My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 31~ Kota Cerles


__ADS_3

"Dimana kita akan menemukannya di kota seramai ini?" Tanyaku.


"Mana aku tahu bodoh!" Jawab Daniel dengan cuek.


"Aku sedang tidak bertanya padamu rambut pirang sialan!"


Saat ini Aku, Daniel, dan Elena Blaze yang merupakan salah satu dari anggota Seven Knight Royale sedang berada di kota yang besar yang bernama Cerles. Kota ini lebih besar dan mewah dari kota Greenland, karena memang awalnya kota ini adalah pusat perdagangan.


Selain itu, bangunan yang ada di kota ini menjuntai sangat tinggi sekali hingga hampir menyamai gedung. Sepertinya orang-orang yang menghuni kota ini adalah para sudagar kaya dan bangsawan sekelas Baron ataupun Viscount.


Dalam pencarian Steph, Ryan dan Elena pernah menjelaskan bahwa organisasi Black Witch sering bergerak di kota Cerles dan kota Hanzard. Dan itulah alasan kenapa Kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu untuk mempermudah menemukan keberadaan Steph yang berada di salah satu kota tersebut.


________________><________________


Kembali saat masih di ruangan kepala akademi, setelah Weisten membagi dua kelompok. Ada dua orang wanita yang masuk ke dalam ruangan tersebut. Kalau dilihat dari wajahnya, pasti mereka adalah dua guru cantik sebelumnya. Ya, mereka berdua adalah Jena dan Jeni.


"Master Weisten, kami telah membawakan dua Item yang anda maksud" Kata Jena


"Kalau begitu bagikan kepada Tuan Plounder dan Nona Blaze disana"


"Dimengerti"


Lalu Jena dan Jeni memberikan sebuah Item berupa batu kecil berwarna hijau yang bersinar-sinar kepada Ryan dan Elena. Kami semua pun merasa bingung, karena tiba-tiba Master Weisten memberikan sebuah batu.


Disaat aku ingin bertanya, Master Weisten angkat bicara terlebih dahulu...


"Aku tahu jika kalian bingung dengan Item itu, Batu kecil itu bernama Jewl Teleportation, dan benda itu hanya bisa dipakai satu kali. Jadi aku memberikan masing-masing dari ketua kelompok dua buah Jewl. Satu untuk berangkat dan satunya lagi untuk pulang."


"Berangkat? kemana?" Tanya Raphel dengan heran.


"Tentu saja ke Kota tempat temanmu itu berada, Untuk lebih jelasnya kalian bisa bertanya di ketua kelompok nanti"

__ADS_1


"Anuu ... Maafkan aku master, tapi Item sihir itu apa!?" Tanya Marria sambil mengangkat satu tangannya.


"Ah aku lupa kalau kalian berempat belum memperlajarinya, Guru Hensel apakah kau bisa menjelaskannya kepada mereka!?" Weisten melirik ke arah Hensel.


"Baik master. Item Sihir adalah salah satu benda magis yang terdapat sejumlah Mana didalam strukturnya, dan setiap Mana didalamnya berbeda dengan Mana yang ada ditubuh kita. Karena Mana didalam Item sihir berasal dari alam, maka jenis sihirnya akan berbeda-beda. Tidak seperti sihir-sihir yang biasanya dapat dilakukan manusia." Jelas Hensel dengan panjang lebar.


"Guru aku punya satu pertanyaan ... apa didunia ini ada seorang manusia yang dapat memanfaatkan Mana dari Alam?" Tanyaku.


"Hmm ... hingga saat ini masih belum ada, dan hanya Ras Elf saja yang dapat memanfaatkan Mana dari alam"


Aku termenung sejenak untuk berpikir sesaat. Apakah aku yang tidak memiliki Mana akan dapat mengambil Mana yang tersebar di alam juga? Jika saja bisa. Mungkin saja aku dapat menciptakan suatu sihir baru yang lebih gila lagi hahahaha! meski aku tidak yakin sepenuhnya sih. Tetapi mungkin aku akan mencobanya lain kali.


"Jika kalian sudah tidak ada pertanyaan, Tuan Plounder dan Nona Blaze, anda sudah tahu kan?"


"Tentu saja Master Weisten"


Kemudian mereka berdua merapalkan semacam mantra aneh dan membuat batu kecil ditangan mereka mengeluarkan cahaya kehijauan yang sangat menyilaukan mata.


"Jena, Jeni, apakah kalian sudah menemukan sesuatu tentang anak itu?" Tanya Weisten sesaat setelah aku pergi.


"Sebenarnya-"


_______________><_______________


"Kalian berdua sepertinya sangat dekat sekali ya" Kata Elena Blaze.


"Tidak!! Tidak!! Tidak!! Kami ini bagaikan bumi dan langit lo Nona Blaze" Jawabku.


"Bumi? Apa itu?" Elena memiringkan kepalanya.


'Sial aku lupa jika sekarang berada di dunia lain'

__ADS_1


Kami bertiga menyusuri setiap sudut-sudut Kota Cerles, dan kadang-kadang kami bertanya kepada para pedagang atau para pejalan kaki tentang keberadaan kelompok bertudung. Tetapi sia-sia saja, setiap orang yang kami tanyai selalu menggelengkan kepalanya dan berkata bahwa mereka tidak pernah melihatnya.


"Aku sudah lelah tetapi kita tidak menemukan petunjuk satupun" Keluhku karena merasakan kaki yang mulai keram.


"Kurasa kita harus berpencar. Aku akan ke utara dan kalian berdua tetaplah di sekitar sini untuk mencoba bertanya kepada orang lain lagi"


"Apa!! Tung-"


Sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku. Elena langsung berlari meninggalkanku dengan si pirang sialan disini. Meski aku sangat tidak ingin bersamanya, aku harus tetap mencoba bertahan demi dapat menemukan Steph. Dan kuharap di baik-baik saja sekarang.


Pada akhirnya kami berdua melaksanakan perintah yang diberikan oleh Elena Blaze. Kami bertanya kepada penduduk sekitar, dan masih saja mendapatkan hasil yang sama.


Selang beberapa menit kemudian, kami berhenti didepan gang kecil dengan nafas yang hampir habis karena sudah lelah berjalan kesana dan kemari. Hingga ada seseorang yang memanggil kami dari dalam Gang kecil


"Psst ... Hei kalian berdua sepertinya keluarga bangsawan ya, kemarilah"


Kami yang mendengar suara tersebut sedikit terkejut. Bagaimana tidak, seseorang yang memanggil kami saja tidak terlihat wujudnya karena tertutup gelapnya gang kecil tersebut. Tentu saja hal itu menimbulkan perasaan tidak enak didalam hati kami.


"Tunggu! kemana kau?" Tanya Daniel yang melihatku mulai memasuki gang tersebut.


"Tentu saja untuk menemuinya, sangat tidak sopankan jika kita tidak datang setelah orang memanggil" Jawabku dengan santai.


"Atau jangan-jangan kau itu penakut ya rambut pirang sialan ... Fufufufu" Ledekku dengan wajah menyindir.


"Sialan! Jangan meremehkan keturunan dari keluarga Kreiss"


Pada akhirnya Daniel ikut menemaniku untuk memasuki gang tersebut. Dan disaat kami sudah sampai di bagian terdalam gang, terdapat orang berjubah coklat kumuh yang sudah menunggu disana.


"Apa kalian berdua tertarik dengan pasar Gelap?"


-

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2