
"Bagaimana dengan perkembangan pahlawan sementara kita, Zeus?"
"Tidak buruk, bahkan dia sudah mengalami peningkatan yang bisa dibilang cukup Drastis"
"Ah ... aku juga memperhatikannya, dia sudah dapat menguasai sedikit dari Cakra ya"
Saat ini di ruangan putih yang tidak berujung terdapat meja bundar yang terdapat beberapa sosok Dewa-Dewi duduk disekelilingnya. Mereka semua sedang membahas tentang Felix, yang saat ini sedang dalam masa pertumbuhannya untuk mengenal lebih dalam tentang dunianya sekarang dan seluk beluk tentang kekuatan sihir.
Sebenarnya para Dewa merasa tertarik saat Felix dapat menguasai penciptaan dan pengendalian Element menggunakan Cakra dengan sangat singkat dan kelihatannya juga mudah.
Ini juga alasan kenapa Felix dipilih sebagai pahlawan sementara untuk menjaga dunia yang diambang kehancuran karena munculnya raja iblis baru. Bukan karena Gacha, tetapi Zeus sebenarnya sudah lama mengawasi Felix saat didunia asalnya.
Dia memiliki hati yang sangat murni dan baik, serta disatu sekolah dirinya mendapat ranking satu dalam berbagai aspek pelajaran dan bidang. Hal itu membuat Zeus kagum sehingga dia memutuskan untuk menjadikan Felix sebagai Sang terpilih.
Meski dia harus mengubah Takdir Felix mengalami kematian paling konyol sewaktu pulang sekolah, dia merasa bersalah saat itu. Tetapi setelah melihat Felix yang sedang menikmati kehidupan kedua yang diberikannya. Dia sudah merasa lebih baik kembali.
Saat ingin mereinkarnasinya sebenarnya Zeus berniat memberikan kekuatan yang luar biasa kepadanya, tetapi karena Felix memilih sebuah Keberuntungan dibandingkan dengan Kekuatan.
Dia tidak bisa memaksanya lebih jauh lagi, mau tidak mau dia harus membuang niat jauh-jauh menjadikan Felix karakter OP karena hanya sebuah Keberuntungan saja.
Meski begitu, tetapi saat melihatnya secara langsung Zeus mengerti kenapa Felix meminta berkah keberuntungan dibandingkan dengan kekuatan. Ternyata dampak dari Keberuntungan lebih mengerikan dibanding dengan Sihir kuno yang mematikan didunia itu.
Pasalnya seluruh kejadian baik yang tidak terduga selalu berpihak padanya. Mulai dari saat mencari masalah dengan keluarga Duke, bertarung dengan Albert, dan dalam praktek penguasaan sihir dapat menggaet cewek cantik. Saat itulah Zeus tersadar bahwa keberuntungan yang diberikannya sangatlah mengerikan.
"Hahaha ... Tidak kusangka bahwa dia sudah dapat mencuri hati seorang wanita secepat itu. Bahkan dari seorang Elf yang merupakan ras paling menawan diseluruh dunia" Tawa sang Dewi cinta, Lafiena.
Dia memiliki postur badan mantap jiwa seperti yang diharapkan oleh para laki-laki. Jika saja ada seorang manusia disini, mungkin dia langsung jatuh cinta saat pandangan pertama karena wajahnya yang cantik serta badannya yang mantul.
Tetapi tidak bagi para Dewa, karena mereka sudah mengetahui sifat asli Lifiana yang suka seenaknya sendiri, haruskan jatuh cinta mereka akan langsung menjauh darinya saat dia mendekat.
"Tetapi Zeus, kenapa kau tidak memberinya kekuatan yang luar biasa seperti layaknya kartun yang dia tonton di kehidupan sebelumnya?" Tanya sang pemberi berkah, Dewa Harold.
__ADS_1
"Itu karena dia menolak tawaranku dan memilih Keberuntungan tinggi dibandingkan dengan kekuatan besar yang kutawarkan"
"APAA!!"
Semua Dewa terkejut saat Zeus mengatkannya dengan enteng. Pasalnya sekarang dunia sedang dalam bencana lo? memberi pahlawan keberuntungan dibandingkan dengan kekuatan sepertinya bukanlah pilihan yang tepat baginya. Namun Zeus langsung menyangkalnya, karena ia menyadari bahwa Keberuntungan tinggilah yang sebenarnya sangat mengerikan.
"Kenapa kau melakukan hal seperti itu wahai Dewa Zeus ... Baka!! Baka!!" ujar Dewa Kesialan yang bernama Typhon.
Dia adalah dewa yang sebelumnya memberikan semua kesialan kepada Felix di kehidupan sebelumnya. Tentu saja Dewa-Dewi sebelumnya sudah menegurnya tetapi Typhon tidak ingin berhenti karena sangat menarik.
Dia juga menyukai hiburan dunia seperti Anime, manga, dan Novel karena saat itu dia tidak sengaja ikut nobar saat mengawasi Felix didunia sebelumnya.
"Aku tidak ingin mendengar Kritik dari Dewa yang sudah memberikan kesialan padanya" Jawab cuek Zeus.
"Humu ... Humu" Para Dewa-Dewi lainnya mengangguk setuju dengan ucapan Zeus.
"Tapi apa tidak apa-apa jika membiarkannya begitu saja tanpa kekuatan?! bagaimana jika dia dalam keadaan berbahaya atau mendesak. Sepertinya kita harus memberi berkah kepadanya lag..."
_______________><________________
"Sepertinya statisktik kekuatan dan fisikku sudah ada peningkatan ya"
Sudah lima hari semenjak aku tinggal di asrama di Akademi sihir Mervest ini. Guru Hensel juga sudah membimbing kami dengan baik dalam hal Sihir maupun kekuatan Fisik. Sehingga saat ini aku merasa bahwa berkali-kali lebih kuat dibandingkan aku yang dulu, selain mendapat pelatihan di Akademi aku diam-diam juga mempelajari tentang Pengendalian dan Penciptaan Element.
Alhasil kini sekarang aku sudah dapat membuat Element dengan ukuran tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar (sedang).
Bicara soal Element, karena dari awalnya aku tidak memiliki Mana dan Atribut sihir. Aku dapat membuat seluruh Element sesuka hatiku tanpa terikat dengan dua dasar penggunaan sihir tersebut. Sepertinya Reni juga sama sepertiku, dan mungkin sebab itulah dia juga dapat membuat sihir berupa Cahaya saat aku kecil dulu.
Baiklah kembali fokus, saat ini aku sedang berbaring di kasur didalam kamar asramaku sambil membaca buku tentang Penguasaan sihir yang sebelumnya belum bisa dia lakukan karena harus menjaga fakta dirinya dapat menggunakan sihir meskipun Tidak memiliki Mana sama sekali.
Grek!!
__ADS_1
"Oi kawan ... karena Akademi sedang libur apa kau mau menemaniku ke hutan di dekat kota untuk berburu monster?!"
Seorang anak berambut hitam dengan tiba-tiba masuk kedalam kamanya dan langsung melompat disampingku hingga membuatku terkejut bukan kepalang. Anak itu bernama Raphel, selama lima hari ini dia sangat menempel padaku meskipun aku sudah menjauh darinya, dan itu membuat hubungan kami semakin dekat dan menjadi sebuah sahabat beneran.
"Sialan!! sudah kubilang untuk mengetuk pintu terlebih dahulu kan sebelum masuk. Dan untuk pertanyaanmu tadi, aku sudah pernah bilang jika nanti kita ketahuan menyelinap malam-malam akan mendapatkan hukuman mengerikan dari Pengawas Kreill dan Guru Hensel" Jawabku cuek.
"Ayolah sebentar saja ada suatu sihir yang ingin kucoba ... oh iya, kita ajak aja Steph sekalian agar dia tahu seberapa hebat aku"
"Bukannya semua sihir yang sebelumnya kau coba hasilnya ampas dan malah menjadi bomerang dirimu sendiri" Aku tetap memperhatikan bukuku tanpa meliriknya sedikitpun.
"Bagaimana kalau kubelikan Kroket setelah menemaniku"
Raut wajah Raphel berubah menjadi menyebalkan saat dia menatapku. Karena dia tahu bahwa aku tidak akan menolak hal yang berbau gratisan, mau tidak mau aku harus menutup bukuku sambil menghela nafas dan kemudian bangkit dari kasur sambil mengganti seragamku menjadi pakaian layaknya seorang petualang.
"Sialan kau, kuharap dulu aku membiarkanmu dibakar oleh Leon"
"Yuhuu!! ... kalau begitu aku juga akan memberitahu Steph soal ini" Lalu Raphel segera berlari keluar dari kamarnya.
"Oi tung.... ah sialan, apa dia tidak ingat jika Pengawas Kreill pernah bilang untuk tidak mendekati Asrama perempuan"
-
To be continue.
Author Note (PENTING)
Bangunan Asrama di akademi ada dua dan saling berseberangan yaitu untuk pria dan satunya lagi tentunya untuk putri.
Disini saya akan menjelaskan bahwa Asrama memiliki 2 lantai, lantai satu untuk Kelas-A dan lantai kedua untuk Kelas-B.
Dilantai ke satu juga ada satu kamar yang merupakan pengawas dari asrama ini, Kreill (akan dijelaskan di Next Chapter)
__ADS_1