
"Hati-hati, Alexa!" seru Paman Robinson.
"Ya, Paman." jawab Alexa.
Alexa akhirnya pergi dari rumahnya, wanita itu bergegas ke rumah Tara. dia akan segera memberikan wanita itu pelajaran atas apa yang sudah dia lakukan. Tak ada kata yang bisa terucap, Namun yang pasti Tara pasti akan melakukan apa yang pantas dia dapatkan.
"Apa semuanya sudah kamu bawa, Noel?" tanya Alexa.
"Sudah, Nyonya. sudah saya bawa semua seperti yang Anda perintahkan." jawab Noela yang sudah berada bersama dengan Tara.
Wanita itu datang ke rumah tak Alexa sebelum Wanita itu pergi ke tempat Tara, beberapa anak buah sudah dipersiapkan oleh Alexa namun Wanita itu pergi hanya dengan empat anak buahnya.
"Jadi wanita itu yang berusaha untuk membunuhmu Nyonya?" tanya Noel.
"Dua pembunuh bayaran itu juga sudah mengatakannya, sekarang aku akan memberikan pembalasan sempurna atas apa yang dilakukan oleh Tara. dia harus tahu siapa diriku, tidak ada yang boleh melakukan hal ini kepadaku. jika mereka berani melakukannya maka mereka harus mendapatkan ganjaran yang sangat setimpal." jawab Alexa yang kemudian tersenyum.
Di rumah itu Tara sedang tersenyum begitu bahagia, dia belum mengetahui kalau malaikat pencabut nyawa akan datang menghampirinya. dia mendengarkan musik dengan alunan yang begitu keras, dia menari seperti wanita gila walaupun sedang marah. Tara terus mengumpat, wanita itu benar-benar kesal karena Alexa belum juga kehilangan nyawa.
SATU JAM KEMUDIAN
BRAKKK!!!
Alexa sudah mendobrak tempat Tara, wanita itu benar-benar akan meluapkan seluruh emosinya. Tara sudah membangunkan macan betina yang sudah tertidur untuk beberapa waktu ketika dia melahirkan.
"Singkirkan para pengawal yang ada di tempat ini, aku tidak mau mereka menggangguku." perintah Alexa.
"Baik, nyonya." jawab anak buah Alexa.
Para penjaga rumah atau pengawal Tara disingkirkan oleh anak buah Alexa yang hanya berjumlah tiga plus satu Noel. langkah kaki Alexa melangkah menaiki anak tangga rumah besar itu.
"Di mana Nonamu berada?" tanya Alexa kepada salah satu pembantu.
__ADS_1
Pembantu wanita yang ada di tempat itu nampak begitu ketakutan, tubuhnya gemetar ketika melihat Alexa membawa pistol di salah satu tangannya.
"Nona, nona Tara ada di ruangan itu." jawab si pembantu sembari menunjuk salah satu ruangan.
"Pergilah Kalau kamu masih ingin hidup."
"Baik, nona." pelayan yang kemudian pergi meninggalkan Alexa.
Senyum ditunjukkan oleh Alexa, wanita itu berjalan mendekati salah satu ruangan.
DOR!!
DOR!!
Alexa menembakkan dua kali di handle pintu kamar itu. Tara yang berada di dalam kamar dia tidak begitu mendengarkan suara tembakan, berbeda dengan Palos yang mendengar suara tembakan itu seketika dia membulatkan matanya. Palos menatap pintu yang sudah terbuka, jantung polos seketika berdebar begitu kencang ketika melihat sosok wanita yang sudah masuk ke dalam ruangannya.
Sosok wanita yang sangat menakutkan, salah satu wanita yang sudah membuatnya seperti sekarang ini. Alexa tersenyum menatap Palos, wanita itu menghampiri Palos yang sudah tidak bisa melakukan apapun.
Seketika tubuh polos bergetar begitu luar biasa ketika dia berada di samping Alexa. Tara masih belum menyadari kehadiran Alexa, wanita itu terus menggoyangkan tubuhnya sembari mendengarkan suara musik yang begitu kencang luar biasa.
"Aku tidak pernah mengira kalau putrimu berusaha membunuhku, aku sudah memberimu kesempatan dengan tidak membunuhmu. aku tidak ingin melakukan kesalahan namun sayangnya kamu dan putrimu sudah melakukan hal ini padaku." bisik Alexa.
Tubuh Palos seketika mengejang ketika dia menatap senyum iblis dari Alexa, wanita muda itu berjalan mendekati Tara yang sedang menari seperti orang kesurupan.
DOR!!
satu tembakan langsung diarahkan oleh Alexa di salah satu kaki Palos, wanita itu sedang menari dengan sangat bahagia. namun sesaat kemudian timah panas itu sudah menembus salah satu kakinya.
"AAAAAA!!!!"
Tara berteriak dengan sangat kencang ketika salah satu kakinya sudah ditembak Alexa. wanita itu menoleh menatap Siapa orang yang sudah melukai dirinya, kedua bola mata Tara membulat sempurna ketika dia melihat seorang wanita yang berusaha dia bunuh itu sudah berada di depannya.
__ADS_1
"Halo Tara, senang berjumpa denganmu." ucap Alexa yang berdiri di depan Tara sembari memegang pistol.
"Dasar wanita brengsek, beraninya kamu melukaiku!!" teriak Tara.
"Oh no, Kamu marah ya?" tanya Alexa.
"Dasar wanita brengsek!!"
"Kamulah yang brengsek karena berusaha membunuhku, aku pasti akan membunuhmu."
"Akulah yang akan membunuhmu, Lihatlah salah satu kakimu sudah terluka, bukan? bagaimana kamu akan melukai aku? jika salah satu peluru ini menembus kepalamu." ucap Alexa sambil menunjuk Tara kemudian satu jarinya itu ditempelkan di bibirnya.
"Apa yang akan kau lakukan?!" Tara yang mulai ketakutan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang aku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)