
*BEBERAPA HARI KEMUDIAN*
TEMPAT LATIHAN
DOR..
DOR..
suara tembakan.
"Ayolah, kalian itu menembak atau sedang bermain lempar lemparan?" tanya Alexa.
"Ayolah, Alexa. Jangan terlalu keras dengan mereka?!" seru Paman Robinson.
"Bagaimana tidak keras, paman. kalian harus ingat, kita pernah tiba-tiba diserang. Sudah berapa banyak yang terluka?!" tanya Alexa.
"Maafkan kami Nona Alexa, waktu itu kami benar-benar tidak pernah menyangka akan diserang." jawab anak buah Alexa.
"Kalian harus tahu, kita bukanlah orang-orang yang bisa hidup bebas, kita ini adalah orang-orang yang memiliki musuh banyak, mereka tidak akan melepaskan kita begitu saja. apalagi mereka adalah orang-orang yang sangat membenci kita?!" seru Alexa.
Alexa begitu keras saat dia melatih seluruh pekerja yang ada di perusahaannya, apalagi para pekerja itu adalah anak buah Alexa yang aktif ketika Alexa sedang melaksanakan aksinya.
"Tenang saja, Alexa. kami pasti akan melakukan apapun yang kamu inginkan, lagi pula kamu juga sudah membantu kami untuk membalas dendam." ucap salah satu pria pensiunan tentara.
"Aku tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, paman. aku tidak akan membiarkan mereka hidup tenang." jawab Alexa.
"Aku akan melakukan apapun untukmu, aku pasti akan membantumu mendapatkan keberadaan dari pembunuh keluargamu itu." jawab pensiunan tentara itu.
Alexa masih belum mendapatkan keberadaan dari pamannya itu. Thomas, nama paman Alexa begitu mirip dengan Putra pertama Riana.
Di tempat lain Brandon juga terus mencari informasi mengenai Alexa, siapa sosok Alexa sebenarnya, seperti apa masa lalunya dan semuanya. tatapan mata yang ditunjukkan Alexa Sama persis dengan tatapan mata mamanya. karena itu Brandon yakin kalau Alexa mempunyai masa lalu yang kelam seperti namanya. Sebuah masa lalu yang membuat Riana memiliki jiwa psikopat yang begitu hebat.
"Apa Tuan yakin?" tanya Yosuke.
"Tentu saja aku yakin, karena tatapan matanya itu Sama persis dengan mamaku." jawab Brandon.
"Apa mungkin dia memiliki sisi lain juga, Tuan?" tanya Yosuke.
"Tentu saja aku yakin, dia memiliki masa lalu yang membuat Dia membangun tembok yang begitu besar dan tinggi untuk membatasi dirinya dan orang lain." jawab Brandon.
"Lalu, apakah Tuan yakin kalau dia memiliki andil dengan beberapa kematian para pengusaha itu?" tanya Yosuke.
"Aku masih belum tahu, tapi orang-orang yang bekerjasama dengannya tiba-tiba mati dengan cara mengenaskan." jawab Brandon.
"Tapi, mereka adalah orang-orang yang mempunyai musuh di luar sana, Tuan." ucap Yosuke.
"Aku juga tahu itu, tapi kemungkinan besar ada musuh yang dia cari. dia mencari sosok seseorang yang mungkin begitu dia benci atau mungkin sosok itu adalah target buruannya selama ini." jawab Brandon.
Memang Yosuke dapat melihat kalau tatapan mata yang ditunjukkan oleh Alexa benar-benar begitu menakutkan. tatapan mata itu seperti tatapan pembunuh, tatapan mata itu seperti tatapan mata para Yakuza yang ada di negaranya.
"Apa tidak lebih baik kita menyelidiki wanita itu, Tuan?" tanya Yosuke.
__ADS_1
"Kita akan menyelidikinya dengan cara yang sangat halus, Yosuke. jika kita menyelidikinya dengan cara yang biasa kemungkinan besar kita tidak akan bisa mendapatkan apapun." jawab Brandon.
"Maksud, Tuan?" tanya Yosuke.
"Aku bisa melihat kalau wanita itu sangat hebat saat bermain alat-alat canggih, bahkan wanita itu begitu pandai memainkan komputer." jawab Brandon.
"Apa mungkin dia memiliki kemampuan khusus, Tuan?" tanya Yosuke.
"Mungkin saja." jawab Brandon.
"Yang aku lihat dari cara berjalan dan gerak tubuhnya Kemungkinan dia sangat pandai ilmu bela diri, Tuan." ucap Yosuke.
"Apakah menurutmu begitu?" tanya Brandon.
"Tentu saja, Tuan." jawab Yosuke.
Malam ini Brandon berencana untuk ke tempat Alexa, namun sayangnya malam itu Alexa memiliki misi yang harus segera dia selesaikan. Brandon nampak menelepon Alexa, pria itu berharap untuk menemuinya malam ini. namun sayangnya malam ini Alexa harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang penting.
"Ada apa, Tuan?" tanya Yosuke.
"Kelihatannya dia sedang ada acara dengan paman Robinson ke sebuah tempat." jawab Brandon.
"Acara? Bukankah pria tua itu bilang kalau beberapa hari ini mereka tidak akan ada acara, Tuan?" tanya Yosuke.
"Apakah pria itu mengatakannya?" tanya Brandon.
"Apa Tuan tidak ingat dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu? Tuan Robinson bilang untuk beberapa hari ini dia dan Nona Alexa tidak akan menerima kontrak kerjasama ataupun tamu yang akan mereka temui." jawab Yosuke.
"Saya tidak tahu, Tuan. tapi kalau saya lihat Nona Alexa itu adalah wanita yang sangat misterius." ucap Yosuke.
Di tempat lain Alexa dan beberapa anak buahnya sudah pergi ke sebuah tempat yang bisa dibilang lumayan jauh, di salah satu pulau yang lumayan terpencil. mereka harus menemukan seorang pria yang menjadi target sasaran dari kelompok Alexa, pria itu menggunakan kelompok Alexa sebagai umpan agar para polisi menangkap mereka.
Sekitar 2 jam lamanya mereka pergi ke salah satu pulau terpencil.
"Kalian persiapkan senjatanya, kalian harus ingat. habisi mereka tanpa tersisa, Setelah itu kita ledakan pulau itu!" perintah Alexa.
"Baik, Nona." jawab anak buah Alexa.
Paman Robinson nampak menatap Alexa, pria itu selalu suka dengan anak kecil yang dia Didik tersebut.
"Memangnya Apa hubungan pria itu dengan kejadian itu, Alexa?" tanya Paman Robinson.
"Sebenarnya tidak ada, paman. namun pria itu adalah penyuplai dana dari seluruh kejadian itu." jawab Alexa.
"Bukankah dia adalah pemasok senjata ilegal?" tanya Paman Robinson.
"Benar sekali." jawab Alexa singkat.
Setelah berputar-putar Alexa akhirnya meminta anak buahnya untuk segera bergegas, di sebuah tempat yang memang sangat jarang didatangi oleh orang-orang.
"Mereka memakai kapal itu, apakah kita akan mencurinya?" tanya Paman Robinson.
__ADS_1
"Kita bunuh mereka semua terlebih dahulu, setelah mereka mati kita akan lihat apa yang akan kita lakukan." jawab Alexa.
DOR..
DOR...
DOR..
DRETTTT.
DRERTTT..
suara tembakan langsung menggema di salah satu pulau terpencil itu, Paman Robinson memerintahkan anak buahnya untuk segera menghancurkan tempat itu. orang-orang yang ada di tempat itu tentu saja mereka sangat terkejut saat mereka mendapatkan serangan yang begitu tiba-tiba.
"Siapa Mereka?!" seru seorang pria.
"Mereka tiba-tiba menyerang kita." jawab anak buah si pria.
Anak buah Alexa terus memberondong orang-orang yang ada di pulau itu, peluru sudah berjatuhan begitu pula dengan mayat-mayat yang ada di tempat itu. seorang wanita yang memakai pakaian serba hitam, juga kacamata hitam itu berjalan begitu santai di antara suara tembakan itu. Alexa menggunakan pakaian anti peluru, di tubuhnya dilengkapi peralatan itu.
DOR..
DOR..
DOR..
Alexa terus menembak orang-orang itu.
"Apa yang kalian lakukan, Serang mereka?!" teriak seorang pria.
Beberapa anak buah Alexa terus menembak orang-orang yang ada di tempat itu, musuh-musuh nampak berjatuhan. mereka benar-benar seperti bangkai ikan yang nampak bergelimpangan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1