My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 22 ~ Ape's


__ADS_3

"Kenapa kau malah mengajakku ke sini?"


"Y-ya maaf ... soalnya untuk mengajakmu sangatlah susah jadi aku menggunakan cara licik seperti ini ... hahaha"


Saat ini aku, Raphel, dan juga Steph sudah berada di depan hutan Mallow. Yaitu hutan yang dipenuhi oleh monster-monster lemah dan biasanya dipakai oleh petualang untuk berlatih disini. Dikarenakan hari ini memasuki tengah malam, suasana hutan menjadi sangat mencekam, ditambah lagi dengan suara-suara aneh yang dikeluarkan oleh monster didalam hutan itu.


Sebelumnya Raphel sempat pergi ke Asrama wanita dengan cara mengendap-endap, meskipun sangat susah. Dia akhirnya berhasil mengajak Steph dengan menggunakan sedikit kebohongan, yaitu mengatakan bahwa Felix mengajaknya untuk kencan. Mendengar itu Steph dengan cepat bersiap-siap dan langsung menuju ke tempat yang sudah dijajikan.


Raphel tersenyum puas karena dia tahu bahwa Steph memiliki Rasa pada Felix. Karna biasanya Steph menolak setiap ajakan darinya, jadinya ia menggunakan kelemahannya itu untuk mengajaknya.


"Jadi bagaimana Tuan boss?! apa kita akan melanjutkan masuk? atau langsung kembali ke asrama lagi?!" Lirikku pada Raphel


Raphel terlihat ragu untuk memasukinya, wajar saja sih karena hutan itu gelapnya bukan main. Tentu saja hal itu akan membuat kami semua merinding ketakutan ketika melihatnya saja.


"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan mentalku sebelum kesini"


"Jangan bercanda, aku tidak ingin bermain-main dengan orang bodoh sepertimu"


"Ohh,, apa kau takut Stephanie Wesline?" Ejek Raphel dengan muka meledeknya.


"Haa!! Siapa yang takut?!"


"Apa kau tidak ingin mengambil kesempatan ini untuk berpegangan dengan tangan Felix saat didalam hutan nanti" Bisik Raphel dekat dengan telinga Steph.


Muka Steph langsung memerah padam, aku yang melihat mereka berdua selalu berantem mulai berpikir kalau mereka itu sangatlah cocok untuk menjadi pasangan. Kenapa mereka tidak jadian saja ya? tapi apa sistem seperti itu ada didunia ini? ah lagipula bukan saatnya memikirkan hal itu, mungkin aku dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan levelku nanti.


"Oi kalian berdua,, cepatlah sebelum pengawas Kreill menyadari kita" Aku merasakan bahwa hari semakin dingin dan gelap.


"Baik-baik tukang perintah, Steph bisakah kau membuat sihir cahaya untuk menerangi jalan kita?!" Pinta Raphel dengan muka memelas.


"Sialan!! ini terakhir kalinya aku menuruti permintaan bodohmu ini ... Noelli mo casser"


Sringg!!


Sebuah cahaya kecil muncul di telapak tangan Steph. Kemudian perlahan-lahan mulai terangkat ke atas untuk menerangi jalan kami nantinya.


Setelah merasa bahwa seluruh persiapan sudah beres, kami berlanjut memasuki hutan dipimpin oleh Raphel. Tentu saja karena aku tidak mau jika harus berjalan duluan di hutan yang gelap ini, jadi aku biarkan saja dia berjalan didepan agar saat ada monster dia duluan yang dimakan.


Saat dimalam hari hutan mallow sangatlah sepi akan petualang, jadi Raphel mengambil kesempatan ini untuk mencoba sihir barunya ke salah satu monster yang akan mereka temui nantinya. Akan tetapi kami semua tidak mengetahui mengenai fakta yang tersembunyi di hutan ini, yaitu waktu malam hari monster dihutan akan menjadi lebih agresif dan lebih kuat dibandingkan saat di pagi hari.

__ADS_1


Kami bertiga terus berjalan hingga menelusuri hutan ini lebih dalam lagi. Belum ada tanda-tanda kemunculan seekor monster, sehingga membuatku bingung dan heran.


"Apa ini tidak terlalu aneh?"


"Maksudmu?"


"Bukankah kita sudah lima menit menelusuri hutan tetapi tidak menemukan satupun monster disini?"


Raphel dan Steph baru sadar ketika aku mengatakannya. Sebenarnya yang mereka berdua sedari tadi apa sih? apa mereka menganggap bahwa sekarang ini sedang jalan-jalan.


Tidak lama kemudian Tanah tempat kami semua berdiri bergetar dengan hebat. Kami saling mendekat dan membuka Grimoire sementara aku menarik pedang dari sarung yang ada di pinggangku.


Kami bertiga saling membelakangi dan saling menjaga masing-masing arah, untuk menetapkan posisi bertahan.


Dan yang benar saja, sesosok makhluk besar mulai muncul dari balik gelapnya hutan Mallow. Dia memiliki badan setinggi 10 meter dan rupanya sangat mirip seperti dengan Kera


"Astaga!! ... Kingkong!!"


"Jadi makhluk ini yang membuat monster lemah di hutan ini tidak mendatangi kita" Gernyit Raphel


"Sepertinya kita sudah masuk terlalu dalam hingga masuk ke wilayah Apes"


Monster itu bernama Apes, salah satu monster tingkat tinggi dengan kekuatan fisik yang sangat tinggi. Meskipun tidak dapat menggunakan sihir, masih saja tetap berbahaya dibandingkan monster lainnya yang berukuran kecil.


Tetapi yang membuatku heran adalah, ini adalah kedua kalinya aku memasuki Hutan Mallow bersama dengan Raphel sejak tiga hari yang lalu. Saat itu kami hanya menemukan monster kecil seperti Slime dan Goblin yang merupakan monster terlemah. Dengan katana dan sihir milik Raphel tentu saja kami dapat membunuh mereka dengan mudah.


Lantas darimana monster ini muncul? apa dia jatuh dari langit? sepertinya tidak mungkin. Ah kupikir sekarang bukan saat yang tepat untuk memikirkan hal itu.


"Pembuat Onar ... kurasa sekarang adalah saat yang bagus untuk melakukan uji coba skill ampasmu itu"


"Kau ben- Tunggu, kau bilang apa?!..."


"Sudahlah cepat lakukan bodoh!!" Bentak Steph membuat Raphel terkejut.


"Hiiy!!!... Baiklah-baiklah ... Priesto no monela!!"


Swussh!!


Sebuah pusaran angin yang sangat besar tercipta setelah Raphel merapalkan sihirnya. Grimoire miliknya bersinar terang, dan perlahan pusaran angin itu menerjang Apes dengan cepat.

__ADS_1


Bwush!!


"APA?!"


"Sialan ... lagi-lagi sihirmu ampas juga kan"


Pusaran Angin dari sihir Raphel langsung lenyap ketika menabrak Apes. Seperti yang telah aku duga, fisik dari kingkong itu sangat kuat sehingga sulit sekali untuk melukainya.


Graaa!!


Apes memukul-mukul dadanya sambil berteriak sangat keras dan menimbulkan kericuhan di hutan Mallow. Suara itu juga terdengar sampai kota hingga ke Akademi sihir sehingga banyak sekali orang heran dengan asal dari suara tersebut.


______________><______________


"Sialan, kenapa kita harus lari segala?"


"Sayang sekali, tapi aku tidak ingin mati dengan konyol lagi"


"Apa maksudmu?!"


Sekarang, aku bersama kedua temanku lainnya sedang berlari sekencang mungkin dari Apes yang mengejar kami dibelakang. Meskipun badannya terlihat sangat besar, tetapi langkahnya begitu lebar sehingga jarak yang kami ciptakan hanyalah beberapa meter saja.


Tidak peduli arah akan membawa kami kemana, yang pasti kami berpikir harus selamat dari kejaran king- ah maksudku Apes tersebut.


"Oi Felix lakukan sesuatu ... bukankah kau murid paling cerdas di kelas kita" Teriak Steph yang berlari disampingku.


"Terimakasih atas pujiannya,, tetapi maaf aku sama sekali tidak memiliki rencana saat ini"


"SIALAN!! kenapa disaat yang seperti ini kau malah kehabisan ide!!"


"Aku tidak ingin medengar ucapan itu dari orang bodoh yang menyeret kami semua ke dalam hutan ini"


Kami semua terus berlari sekencang mungkin untuk menghindari kejaran Apes dibelakang kami. Sembari berlari, aku berpikir keras untuk mencari solusi untuk keluar dari malapetaka sekarang ini. Hingga suatu ide gila terbesit di kepalaku.


"Aku tahu!!"


Mendengarku yang tiba-tiba berteriak, Raphel dan juga Steph terkejut. Mereka bertanya-tanya kenapa aku berteriak sangat keras sambil tersenyum bahagia sementara kondisi kami sangatlah menyedihkan.


"Aku punya sebuah rencana, jadi dengarkan baik-baik..."

__ADS_1


-


To be continue.


__ADS_2