My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 17 ~ Hukuman Karena Terlambat


__ADS_3

Sementara itu disisi lain, aku saat ini sedang berlari sekuat tenaga sambil memakan roti kering yang kubeli sebelumnya. Aku berlari dan terus berlari karena bel masuk sudah berbunyi 5 menit yang lalu.


"Sialan,, saat aku tiba disana nanti mungkin aku akan mati" ucapku lalu menelan semua roti yang tersisa.


Beberapa kali aku berbelok untuk memgambil jalan pintas tercepat agar segera sampai di Aula Akademi. Meski aku tahu ini sudah telat, tetapi aku tidak ingin hukumanku nantinya akan bertambah buruk lagi. Dan sepertinya status LUCK milikku hanya berguna saat didalam pertarungan saja, jadi selama aku tidak bertarung aku akan tetap menjadi orang yang selalu sial.


...


Setelah beberapa menit berlari melewati lorong-lorong akhirnya aku sampai juga didepan pintu Aula akademi ini. Nafasku terengah-engah karena kelelahan berlari dengan sekuat tenaga tadi, selain itu perutku juga terasa sangat mual. Seperti roti kering yang sebelumnya kumakan ingin keluar kembali. Sungguh tidak keren.


'Baiklah, dibalik pintu ini hanya ada neraka yang menungguku'


Glup!!


Aku menelan ludah dengan tubuh yang gemetaran hebat. Apa aku sekarang sedang ketakutan? sepertinya iya jika dilihat dari kondisiku saat ini.


Aku mengambil nafas dalam-dalam dan bersiap untuk membuka pintu Aula tersebut. Meski jadinya akan sangat buruk nanti, tetapi tidak ada pilihan lain selain membukanya.


Grek!!


"Yo,, maafkan aku habis boker tadi" ucapku sambil tersenyum canggung.


Semua orang beserta dengan wali kelasku sedang menatapku dengan tajam. Dan jujur saja, tatapan itu membuatku merasakan tekanan yang sangat kuat sekali.


"Tuan Felix von Edgard,, kemarilah aku akan memberikan sesuatu karena keterlambatamu ini"


Hensel menatapku dengan tajam dan sedikit mengeluarkan aura membunuhnya hingga semua muridnya dapat merasakannya


Tetapi berbeda denganku, karena dari awalnya aku tidak memiliki Mana. Jadi aku tidak merasakan apa-apa darinya hahaha. Meski aku masih bisa merasakan tatapan menusuknya sih.


"Baiklah-baiklah aku akan segera kesana" Kemudian aku berjalan mendekat ke arah Hensel dengan perasaan takut.


Selain itu aku juga dapat merasakan tatapan menusuk dari teman sekelasku lainnya. Ya, itu adalah tatapan kebencian. Mungkin mereka sudah mengecapku sebagai beban kelas, tetapi aku tidak peduli dengan itu. Bagiku, selama dapat menikmati kehidupan keduaku ini dengan damai. Aku sudah sangat bersyukur.


"Tuan Felix,, apa kau tahu kesalahan yang kau buat?" Tanya Hensel padaku yang sudah berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


"T-Tentu saja Guru Hensel,, aku sudah siap dengan hukuman yang akan kuterima nantinya"


Meskipun aku berkata begitu, tetapi kakiku masih tidak dapat berhenti gemetar. Dan sekujur tubuhku mulai mengeluarkan keringat dingin yang sangat banyak sekali. Aku juga teringat dengan kata pak Hartono dulu, jangan pernah membuat seorang guru marah. Jika mereka marah, kau tidak akan pernah melihat matahari terbit esok. Kurasa aku mulai mengerti dengan pesan beliau dulu.


"Baiklah, karena kau sudah memahami kesalahanmu. Aku akan memberikanmu hukuman dengan menjadi orang pertama yang akan melakukan praktek penguasaan sihir ini. Dan setiap kau melakukan kesalahan, aku akan melayangkan satu pukulan keras ke perutmu"


"T-tapi Guru, Kau tahukan aku tidak memiliki Mana, Jadi mana bisa menggunakan sihir"


Hensel baru menyadarinya, dia lupa bahwa Felix adalah siswa aneh yang tidak memiliki Mana sama sekali didalam Tubuhnya. Dan kabar ini sudah diketahui oleh seluruh Guru di akademi ini.


"Hmm ~ Jika kau tidak bisa menggunakan sihir. Aku akan memberi pengecualian padamu, yaitu bertarunglah denganku menggunakan tangan kosong" Kemudian Hensel menggulung kedua lengan bajunya ke atas dan mengambil ancang-ancang untuk menyerang.


"Tunggu dulu, aku kan masih anak kecil mana mungkin bi..."


Sebelum aku dapat menyelesaikan kata-kataku. Dengan cepat Hensel melesat ke arahku. Aku yang tadinya belum siap segera melompat kesamping untuk menghindarinya.


Brak!!


Tinjuan keras dari Hensel membuat dinding-dinding aula menjadi retak. Dan para murid lain tercengang ketika melihatnya.


Aku yang melihatnya semakin dekat langsung menyilangkan kedua tanganku ke depan untuk menahan serangan dari Hensel. Dan saat Hensel memukul kedua tanganku, aku merasakan kekuatan luar biasa dari lengannya itu.


Meskipun aku berhasil mengurangi dampak serangannya, tetapi tetap saja aku masih terpental ke belakang hingga menabrak dinding Aula di sisi yang lain.


Bruak!!


"Hoegg!"


Badanku terasa remuk dan hancur berkeping-keping. Terlebih lagi aku memuntahkan lagi roti kering yang kumakan tadi didepan teman sekelasku. Dan itu sangatlah memalukan.


Aku kembali melihat ke arah Hensel yang sepertinya memberiku kesempatan padaku untuk memulihkan diri. Jadi, mungkin ini adalah kesempatan yang cocok untuk memikirkan sebuah strategi yang pas.


Aku memutar otakku dua kali lebih cepat. Dan berpikir sekeras mungkin untuk menemukan sebuah petunjuk. Meski kemenangan untukku hanyalah 1% saja.


'Tunggu mungkin aku dapat menggunakan skill Wind slash milikku.'

__ADS_1


Aku baru ingat kalau skill Wind slash milikku bukan termasuk dalam kategori sihir. Mungkin dengan menambahkan sedikit Cakra dapat memperkuat serangannya. Begitulah pikirku.


Aku mulai bangkit dan mengambil ancang-ancang untuk menyerangnya. Karena ini adalah duel tangan kosong, aku harus dapat menggunakan skill Wind slash dengan menggunakan tanganku.


"Baiklah mari kita mulai serius..."


Setelah mengatakan itu aku langsung melesat ke arah Hensel seperti yang dia lakukan tadi. Tetapi aku melesat lebih cepat lagi karena melapisi sepatuku dengan Cakra.


Semua orang termasuk Hensel terkejut dengan kecepatan luar biasa yang kumiliki itu. Mungkin dibenak mereka bertanya, bagaimana bisa seorang yang tidak memiliki Mana dapat memiliki kecepatan abnormal seperti itu?


Saat aku sudah didekatnya aku melayangkan tinjuan pertamaku ke arah mukanya. Tetapi berhasil dia gagalkan dengan menangkap lenganku dengan tangannya.


Tetapi karena sebelumnya sudah pernah mengajariku tentang ilmu bela diri. Hal seperti ini sangatlah mudah bagiku, dengan segera aku memutarkan lenganku sehingga dapat terlepas dari genggamannya.


Tidak berhenti disitu saja, aku kembali melayangkan beberapa pukulan dan tendangan padanya tetapi berhasil dia tahan dengan mudah. Tetapi bukan itu yang sebenarnya kuincar, aku hanya menunggu hingga dia melakukan suatu kesalahan yang dapat membuatnya lengah.


Grep!!


Hensel menangkap tendanganku yang mengarah ke perut dengan kedua tangannya. Yang artinya dia tidak memiliki pertahanan apapun saat ini.


"Wind Slash!!' Saat melihatnya lengah, aku mengayunkan lengan tanganku secara vertikal untuk membuat sebuah tebasan angin tidak terlihat seperti sebelumnya


"Kena kau hehehe"


Tetapi hal yang tidak kuinginkan terjadi, dengan segera Hensel memiringkan sedikit kepalanya untuk menghindari tebasan tidak terlihatku.


Alhasil hanya sehelai rambutnya saja yang terpotong dan selain itu, serangan tadi tidak berdampak apa-apa baginya. Apa sebelumnya dia melihat pertandinganku dengan Albert? kalau benar begitu habislah aku.


"Sayang sekali ya, kurasa aku akan mengakhirinya disini"


Kemudian Hensel melepaskan kakiku dan langsung memukul perutku dengan keras dan membuatku pingsan. Sementara itu Teman sekelasku hanya melongo saat melihat pertarungan kami berdua tadi.


Tetapi yang membuatku heran adalah, dimana keberuntunganku? apa sedang terjadi bug sehingga sekarang aku mengalami nasib sial kembali?


-

__ADS_1


To be continue.


__ADS_2