
Sementara itu di kota Hanzard, tempat dimana Raphel, Marria, dan Ryan Plounder mencari keberadaan Steph, hingga saat ini masih belum menemukan satu petunjuk apapun.
Mereka mulai ragu jika Steph berada di kota ini, ditambah lagi kota Hanzard merupakan kota yang dikenal sebagai Dark City, karena banyaknya kriminal yang mendiami kota tersebut.
Hal itu dapat dipastikan saat melihat beberapa orang bermuka sangar yang berlalu lalang dengan mereka bertiga.
Wajah mereka sangat ngeri ditambah lagi dengan otot-otot kekar di seluruh tubuh dan baju sobek-sobek menambah kesan buruk kepada mereka semua.
"K-kau yakin kalau Temanmu itu berada disini Raphel?" Tanya Marria dengan sedikit takut.
"A-aku juga tidak tahu pasti, tapi firasatku mengatakan bahwa Steph tidak mungkin berada di kota yang sangat mencolok ini. Bagaimana menurutmu Tuan Ryan?"
"Menurutku? sepertinya aku memikirkan hal yang sama seperti kalian berdua"
**
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan untuk menelusuri kota Hanzard lebih jauh lagi. Meski tatapan dari semua orang sangar tertuju ke arah mereka bertiga, mereka tetap melangkah dan membulatkan tekad.
Hingga beberapa menit kemudian, mereka bertemu dengan sekelompok orang bertudung yang sedang mengerumuni salah satu kios disisi jalan. Melihatnya, Ryan langsung menarik lengan Raphel dan Marria untuk bersembunyi dibalik dinding-dinding bangunan sembari mencoba menguping apa yang mereka bicarakan.
"Hahaha! kau tahu? Ternyata Tuan Goro mendapatkan tangkapan besar berupa seorang anak dari Ras Elf lo"
"Benarkah? dimana Elf itu sekarang?"
"Kalau tidak salah dia akan dijual sebagai budak pemuas nafsu di Pasar Gelap yang terletak di Kota Cerles."
"Ah sialan! padahal aku ingin sekali melihat Elf itu"
"Sudah sudah! Kita juga masih punya tugas yang harus kita selesaikan!"
Mendengar percakapan mereka, Raphel, Marria, dan Ryan sedikit terkejut karena mendapatkan informasi yang sangat penting. Yaitu tentang keberadaan Steph yang akan dijual ke Pasar Gelap. Emosi Raphel mulai menggebu-nggebu ketika mendengar sahabatnya akan dijual ke Pasar Gelap. Dan secara tidak sadar dia sudah membocorkan banyak Mana miliknya, sehingga membuat Ryan dan Marria terkejut.
'Apa apaan anak ini? ketika marah Kapasitas Mananya meningkat drastis'
"Raphel Tenanglah lebih dulu, aku yakin Felix akan dapat membawa pulang Steph kembali" Ucap Marria mencoba menenangkan Raphel.
Mendengar kata Marria, Raphel menjadi lebih tenang, "Kau benar, si bodoh itu pasti dapat membawa Steph kembali dengan selamat"
__ADS_1
"Jika kau sudah Tenang, aku akan mengubah rencana ini. Kali ini kita serahkan Tugas penyelamatan Steph ke kelompok A. Sedangkan kita akan mengikuti Sekelompok orang itu untuk melihat apa yang sedang direncanakan organisasi Black Witch. Kalian tidak keberatan kan?" Tanya Ryan
"Baiklah" Jawab Raphel dan Marria secara bersamaan.
________________><________________
"Sudah lima menit kita mencari tetapi sama sekali tidak membuahkan hasil apapun" Keluhku lagi.
Saat ini kami berdua masih terus berjalan menelusuri Pasar Gelap sambil melihat-lihat kesana dan kemari, untuk memastikan bahwa tidak ada orang mencurigakan yang akan menyerang kami tiba-tiba.
Sebelumnya, aku dan Daniel sempat mampir ke salah satu toko untuk membeli sebuah jubah hitam untuk menutupi identitas kami yang sebenarnya. Selain itu jubah yang kami beli ini memiliki Echant yang dapat menambah Statistik dari orang yang memakainya. Karena penasaran, akupun mencoba membuka Statusku.
"Open Status"
__________★__________
Name : Felix von Edgard
Ras : Manusia
Level : 5
STR : 60
AGI : 50
INT : 65
VIT : 50
LUC : MAX
Title : [Manusia paling beruntung diseluruh dunia], [Assisten Dewa], [Penjaga Dunia], [Imperfect Magician]
Skill : [WindSlash.Lv5], [MartialArt.Lv5], [SwordArt.Lv5], [Magician.Lv5], [C.Element.Lv5]
__________★__________
__ADS_1
Saat melihat panel statusku, aku terkejut saat melihat levelku yang meningkat dan tambahan dua skill baru yang kumiliki, dan satu lagi, aku juga mendapatkan sebuah Title baru.
Apa itu karena aku berhasil menggunakan sihir? sepertinya hanya itu alasan yang sangat masuk akal saat ini.
Karena merasa penasaran, akupun mengklik Title dan skill yang baru saja kudapatkan.
__________★__________
[Imperfect Magician
Seorang yang terlahir Tanpa Mana, tetapi dapat menciptakan suatu sihir yang sangat dahsyat tanpa menggunakan rapalan sama sekali.]
[Magician.Lv5
Keahlian dalam membentuk sihir dan akan terus berkembang seiring dengan waktu dan usaha.]
[Creation Element.Lv5
Keahlian dalam membentuk Element tanpa terikat dengan Atribut Sihir.]
__________★__________
Setelah megeceknya sekarang aku sadar bahwa kedua skill itu akan semakin kuat dan efektif jika aku sering menggunakannya dan melatihnya. Jika level skill milikku sudah mencapai level MAX. aku tidak dapat membayangkan seberapa kuat diriku nantinya.
Saat berjalan kami berdua melihat ada seorang pria tua berpakaian viking yang sedang membagikan selembaran kertas tepat didepan kami.
Akupun melihat ke arah Daniel dan mengangguk. Kemudian kami berdua berjalan mendekat ke arah pria tua tersebut.
"Hei Hei anak muda, apakah kau tertarik dengan pelelangan hari ini?"
Lalu pria tua itu memberikan kami masing-masing satu lembar kertas, dan disaat aku membacanya. Emosiku langsung bergejolak, bagaimana tidak. Di kertas itu disebutkan bahwa akan ada seorang Elf yang akan lelang sebagai budak nantinya. Secara spontan aku berpikir bahwa Elf itu adalah Steph.
"Sepertinya aku akan sedikit mengamuk nanti. Akan kutunjukkan betapa mengerikannya seorang berandalan SMA yang sudah berinkarnasi di dunia ini." Gumamku dengan alis yang mengkerut
-
To be continue.
__ADS_1