
Berfokus pada sepuluh abad yang lalu, dimana dunia masih diselimuti oleh kegelapan. Serta keberadaan seluruh ras yang mengalami kepunahan karena kemunculan Raja iblis pertama beserta dengan pasukan Demonicnya. Mulai dari Manusia, Elf, Dwarf, Beast, dan Demi-Human.
Kelima negara dari masing-masing Ras kemudian memutuskan untuk membentuk aliansi untuk menaklukkan Raja iblis pada masa itu.
Mereka mengumpulkan pasukan untuk memerangi Ras Demon. Alhasil peperangan sengitpun terjadi, banyak pertumpahan darah diantara keenam ras yang saling berperang itu.
Saat kelima ras berhasil mendesak Ras Iblis dan sudah ingin mencapai Kastil Raja iblis. Ada 7 iblis yang menghalangi pasukan mereka.
Iblis-iblis itu dikenal dengan sebutan The Seven Deathly Sins atau yang biasa disebut dengan Tujuh Dosa besar.
Kekuatan dari ke Tujuh dosa besar iblis sangat mengerikan. Bahkan salah satu dari mereka saja dapat menghancurkan satu kerajaan dengan sangat cepat dan mudah.
Alhasil kelima Ras Aliansi dibantai satu persatu oleh ketuju iblis tersebut. Tidak ada ampun, tidak ada kesempatan, dan tidak ada harapan.
Tetapi karena pengorbanan dari pasukannya, kelima Penguasa dari masing-masing Kerajaan berhasil meloloskan diri dan memutuskan untuk mundur demi menyusun rencana yang strategis.
Kelima Raja mengadakan perundingan dan memutuskan untuk memanggil para pahlawan dari dunia lain yang disebut-sebut dengan Five Guardian Engine.
Saat melakukan pemanggilan, memerlukan kapasitas Mana yang sangat besar dan mereka bingung akan hal itu. Hingga ada seorang yang mengajukan diri karena memiliki kapasitas Energi yang sangat besar sekali, dia bernama Ferlin Werlock.
Seorang wanita dengan rambut putihnya yang panjang seperti halnya salju disertai dengan wajahnya yang rupawan dan dapat mengikat pria dengan satu tatapan saja. Dia menyatakan bahwa dia memiliki kapasitas Energi yang sangat besar, tetapi itu bukan Mana melainkan Cakra.
Awalnya Kelima penguasa terlihat ragu dengan wanita itu karena mereka tidak yakin dengan adanya Energi selain Cakra di dunia ini. Tetapi situasi sekarang ini tidak ada kesempatan untuk ragu sehingga kelima Raja sepakat untuk memanggil para pahlawan dengan mengorbankan Wanita itu.
"Sebelum itu siapa namamu Nona muda dan dimana Asalmu?!" Tanya sang Ratu Elf.
"Tentu saja yang mulia ratu, perkenalkan namaku adalah Ferlin Werlock. Dan aku berasal dari bumi" Jawabnya dengan anggun.
"Bumi, aku tidak pernah mendengar tempat itu. Apa itu wilayah ba-"
"Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi yang mulia Ratu Nova..." Potong Raja Erwind yang merupakan raja pertama ras Manusia pada saat itu.
__ADS_1
"Yang mulia Erwind memang benar, kita harus segera melakukan pemanggilan para pahlawan, agar pengorbanan pasukan kita tidak sia-sia" Ujar Derf yang merupakan kurcaci mungil atau bisa disebut dengan ras Dwarf.
"Nona Ferlin apa kau yakin dengan keputusanmu untuk ini?!..." Kali ini yang bertanya adalah Randlof, dia adalah penguasa dari Ras Beast.
"Ya .... aku sudah memutuskannya, dan aku sangat yakin sekali bahwa keputusanku ini adalah yang terbaik"
"Kalau begitu kami akan memulai ritualnya..."
Lalu kelima raja segera mengelilingi Ferlin dari berbagai arah, dan merekapun mulai merapalkan sebuah mantra yang sepertinya digunakan untuk memanggil para Five Guardian Engine.
"Summoned de romuro no laurance..."
Sring!!
Sebuah lingkaran sihir yang sangat besar muncul dibawah kaki Ferlin, dan semua raja masih tetap merapalkan mantranya untuk menyempurnakan sihir pemanggilannya.
Disaat sudah sempurna, perlahan lingkaran sihir mulai bercahaya dengan terang, dan tubuh Ferlin juga ikut bersinar sambil memancarkan banyak Energi yang sangat besar. Bahkan para penguasa juga terkejut dengan Energi yang dimiliki oleh wanita yang bernama Ferlin itu.
'Apa ini Mana?!'
'Ugh!! ... siapa sebenarnya wanita itu?!'
'Apa benar selain Mana terdapat energi yang lebih kuat lagi?!'
Perlahan tapi pasti, Tubuh Ferlin mulai lenyap menjadi butiran-butiran kecil yang terangkat ke atas langit. Mulai dari kaki dan merambat habis hingga kepala. Sebelum dia menghilang, dia sempat tersenyum dengan indah dan menggumamkan suatu kata yang sepertinya ditujukan oleh seseorang yang akan datang dimasa depan nanti.
Setelah sepenuhnya menghilang, hanya menyisakan lingkaran sihir yang bercahaya saja. Tidak lama kemudian lingkaran sihir itu mulai memancarkan cahaya yang lebih terang lagi dan lebih terang lagi hingga membuat kelima Penguasa silau.
"F-five Guardian Engine?!"
Saat membuka matanya, Kelima penguasa sangat terkejut karena sudah ada lima orang yang membawa senjata yang berbeda-beda. Mulai dari pedang, Tombak, Busur, Staff, dan Perisai.
__ADS_1
________________><_________________
"Huff ~ kira-kira bagaimana keadaan Tuan muda saat ini?!"
Saat ini di kamar Felix yang berada di mansion keluarga Edgard. Ada seorang Demi-Human berambut putih yang sedang berbaring sambil mengendus-endus selimut milik Felix.
Dia adalah orang sama yang telah mengajari Felix mengendalikan Mana. Ya, dia adalah Reni, setelah Felix memberi kabar bahwa akan tinggal di akademi hingga lulus nanti. Reni adalah orang yang paling terkejut dibandingkan dengan kedua pelayannya lain.
Hal itu disebabkan karena Reni sangat menyayangi Felix sedari kecil, dan dia sangat memanjakannya meskipun umurnya saat ini sudah mencapai 10 tahun. Meski Felix sedikit terganggu dengan sikap kekanak-kanakan Reni yang selalu menganggapnya seperti anak kecil.
Felix tidak pernah sekalipun membenci sifatnya itu. Karena saat dikehidupan sebelumnya ia belum pernah merasakan adanya keluarga karena hidup sebatang kara. Oleh karena itu, dengan adanya Reni yang selalu memanjakannya. Felix dapat merasakan apa yang dinamakan dengan kasih sayang seorang keluarga.
Jgrek!!
"Reni ... Berhenti mengendus-endus selimut Tuan muda!! aku baru saja mencucinya tahu!!"
"Berisik Rena!! kau tidak tahu perasaanku setelah Tuan muda tidak kembali dalam kurun waktu yang lama"
Orang yang membuka pintu kamar adalah Rena, saudara kandung dari Reni. Meski Reni adalah kakaknya, entah kenapa sifat keduanya sangat berkebalikan.
"Sudahlah Rena!! kau sebenarnya juga rindu dengan Tuan muda kan?! bergabunglah bersamaku disini" Reni melirik dengan tatapan mengejek kepada Rena.
"Maaf tapi aku bukanlah orang mesum sepertimu"
Brak!!
Rena membanting pintu dengan keras dan hanya meninggalkan Reni didalam kamar itu. Reni hanya memiringkan kepalanya seolah tidak mengerti dengan tindakan Rena. Mesum? aku kan hanya melepaskan rasa rinduku, apa itu salah?
Mengesampingkan pikirannya tersebut, Reni melanjutkan kegiatan menciumi selimut Felix sambil cengar-cengir sendiri.
"Muehehehe ~ Tuan Muda cepatlah kembali"
__ADS_1
-
To be continue.