakah percobaanku berhasil atau tidak. Dan ternyata...


Swussh!!

__ADS_1


Secuil api kecil muncul di Telapak tanganku. Meski sangat kecil, tetapi ini saja sudah membuktikan bahwa Teoriku sangatlah benar, dan sepertinya didunia ini tidak mengenal Pengetahuan Sains sehingga mereka jarang melakukan uji coba sepertiku.


Yah, hasil ini juga berkat pak Hartono yang merupakan Guru sainsku dulu. Jika bisa kembali lagi ke kehidupan sebelumnya, aku ingin berterimakasih kepadanya. Meski mustahil sih hahaha. Sama sekali tidak lucu (Cringe)


Baiklah sekarang tinggal mencoba memanipulasi Element, aku mencari kesana dan kesini untuk mencari elemen apapun yang ada di sekitarku. Dan aku melihat ada segelas air minum yang terletak diatas meja disamping kasurku. Mungkin benda itu bisa menjadi objek percobaan yang pas untukku.


Saat aku membaca buku tadi, disebutkan bahwa jika memanipulasi sebuah Elemen harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi dibanding dengan penciptaannya. Sepertinya akan sangat sulit, tetapi jika belum mencobanya maka kita tidak akan tahu hasilnya nanti kan.


Karena hari sudah mulai gelap, aku memutuskan untuk segera menyelesaikannya disini agar kedepannya nanti aku tidak kerepotan jika bertemu dengan musuh. Aku mengulurkan tanganku ke arah Gelas tersebut dan menutup mata untuk berkonsentrasi.


Bagi seorang yang menggunakan Cakra tidak perlu rapalan layaknya sihir bagi kalangan orang yang memiliki Mana. Inilah salah satu kelebihan dari pengguna Cakra, selain mempersingkat serangan. Cakra juga lebih berkualitas dibandingkan dengan Mana.


Baiklah kembali fokus, saat berkonsentrasi aku membayangkan jika air itu terangkat sambil mengalirkan Cakra ke tanganku. Disaat aku membuka mata, dengan tiba-tiba Air dalam Gelas itu sudah terangkat ke atas.


Wajahku berubah menjadi sangat senang ketika melihatnya dan secara tidak sadar, aku mengalirkan banyak Cakra ke air tersebut. Hingga air tersebut meledak karena kelebihan Cakra.


"Sepertinya sudah cukup untuk sekarang"


...


Keesokan harinya.


Matahari mulai terbit dari ufuk timur, sebelumnya Rena sudah membangunkanku dari tidurku. Aku segera beranjak dari kasurku dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan gosok gigi.


Selepas itu aku kembali ke kamar untuk memakai seragam Akademi yang kemarin sudah dibagikan oleh Pak Weisten kepada seluruh murid. Jika boleh menilainya, seragam ini lumayan juga untukku. Ukurannya sangat pas dan sesuai dengan tubuhku.


Terlebih lagi warna hitam disertai warna putih adalah kombinasi warna yang paling kusuka. Mungkin aku akan memakainya selama-lamanya.


"Tuan Muda, sarapannya sudah siap.."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera Turun"


Mendengar panggilan dari Rena. Aku segera beranjak keluar dari kamar dan turun ke lantai satu untuk memulai hari dengan sarapan ditemani oleh dua Maid Demi-Humanku yang cantik.


Tidak lupa juga sebelum itu aku mengambil pedang Katana milikku yang sebelumnya kutaruh disamping kasur untuk berjaga-jaga jika ada orang yang ingin membunuhku. Yah, meski Paman Kevin sangat kuat, tetapi aku juga tidak boleh bersantai-santai begitu saja setelah mengetahui bahwa dunia ini sangatlah keras.


Setelah aku turun, aku segera menuju ke meja makan yang berada di tengah-tengah ruangan Mansion Lantai satu ini. Disitu sudah ada Rena, Reni, dan juga Paman Kevin yang sudah duduk menungguku untuk memulai sarapan pagi.


Sebenarnya, dulunya mereka sempat ragu untuk makan bersamaku dan memilih untuk menungguku sampai selesai makan. Tetapi aku menolaknya dan memaksa mereka untuk sarapan bersama, kau tahukan? makanan akan lebih nikmat jika dimakan bersama-sama. Setelah itu mereka bertiga menyerah dan pada akhirnya pasrah dengan keputusanku.


"Tuan muda bagaimana hasilnya kemarin?" Tanya Reni sambil mengedipkan sebelah matanya kepadaku.


"Sangat menakjubkan, bahkan aku bisa menambahkan sedikit bumbu.."


Mendengar jawaban dariku Reni menjadi bingung. Bumbu? bumbu apa yang sebenarnya dia maksud? padahal aku hanya memberinya sebuah buku milik kakekku dulu. Begitulah pikirnya.


Kemudian aku langsung duduk dan memulai sarapan bersama ketiga orang lainnya, aku bercerita banyak hal saat melaksanakan seleksi di Akademi Mervest. Mulai dari berkenalan dengan wanita cantik dijalan, mempermalukan keturunan Duke, dan menghajar orang yang berbakat dalam sihir.


Tentu saja mereka bertiga tidak percaya padaku, karena sebelumnya mereka belum kuperlihatkan skill pasive yang kumiliki. Tetapi percaya atau tidak itu urusan mereka, yang penting aku sudah menceritakan semua yang sudah kualami.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi, aku berpamitan kepada mereka bertiga untuk segera berangkat menuju Akademi Sihir Mervest.


Mereka bertiga tidak mengantarku lagi karena aku sudah mengahafal jalan menuju ke sana. Jadi tidak perlu khawatir jika aku tersesat.


Dengan ini langkah baruku sebagai Pahlawan Sementara di dunia yang disebut Crimel World akan dimulai. Demi menjaga dunia sebelum para Pahlawan yang asli datang untuk mengalahkan Raja iblis.


Aku akan menjadi lebih kuat lagi hingga saat itu tiba.


-

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2