My Second Life Became The Weakest Hero In Another World

My Second Life Became The Weakest Hero In Another World
Chapter 16 ~ Stephanie Wesline


__ADS_3

Sementara itu didalam Kelas.


Seorang Elf bernama Stephanie Wesline sedang duduk dalam diam sambil membolak-balikkan halaman Grimoire miliknya. Bukan karena alasan lain, ia hanya ingin bersiap-siap untuk melaksanakan Praktek ujian nanti.


Dia sedang memilih rapalan sihir yang akan ia gunakan nantinya. Jadi itulah sebabnya tadi menolak ajakan dariku.


'Dasar Cacat, Lemah, Payah'


Tiga olokan yang terdengar di kepalanya membuat tangannya langsung gemetaran. Elf itu menjadi sangat takut tanpa sebab, bahkan Grimoire yang dia pegang juga ikut bergetar dibuatnya.


Hal ini karena Tiga Tahun yang lalu...


...


Sebelum Stephanie masuk ke dalam Akademi Sihir Mervest. Dia tinggal di Negeri Elf yang bernama Artemia.


Di negeri itu semua hidup rukun tanpa adanya masalah apapun. Dengan adanya kapasitas Mana milik Ras Elf yang tinggi. Membuat perkembangan pengetahuan sihir milik mereka sangatlah pesat dibandingkan dengan Ras lainnya.


Tetapi cerita berfokus pada seorang, Gadis kecil yang masih berusia 7 Tahun. Dia saat ini sedang berada di bawah pohon besar sambil dikerumuni oleh ketiga teman-temannya. Bukan karena ingin bermain, tetapi karena mereka ingin mengolok-oloknya.


"Dasar Gadis Cacat"


"Kau itu Elf menjijikkan sepanjang masa"


"Bahkan kau tidak dapat menggunakan sihir dengan sempurna seperti kami, seharusnya kau tidak terlahir didunia ini Steph"


Kemudian ketiga Temannya tersebut meninggalkannya sendirian di bawah pohon besar itu. Gadis itu menangis, dan terus menerus menangis tanpa henti karena tahu bahwa dirinya memanglah lemah, dan memiliki Kapasitas Mana yang lebih rendah dibandingkan para Elf lainnya.


Hingga Tiga hari kemudian, sang Ratu Elf memerintahkannya untuk pergi dari Negeri Elf karena merasa bahwa Steph hanya akan menjadi kesialan di Negeri miliknya. Tentu saja semua orang setuju dengan keputusan dari mereka.

__ADS_1


Oleh karena itu Steph tidak dapat menentang dan kemudian pergi dari Negeri Elf dan menuju ke Kerajaan Ernesti tempat para manusia berada.


Tetapi disana hidupnya tidaklah berjalan mulus seperti yang kalian bayangkan. Karena wajah cantik ditambah Tubuh bohay dari Steph, menyebabkan banyak para lelaki yang mengincarnya dan ingin melakukan sesuatu pada Tubuhnya.


Dari situlah muncul niatan Steph untuk mempelajari Sihir dan beladiri. Meski memiliki Mana yang sedikit, tetapi dia masih dapat menggunakan Sihir dengan sedikit Mana. Ya, mungkin aku akan mencobanya.


Setelah itu Steph sering ke hutan sendirian untuk melatih beladiri dan sihirnya disana. Dia menjadikan beberapa monster lemah didalam hutan sebagai Objek percobaannya nanti.


Hingga Tiga tahun telah berlalu, dan Steph mulai tumbuh menjadi Gadis Elf yang sangat cantik dengan busur yang ada dipunggungnya.


Dia memanjangkan Rambut pirangnya agar mudah beradaptasi dengan manusia sekaligus ingin menutupi Identitasnya sebagai seorang Elf.


Kemudian Steph memutuskan untuk mendaftar seorang diri di Akademi sihir untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak lagi tentang sihir. Mulai dari pengendalian Element, penciptaan Element, dan jenis-jenis tipe sihir lainnya.


Oleh karena itulah dia sangat serius jika menyangkut dengan hal-hal yang berbau dengan sihir.


...


Kemudian Steph menutup Grimoire miliknya karena bel masuk sudah berbunyi. Dia segera berdiri dan langsung keluar kelas untuk menuju Aula Akademi dimana Praktek Penguasaan Sihir akan dilakukan.


Saat dia berjalan di lorong-lorong Akademi. Seperti halnya Felix, dia juga dicibir oleh banyak orang karena bukan dari Ras manusia, terlebih lagi seorang Elf yang memiliki bakat dalam sihir dan memiliki kapasitas Mana yang lebih besar dibanding manusia masuk Ke kelas-B? lelucon macam apa itu.


Mereka seperti telah diremehkan, tetapi sebenarnya Tidak. Karena Steph memang memiliki sedikit Mana dibanding ras Elf lainnya. Meskipun hanya dia yang mengetahuinya saat ini.


...


Selang beberapa menit berjalan di lorong. Akhirnya Steph telah sampai didepan pintu yang merupakan Aula Akademi Sihir Mervest ini.


Sebelum membukanya dia sempat menarik nafas dalam-dalam dan kemudian mengeluarkannya kembali sampai mengulangi cara itu berkali-kali demi menghilangkan rasa Gugupnya.

__ADS_1


Setelah jauh lebih tenang, Steph membuka pintu dan melihat sudah ada banyak sekali orang didalam aula. Mulai dari anak berambut hitam yang tadi membuat masalah, Wali kelas pemalas yang bicaranya sedikit kurang ajar, dan masih banyak lagi murid lainnya.


'Tunggu, sepertinya ada yang terlupakan. Tetapi aku tidak mengingat orang itu. Ah sudahlah itu juga bukan urusanku'


Kemudian Steph ikut berbaris rapi diantara para murid tersebut. Untungnya dia belum terlambat sama sekali, dan jika saja dia terlambat maka dia sudah pasti akan dijatuhi hukuman yang lebih mengerikan dari sebelumnya.


"Baiklah, aku akan mengabsen kalian Terlebih dahulu. Dan jika ada yang tidak menjawab, maka kalian akan dianggap Tidak ada. Kalian tahu akibatnya kan?"


Glup!!


Seluruh murid menelan ludah mereka masing-masing setelah mendengar kata-kata dari Hensel. Setelah melihat kekuatan Wali kelas mereka secara langsung Tidak ada yang berani ingin menentangnya lagi. Sungguh cara yang licik.


"Baiklah akan kumulai, Stephanie Wesline"


""Ada"" Steph mengacungkan tangannya tinggi-tinggi untuk menunjukkan dirinya.


Kemudian Hensel memanggil nama kami satu persatu dari kertas absen yang dipegangnya. Mulai dari atas hingga bawah dan tidak ada murid yang terlewat satupun dari matanya.


Hingga bagian Terakhir Tiba...


"Felix von Edgard?!"


Tidak ada jawaban dan respon sama sekali dari nama yang sedang dipanggil saat ini. Ekspresi Hensel langsung berubah menjadi sangat mengerikan sehingga membuat para murid menjadi sangat merinding saat menatapnya.


Mereka semua berpikir, bahwa murid yang bernama Felix itu sebentar lagi akan mati. Ya, dan itu sudah dipastikan.


Dilain sisi Steph yang sedari tadi menyadari bahwa ada yang belum datang di Aula ini langsung menghela nafasnya. Kenapa? karena gara-gara cowok menyebalkan itu, praktek sihir harus ditunda sampai dia datang.


'Akan kubunuh dia saat datang nanti'

__ADS_1


-


To be continue.


__ADS_2