MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)

MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)
KEHEBOHAN


__ADS_3

Senyum terus ditorehkan oleh Brandon ketika dia sudah sampai di mansionnya.


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? apakah kamu lupa minum obat, Brandon?!" seru seorang pria yang ada di ruang tamu.


Seketika Brandon menoleh, pria itu menatap Leonardo yang sudah ada di rumahnya bersama dengan paman Robinson dan ayah Gabriel.


"Papa, kok papa ada di sini?" tanya Brandon yang terlihat benar-benar terkejut saat melihat keberadaan Papanya.


"Kamu ini anak kurang ajar sekali, kelihatan banget Kalau kamu tidak suka melihat papamu. mentang-mentang sudah punya istri kamu mau melupakan kami ya?" tanya Leonardo yang membuat Brandon langsung menelan ludahnya dengan begitu kasar.


Jika pria itu ada di sana, itu artinya Riana juga berada di sana.


"Mama ada di mana, pa?" tanya Brandon.


"Mamamu?" tanya Leonardo.


"Iya, papa ke sini sendiri atau sama mama?" tanya Brandon.


"Memangnya ada apa, Brandon. Apakah kamu tidak senang papa dan mamamu kemari?" tanya Riana yang membuat Brandon langsung tersenyum.


"Halo Ma." sapa Alexa yang kemudian mendekati Riana.


"Halo sayang, kamu dari mana saja?" tanya Riana yang memberikan ciuman di pipi Alexa.


"Kami habis dari rumah sakit, ma." jawab Alexa yang terlihat menatap mertuanya tersebut.


"Rumah Sakit? Memangnya apa yang kalian lakukan?" tanya Riana yang membuat Alexa tersenyum.


Sebenarnya kami mau memeriksakan diri." jawab Brandon.


"Siapa yang periksa? lalu, Siapa yang sakit?" tanya Riana yang terus mencerca dengan pertanyaan yang begitu banyak.


"Yang sakit? tidak ada yang sakit, ma. hanya saja istriku beberapa hari ini terus mual-mual, sudah beberapa hari ini juga dia merasa pusing." jawab Brandon.


"Mual? pusing?" tanya Riana.

__ADS_1


"Iya, ma." jawab Brandon.


Mendengar jawaban dari putranya tentu saja Riana langsung tersenyum begitu bahagia.


"Memangnya apa yang terjadi?" tanya ayah Gabriel yang terlihat takut terjadi sesuatu kepada putrinya.


"Tidak ada yang terjadi sesuatu, Tuan Gabriel. tapi kita semuanya akan mendapatkan sesuatu." jawab Riana dengan semangat yang begitu luar biasa.


"Maksud nyonya Riana?" tanya Paman Robinson.


"Kalian tahu semuanya, pusing dan mual-mual itu artinya..., apa kalian ini tidak tahu, kalian semuanya kan pernah punya istri masa tanda-tanda seperti itu tidak tahu." jawab kesal Riana yang membuat Brandon tersenyum.


"Pusing, mual-mual?" tanya Leonardo yang kemudian menatap sang istri.


"Kami akan punya cucu?!" serempak tiga pria yang ada di rumah tersebut.


"Benar, kita akan menjadi kakek dan nenek." jawab Riana yang bersemangat.


Seketika Leonardo, Gabriel dan Paman Robinson mereka nampak begitu bahagia.


"Benar, kita akan membawa cucu kita." jawab Paman Robinson yang terlihat begitu bahagia.


"Aku akan mempunyai cucu lagi, itu artinya kita akan sering-sering kemari ma!" teriak Leonardo yang membuat senyum yang ada di wajah Brandon langsung memudar.


"Memangnya papa ngapain sering-sering kemari? di sana kan ada banyak cucu." cibir Brandon.


"Tentu saja kami sangat bahagia, menantu kesayangan Mama akan mempunyai anak. itu artinya mama dan papa akan sering-sering menginap di sini." jawab bahagia Riana.


"Benar Nyonya Riana, kita akan sering-sering menginap di sini. kita akan main-main sama cucu kita." jawab ayah Gabriel yang terlihat begitu bahagia.


Keempat orang itu benar-benar bahagia, namun Brandon langsung kehilangan senyum. Bagaimana tidak, keempat orang itu selalu saja membuat kegaduhan, kalau bicara sangat keras kalau tertawa seperti speaker aktif.


"Kalau mereka semuanya ada di sini kita akan kehilangan ketenangan kita, sayang." ucap Brandon.


"Jangan seperti itu, sayang. mereka semuanya orang tua kita." jawab Riana yang terlihat tersenyum bahagia ketika menatap keempat orang itu tertawa dengan kebahagiaan yang luar biasa.

__ADS_1


"Hahaha..., kita benar-benar akan menjadi kakek dan nenek!!" teriak Leonardo yang benar-benar sangat bersemangat.


"Nggak usah sering-sering ke sini pa, lagian aku bisa menjaga cucu dan menantu Papa." ucap Brandon.


"Tidak bisa seperti itu dong, Brandon. kita akan menjadi kakek dan nenek, tentu saja kami akan sering-sering ke sini bahkan kami akan sering menginap di sini." jawab Paman Robinson yang membuat kepala Brandon seketika pusing tujuh keliling.


"Alamat Aku tidak akan bisa tidur." guman Brandon dalam hati sambil melirik sang istri.


Sedangkan Alexa nampak dia hanya tersenyum sembari mengusap punggung sang suami.


"Yang sabar sayang." ucap Alexa.


"Bagaimana bisa sabar Kalau aku tidur pasti mereka akan mengetuk pintu kamar kita." jawab Brandon kesal.


"Aku minta pada kalian semuanya untuk merasa merahasiakan mengenai kehamilanku." minta Alexa yang membuat keempat orang itu seketika terdiam dan menatap Alexa.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


__ADS_2