My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 10 ~ Ujian Terakhir dan Grimoire


__ADS_3

Pelaksanaan ujian kedua berjalan dengan mulus. Tidak ada hambatan sekali saat pelaksanaannya. Meskipun aku menunjukkan Mana milikku yang sangat abnormal. Jadinya para murid sekarang memandangku dengan rendah.


Yah, aku tidak bisa menyangkal juga karena aku yang saat ini memanglah lebih lemah dari mereka. Tetapi meski begitu, aku akan tetap berusaha meski kegagalan menghampiriku berkali-kali. Karena sebuah kegagalan itulah aku masih dapat berkembang lebih jauh lagi. Dan dari kegagalan itulah aku dapat memperbaiki kesalahan dan menghindarinya agar tidak terulang lagi.


Ujian kedua sebelumnya memakan cukup waktu yang lama. Kalau kuperkirakan sekitara 2 jam lebih. Hal itu disebabkan karena para Guru dan kepala sekolah harus berpikir dengan baik untuk membagi para murid di Kelas-A dan Kelas-B. Meskipun aku tidak terlalu peduli, tetapi menurutku menunggu lama itu sangat membosankan.


...


Sekarang aku dan murid lainnya sudah berbaris lagi dan menghadap Weisten beserta dua Guru cantik sebelumnya yang ada didepan kami. Aku masih tidak bisa mengalihkan perhatianku dari tonjolan itu, dan secara tidak sadar perempuan disampingku menyikutku karena tahu bahwa aku melihat sesuatu yang seharusnya tidak kulihat.


Perempuan itu berambut pirang panjang dengan Busur yang ada dipunggungnya. Apa dia seorang Archer? sepertinya begitu jika dilihat dari ciri-cirinya. Aku melihat dari atas sampai bawah untuk menganalisis lebih jauh tentang badannya. Dan hasilnya aku menilainya 40 poin, karena tonjolannya lebih kecil daripada Guru itu.


"Apa yang kau lihat brengsek!!"


"A-ah ... Tidak aku hanya penasaran, apakah kau itu seorang Archer?"


Perempuan itu mencuekiku. Dia memalingkan pandangannya kembali ke depan seolah menganggapku tidak ada. Aku sudah mulai terbiasa dengan sikap yang seperti itu, wajar saja ya kan jika kau lemah, kau tidak akan mendapat perhatian dari orang lain. Begitulah hukum di Akademi ini.


"Aku akan menjelaskan tentang ujian ketiga sekaligus yang terakhir untuk kalian..."


Kemudian Weisten menjelaskan bahwa ujian Terakhir kami adalah mengkontrak sebuah Grimoire, atau yang biasa disebut dengan buku ahli sihir. Biasanya seorang penyihir harus memiliki sebuah Grimoire agar dapat mempersingkat rapalan mantra.

__ADS_1


Didalam Grimoire terdapat banyak sekali mantra sihir yang bahkan tidak ada di buku sihir biasa. Bedanya sihir yang ada di Grimoire dan buku sihir biasa adalah, karena didalam Grimoire terdapat banyak sekali sihir tingkat Tinggi dengan rapalan yang singkat. Sedangkan di Buku sihir biasa hanya ada sihir tingkat rendah hingga lanjut dengan rapalan yang panjang. Yah, menurutku itu tergantung dengan pemiliknya sendiri sih.


"Kalau begitu, untuk membuat kontrak dengan Grimoire milik kalian ... kami bertiga akan menuntun kalian menuju ke perpustakaan Akademi"


Kemudian Weisten beserta dengan kedua Guru cantik tadi menuntun kami semua untuk keluar dari Aula ini. Kami berjalan dilorong-lorong dengan rapi, dan melihat beberapa kelas beserta isinya. Di Kelas-A terdapat banyak sekali alat-alat sihir yang dipajang didalamnya dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sedangkan untuk Kelas-B, hanya terdapat bangku dan papan tulis yang sudah rusak. Terlebih lagi, fasilitasnya tidak selengkap dengan yang di Kelas-A. Dan itu membuat murid yang masuk ke Kelas-B menjadi murung.


Selang beberapa menit berjalan di lorong, akhirnya Weisten berhenti disalah satu pintu yang sepertinya adalah perpustakaan Akademi ini. Dia menyuruh Guru berambut merah untuk membuka pintu itu dengan kunci yang dibawanya. Dan setelah dibuka, terlihat banyak sekali rak-rak buku yang sangat banyak dan baunya yang Khas.


Di perpustakaan ini juga terdapat lantai dua yang hanya bisa dinaiki oleh para Guru di Akademi ini. Dan konon katanya, di lantai dua itu terdapat Grimoire yang sangat langka dan hingga kini belum ada orang yang pantas untuk mengkontraknya.


Para murid dipersilahkan untuk masuk oleh Weisten. Aku berada di barisan belakang sendiri karena tidak ingin ditatap dengan tatapan tajam seperti sebelumnya. Disaat aku memasuki perpustakaan aku sangat takjub dengan semua buku yang tersusun rapi di semua rak tersebut. Apa semua itu adalah Grimoire? begitulah pertanyaan yang terngiang di kepalaku.


Tidak lama kemudian seorang Pria muda berjas dan berambut hitam yang disisir ke belakang menghampiri kami dengan senyuman merekahnya.


"Perkenalkan, aku adalah Penjaga Perpustakaan di Akademi ini. Namaku adalah Wilhelm Smith, kali ini aku yang akan menuntun kalian untuk melakukan ujian Terakhir ini. Di ujian kali ini, kalian semua harus melakukan kontrak darah untuk menemukan sebuah Grimoire yang cocok untuk kalian nanti.


Caranya sangat mudah, kalian hanya harus meneteskan darah ke cawan yang ada disana dan mengucapkan "Grimoire La Alvaro" dan jika ada sebuah yang Tertarik dengan Mana milik kalian. Dia akan datang menghampiri kalian dengan sendirinya."


Mendengar penjelasan dari Wilhelm, para murid langsung bersemangat sekali tidak termasuk aku. Kenapa? tentu saja karena aku ini hanya memiliki sedikit sekali Mana. Lagipula mana ada Grimoire yang tertarik dengan orang yang memiliki Kapasitas Rendah sepertiku ini. Hanya satu kata, Tidak ada.


"Baiklah, kalau begitu ... kau yang ada disana majulah lebih dulu"

__ADS_1


Wilhelm menunjuk ke arah Daniel yang ada di paling depan barisan. Dia menyuruh Daniel untuk segera ke tempat Cawan besar berisikan air yang terletak di tengah-tengah perpustakaan ini. Meskipun aku tidak tahu itu cawan apa, tapi aku bisa merasakan bahwa ada banyak sekali Mana yang ada didalam air Cawan itu.


Setelah Daniel sampai didekat Cawan itu, kami semua hanya bisa melihat dari kejauhan agar tidak mengganggu konsentrasinya. Aku tidak bisa terlepas dari rasa penasaranku dengan Grimoire yang akan dimiliki oleh Daniel nanti. Kau tahukan, Daniel adalah seorang yang diberkahi Mana dengan jumlah yang banyak. Dan pastinya akan ada banyak Grimoire yang tertarik dengannya nanti.


"Baiklah ... mulailah"


Setelah mendengar aba-aba dari Wilhelm. Daniel segera menyayat sedikit jari jempolnya untuk menunpahkan sedikit darahnya ke dalam Cawan tersebut. Dan disaat bersamaan dia berkata.


"Grimoire La Alvaro"


Seketika Air didalam Cawan menyala dengan terang. Banyak sekali Grimoire yang keluar dari rak diperpustakaan ini langsung memutarinya dengan cepat. Yah, sudah kuduga sih akan seperti ini. Tetapi saat melihatnya secara langsung itu sangatlah keren, sama seperti anime yang pernah kutonton di kehidupan sebelumnya.


"Ambillah satu dan buatlah kontrak dengan menempelkan Darahmu ke Grimoire yang kau pilih"


Daniel hanya mengangguk untuk menanggapi perintah Wilhelm. Kemudian dia menutup kedua matanya dan berniat untuk mengambil secara acak Grimoire yang akan dia dapatkan nanti. Dia mengulurkan tangannya untuk meraih salah satu dari Grimoire yang bertebangan di sekitarnya. Dan disaat tangannya menangkap satu Grimoire Daniel membuka matanya.


"I-ini?"


Wilhelm dan para murid tercengang ketika Daniel mendapatkan Grimoire Zero, yang merupakan Grimoire langka yang selama ini belum memilih siapapun. Tidak disangka-sangka pula bahwa Grimoire Zero juga akan tertarik dengan Kapasitas Mana milik Daniel. Sebenarnya yang paling beruntung itu aku apa dia sih?


-

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2