My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 29 ~ Kejadian Tidak Terduga


__ADS_3

"Bodoh!! kenapa orang sepertimu mendapat perhatian dari idol Akademi. Kenapa bukan aku saja!! Arg!!"


"Kau mau?! kenapa kau tidak gantikan saja aku besok?! mungkin dia tidak keberatan jika itu bersamamu"


"Tidak! Tidak! Tidak! bagaimanapun juga kau yang harus melakukannya. Karena kau adalah lelaki yang dipilihnya sendiri."


"Apa maksudmu yang dipilih? bukannya besok aku hanya harus membantunya saja"


'Anak ini terlalu bodoh, sekarang aku menjadi kasihan dengan Steph yang juga memiliki perasaan padanya'


"Arg!! Lupakan, pokoknya besok kau harus membuatnya senang. Kau tahu? MEM-BU-AT-NYA SE-NANG!!"


Brak!!


Raphel menutup pintu kamarku dengan keras dan meninggalkanku sendiri didalamnya sambil memasang Ekspresi bingung dengan yang dikatakannya tadi. Yah, lagipula omongan yang selalu diucapkan olehnya juga tidak terlalu penting. Aku yakin itu hanyalah hal-hal bodoh lainnya.


Baiklah kesampingkan dulu itu, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menguji kembali konversi sihir yang sebelumnya pernah kucoba tetapi berakhir dengan kegagalan.


Aku beranjak dari ranjangku dan mencoba melakukan hal yang sama seperti dulu, yaitu mengalirkan Cakra kedua tanganku dan menkorversinya menjadi Element yang berbeda.


Tetapi yang berbeda kali ini aku sedikit memodifikasi caraku. Aku hanya mengalirkan sedikit Cakra di masing-masing Tangan agar tidak terjadi gejolak seperti sebelumnya.


Krak!! Krak!! Krak!!


"B-berhasil!!"


Saat aku mengarahkan tanganku ke sebuah Vas bunga yang ada didekatku. Vas tersebut menjadi beku, dan menandakan bahwa percobaanku ini berhasil.


Sebelumnya aku merubah Cakra di tangan kiriku menjadi Element Air sedangkan tangan kanan menjadi Element Angin. Alhasil jika kedua Element tersebut digabungkan akan tercipta Element baru, dan itu adalah Element Es.


Tidak berhenti begitu saja, aku mencoba memakai Element lainnya juga. Kali ini aku akan memakai Element api dan juga angin, dan saat aku melakukannya. Sesuai dugaanku, kedua tanganku mengeluarkan percikan listrik yang sangat keren.


"Hahaha ... sepertinya pelajaran Sains dari pak Hartono sungguh berguna didunia ini. Aku mencintaimu pak Hartono!!"


Lalu aku melompat-lompat di kasur karena sangat senang dengan percobaanku yang berhasil, saking senangnya. Setelah itu aku tertidur sangat pulas sampai hari menjelang pagi


_________________><_________________


"Kumohon!! bantulah aku untuk berlatih mengendalikan Mana"


"Humm ~ boleh saja ... Tetapi apa yang kudapatkan sebagai imbalannya?!"

__ADS_1


"A-aku akan mengabulkan satu permintaanmu, selagi permintaan itu tidak aneh-aneh" Jawabnya dengan sedikit gugup.


Saat ini aku sedang berada di halaman Akademi bersama dengan Gadis cantik yang bernama Marria Jennita. Dia adalah idol di Akademiku, dan karena berbagai alasan aku harus terjebak masalah dengan masalah rumit seperti ini. Sepertinya diriku yang ingin menikmati kehidupan normal di dunia ini tidak akan pernah tercapai.


Ngomong-ngomong karena sekarang Akademi Telah libur, banyak para murid yang menghabiskan waktu untuk berlatih ataupun menikmati jalan-jalan di pusat Kota, sehingga membuat akademi menjadi tempat yang sepi sekarang ini. Dan jujur saja mereka membuatku sedikit iri karena telah terjebak kesepakatan dengan Gadis ini.


'Kenapa sebelumnya aku menerima Tawaran untuk membantunya ya?'


"Hmm ~ Satu permintaan?! menarik. Baiklah aku akan membantumu"


"Kau tidak akan meminta semacam Hal yang mesumkan?!" Tatapnya dingin padaku.


"Hiyy!! ... Tentu saja tidak, aku tidak akan meminta kau menciumku atau semacamnya hahaha!!" Tawaku canggung. Tetapi Marria malah semakin melotot ke arahku.


Glek!!


"Ehem ... baiklah mari kita mulai, untuk permulaan cobalah untuk mengalirkan sedikit Manamu dan fokuskanlah ke Telapak tangamu"


Lalu Marria mengangguk dan mencoba sesuai dengan yang ku suruh. Dia memejamkan mata dan mencoba membayangkan bagaimana Mana miliknya mengalir ke satu titik, yaitu kedua telapak tangannya.


Setelah beberapa detik, dia membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia dengan apa yang muncul di atas telapak tangannya itu.


"Bagus, sepertinya kau adalah tipe orang yang cepat dalam belajar ya. Cobalah untuk menambah Mana yang kau alirkan dan buatlah gumpalan tanah yang lebih besar lagi"


"Humu"


Marria memejamkan kedua matanya kembali, kali ini dia mencoba hal yang sama seperti tadi. Hanya saja dia menambahkan jumlah Mana yang dialirkan.


Blar!!


"Kyaa!!"


Grep!!


"Apa kau tidak apa-apa?!"


Aku langsung menangkapnya saat Marria hampir terjatuh karena Gejolak Mana yang pernah kualami sebelumnya. Wajar saja sih, untuk menyeimbangkan Mana yang banyak juga harus memiliki daya konsentrasi yang besar. Jika tidak, maka Mana milikmu akan mengalami ledakan kecil sehingga membuatmu tidak dapat menjaga keseimbangan.


Sekarang wajahku dan Marria hanya berjarak beberapa centimeter saja. Posisiku saat ini sedang merangkul pinggulnya dengan satu tanganku dan mencegahnya agar tidak terjatuh.


Menyadari bahwa muka Marria memerah, aku langsung membantunya berdiri dan langsung melepaskan tanganku.

__ADS_1


"Ah maafkan aku ... Tanganku bergerak dengan sendirinya" Aku mengalihkan pandanganku karena saking malunya.


"T-tidak apa-apa ... T-erimakasih karena sudah menolongku" Jawabnya dengan kepala menunduk.


________________><_________________


Sementara itu ditengah kota ada seorang gadis Elf yang berjalan-jalan dan kelihatan sangat kesal sekali. Siapa lagi jika bukan Steph, dengan perasaan kesal setelah Felix diajak oleh Marria. Dia merasa marah dan akhirnya memutuskan jalan-jalan untuk meredakan kemarahannya.


"Lekaki sialan!! liat saja saat kau kembali nanti"


Steph terus berjalan dan menyita pandangan banyak orang karena telinganya yang runcing serta wajahnya yang cantik. Karena terlalu kesal, dia menjadi lupa dengan tudung yang selalu dia kenakan untuk menutupinya. Hingga semua orang yang ada dikota terkejut dengan adanya Elf di kerajaan ini.


Bomm!!


Sebuah ledakan keras terjadi, tidak jauh dari tempat Steph berada. Terdapat sebuah asap hitam yang mengepul tebal di udara.


"Apa itu?!"


Dengan cepat Steph berlari menuju ke tempat asap itu terjadi. Perasaannya tidak enak, apakah ada sesuatu di sana? merasa khawatir, Steph menambah kecepatan larinya.


...


"Siapa kalian!!"


Saat Steph sampai di lokasi kejadian. Sudah terdapat sembilan orang bertudung hitam dan menutupi muka masing-masing individu berdiri di atas bangunan yang runtuh. Dan dilihat saja Steph tahu bahwa mereka sangatlah berbahaya.


Hingga ada salah satu orang bertudung yang mendekat ke arah Steph, dan mengeluarkan Grimoire miliknya.


"Seorang Elf ya?! sepertinya ini akan menjadi tangkapan besar kali ini"


-


To be continue.


Author Note


Jujur saja Chapter yang satu ini ngebosenin banget bagi saya sendiri. Soalnya saya nulis juga sedang males banget sih:v


Jadi maaf banget ya kalau garing:v


Next Chapter akan saya buat lebih menantang lagi buat kalian ... hehehe

__ADS_1


__ADS_2