My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 36 ~ Rencana dimulai


__ADS_3

"Benar sekali, dan saya kemari untuk menyelesaikan Transaksi kami dengan anda sekalian" Aku menjawab.


"Kalau begitu, mari kita duduk terlebih dahulu..." Pria tua itu membalas.


Setelah itu aku dan juga Daniel segera mengambil posisi duduk pada Sofa yang ada di dalam ruangan Administrasi ini, aku dan Daniel duduk berdampingan sedangkan Pria Tua Ber jas rapi duduk di seberang bersama dengan pria botak, ada juga beberapa orang berjubah hitam yang berdiri di belakang mereka.


Jika boleh menyimpulkan, mungkin mereka adalah Anggota dari Organisasi Black Witch yang dibicarakan. Sepertinya aku harus mulai serius untuk sekarang ini, dalam urusan bisnis aku sudah menguasainya karena dalam perusahaan Edgard, akulah yang mengatur semuanya sedari kecil.


Aku akan menggunakan pengetahuan di kehidupanmu sebelumnya serta pengalamanku berbisnis untuk melakukan Drama ini.


"Ehm ~ Pertama tama mari perkenalkan diri, namaku adalah Anderson," Si Pria Tua ber jas menyebutkan namanya.


"Dan aku adalah Pemilik Elf disana, namaku adalah Goro..." Si Pria botak menyebutkan namanya.


Aku melirik sebentar ke arah Steph yang ada didalam kurungan tidak jauh dari tempat kami berada, dia tampak murung, meski kami ada disini, tetapi aku dan Daniel memakai sebuah tudung untuk menutupi wajah kami sehingga mungkin Steph tidak mengenali kami berdua sekarang ini.


Tapi perkenalan tanpa menunjukkan wajah adalah suatu tindakan tidak sopan, jadi aku membuka tudungku bersama dengan Daniel dan membuat terkejut Steph yang melihatnya, apakah dia terpesona akan wajah tampanku? Itu tidak mungkin.


Aku hanya mengangguk ringan pada Steph dan memberi dia isyarat untuk tetap diam agar rencana kami akan berjalan dengan mulus, dan tentu saja Steph langsung mengangguk setuju dengan apa yang ku isyaratkan, ah ras Elf memang sangat cakap dalam pergaulan.


"Namaku adalah Wilson von Benevick..." Daniel memperkenalkan diri, kami sudah sepakat untuk membuat nama palsu sebelumnya, hanya untuk pencegahan saja, " Dan orang disampingku adalah Festro von Rancel"


Oi... Oi... Nama panggilan apa yang kau berikan padaku?


"Benevick? Rancel? Maafkan aku tetapi aku belum pernah mendengar tentang nama Keluarg bangsawan seperti itu disini" Balas Anderson dengan raut wajah curiga.


"Kami adalah bangsawan kecil yang berasal dari Kota selatan, jadi wajar saja jika banyak orang yang tidak mengetahui"


Daniel membalas dengan sangat ahli, yah pada awalnya kami sudah menduga akan datang pertanyaan semacam ini, jadi kami sudah mengantisipasinya dengan tepat. Yang membuatku bertanya-tanya, apakah nama bangsawan seperti ini memang ada di Kota selatan sana? Jika memang benar, maka itu akan sangat berbahaya karena sudah memakai namanya.


"Aku mengerti, Jadi mari kita mulai pada Topik pertamanya, disini aku akan berperan sebagai Mentor/Perantara kalian untuk bertransaksi, jadi apakah kalian para Klien sudah menyiapkan Dananya?" Anderson bertanya.


"Tentu saja..." Aku mengeluarkan kantung kecil dan memperlihatkannya pada Anderson dan juga Goro.


"Baiklah, apakah aku bisa memintanya untuk memastikan jumlah Nominalnya?"

__ADS_1


"Tidak masalah, Tuan" Aku lalu memberikan kantung kecil tersebut pada Anderson, dan dia menerimanya dengan baik.


Anderson mulai melepaskan tali yang mengikat kantung kecil tersebut, aku melihat Daniel disampingku, dan mengangguk secara bersamaan untuk menandakan bahwa rencana akan segera di mulai tidak lama lagi, tepat saat Anderson membuka Kantung tersebut.


"I-Ini?"Anderson terkejut saat melihat isi kantung tersebut


"Ada apa? Apa Nominalnya pas?" Goro yang penasaran juga mendekat, untuk melihat apa yang ada di dalam kantung tersebut.


Di dalam kantung tersebut, bukanlah uang, melainkan sekumpulan bom asap yang sebelumnya kubeli dari salah satu pedagang di Dark Market, dan tentu saja aku sudah melepas semua pemicu pada bom tersebut, dan mengaturnya agar saat ada orang yang membuka kantung kecil tersebut, bom itu akan meledak.


"Kalian!!!"


Boom!!!


Tepat sebelum Goro menoleh pada kami, bom tersebut meledak, dan membuat asap memenuhi ruangan ini, semua orang di dalam batuk tanpa dapat melihat apapun, karena ruangan Administrasi adalah ruangan dengan Privasi tinggi, hanya ada sedikit fentilasi disini, sehingga akan butuh waktu agar asap itu keluar dari ruangan tersebut.


Beberapa menit kemudian, asap di ruangan mulai memudar dan secara perlahan penglihatan semua orang sudah mulai kembali Normal lagi, Goro dan Anderson memeriksa apakah kedua orang tadi (Aku dan juga Daniel) masih ada, tentunya sudah tidak ada. Dan saat dia melihat ke kurungan tempat Steph ditahan, Elf tersebut juga tidak ada.


Goro berkedut, dia merasa marah karena sudah di bodohi oleh dua orang yang umurnya jauh lebih muda darinya.


"Sialan!!!"


Goro memutarbalikkan meja yang ada di depannya karena emosinya yang sedang meluap, atau lebih mudahnya disebut dengan marah.


"Cari mereka semua sampai dapat!!!"


"Baik!!"


***


Dua menit sebelumnya, aku dan juga Daniel sudah membebaskan Steph sesuai rencana, kali ini kami sudah ada di luar pintu Administrasi, dan pastinya di dalam sana mereka pasti masih dalam keadaan susah melihat maupun bernafas karena tebalnya asap, jujur saja ini adalah rencana yang cukup gila yang pernah kulakukan.


"B-Bagaimana kau bisa ada disini? Dan lagi, siapa dia?" Steph yang ada disamping kiriku bertanya. Sedikit aneh jika dia tidak mengenal Daniel yang merupakan orang mencolok di Akademi, pasalnya dia adalah pemilik Grimoire Zero, tapi aku akan tetap menjelaskannya nanti.


"Aku akan menjelaskannya nanti, yang penting sekarang kita harus segera bertemu dengan Nona Ele- sialan aku benar-benar melupakan dia!!!"

__ADS_1


Ya, aku benar-benar lupa tentang keberadaan dari Ketua Tim kami, Nona Elena Blaze dari Organisasi White Witch. Aku terlalu fokus hingga aku bergerak dengan rencanaku sendiri, yah selama Steph baik baik saja, maka misi ini masih aman aman saja.


"Oi.. cepat lakukan" Daniel mendesak.


"Baiklah"


Aku mengeluarkan Strip (Benang) yang sebelumnya juga ku beli dari pedagang di Dark Market, dan melilitkannya pada gagang pintu untuk memperlambat pergerakan Black Witch, mungkin hanya akan bertahan sekitar beberapa detik saja karena itu hanyalah benang biasa, bukan benang sihir.


"Seharusnya ini sudah cukup, kita harus segera keluar dari sini" Aku berkata kepada Steph dan juga Daniel, mereka mengangguk dan kemudian kami pergi untuk mencari jalan keluar di dalam Pelelangan ini, untungnya aku sudah menghafal setiap lorong saat wanita bertelinga kelinci sebelumnya mengatar kami masuk.


***


Kembali ke masa sekarang.


"Sialan!!! Kenapa tidak mau terbuka" Goro mendobrak-dobrak pintu ruang administrasi yang sedari tadi tidak kunjung terbuka.


"Ketua, mungkin saja mereka sudah mengunci kita dari luar" Salah satu bawahannya berbicara.


"Kalau begitu, aku hanya harus menghancurkannya bukan?" Goro bersiap menggunakan sihir dengan tangannya.


"Ehm ~ Merusak Properti Pelelangan sangat tidak dianjurkan, kalian harus membayar kerusakan jika itu terjadi" Anderson berkata.


"Apa kau mau cari mati, Pak Tua sialan!?" Goro mendekat ke Anderson, dan menarik kerah jas miliknya ke atas.


"Kekerasan juga tidak dianjurkan disini" Anderson tetap bersikap santai.


Goro yang masih tersulut emosinya karena kejadian sebelumnya, mulai mengangkat tinjunya tinggi-tinggi dan bersiap memukul pak tua Anderson, namun sebelum itu terjadi, sebuah kejadian tidak terduga terjadi, Anderson perlahan memegang tangan Goro yang digunakan untuk menarik kerah jas miliknya.


Gubrak!!


"Gohok"


Dalam sekejap, Goro diputar balikkan dan dibanting dengan keras di lantai hingga membuatnya pingsan, para bawahannya hanya bisa menganga lebar melihat ketua mereka yang dikalahkan dalam sekejap mata. Terlalu kuat, pak tua itu terlalu kuat, begitulah pikir mereka.


"Sudah kubilang, kekerasan sangat tidak dianjurkan disini"

__ADS_1


-


To be continue


__ADS_2