
ZLEPP..
Satu tangan Francis kembali di hunus oleh Alexa dengan pisau.
"Alexa." panggil Paman Robinson.
"Ya, Paman?" tanya Alexa.
"Aku membawa sesuatu untukmu." jawab paman Robinson.
Seekor anjing liar di bawa oleh paman Robinson, pria itu ingin melihat salah satu pembunuh dari keluarnya.
"Wow..., itu akan menarik, Paman." ucap Alexa yang kemudian mulai tersenyum.
"Apa yang ingin kalian lakukan, padaku?!" seru Francis.
"Emmm..., kamu lihat saja. Paman, kita ikat dia." ucap Alexa.
Melihat dua orang yang ingin melakukan sesuatu kepadanya, terlihat Francis langsung berdiri dan hendak kabur.
"Kamu mau ke mana?" tanya Alexa.
DOR..
satu tembakan melesat dan mengenai salah satu kaki Francis.
"Aaa!!!" teriak Francis.
"Hoo..., suaranya begitu indah, Paman." ucap Alexa.
"Kamu benar, sayang." jawab paman Robinson.
"Aaa!! siapa, siapa kalian?!" seru Francis.
"Siapa kami? kamu tidak mengenal kami?" tanya Paman Robinson.
"Dasar brengsek, kalian mahluk hina!!" seru Francis.
BUGG..
BUGG..
BRAKK..
GREPP..
BUGG..
BUGG...
Paman Robinson terus memukul Francis hingga pria itu tak berdaya.
"Siapa kalian?" tanya Francis tak berdaya.
GREPP..
__ADS_1
Paman Robinson mencekik leher Francis.
"Kamu lihatlah wajah kami!" seru Paman Robinson dengan kedua mata yang sudah memerah.
"Aku-aku tidak mengenal kalian." jawab Francis dengan mulut yang berdarah.
"Mana mungkin dia mengenal kita, Paman." jawab Alexa.
"Kamu benar, kami akan memberitahukan siapa kami. kami akan memberitahumu agar saat kamu mati, kamu tidak akan menangis." jawab Paman Robinson.
"Si-siapa kalian?" tanya Francis.
"Dengarkan Aku baik-baik, aku adalah pria yang keluarganya telah kau bunuh, dia adalah wanita yang keluarganya telah kalian bantai tanpa tersisa. kami adalah korban keberingasan kalian." jawab Paman Robinson.
"Aku tidak pernah mengenal kalian, Aku tidak pernah bertemu dengan kalian." jawab Francis.
Alexa kemudian berjalan mendekati Francis, wanita itu masih memegang pisau kecil di tangannya.
"Apakah kamu ingat dengan keluarga yang kamu bantai 12 tahun yang lalu, Apakah kamu ingat dengan anak kecil yang kalian bunuh terlebih dahulu? kalian telah memperkosa seorang wanita membunuhnya, membunuh seluruh keluarganya bahkan kalian menghabisi seluruh penghuni tempat itu." jawab Alexa.
Francis mulai mengingat kembali salah satu keluarga yang dia bunuh tanpa tersisa sama sekali. penjaga rumah, pembantu, majikan, anak, semuanya dibantai tanpa tersisa waktu itu.
"Siapa kalian? Apa hubungan kalian dengan mereka?" tanya Francis.
"Aku adalah tangan kanan dari orang yang kamu bunuh, Istriku dan anakku juga kau bunuh. sedangkan wanita itu orang tuanya kamu bunuh, ibunya kau perkosa dan saudaranya juga kau bunuh." jawab Paman Robinson.
Dua belas tahun sudah berlalu, Francis nampak menatap tajam kepada dua orang itu. salah satu tangannya nampak tergerak, dia tidak pernah mengira kalau wanita cantik itu adalah korban yang selamat dari pembunuhan itu.
"Tidak mungkin, tidak mungkin kalian adalah keluarga dari orang itu." ucap Francis.
"Tentu saja kamu tidak akan pernah mengira Kalau kami masih hidup, tentu saja kamu tidak akan pernah mengira kalau aku masih baik-baik saja. Dengarkan aku baik-baik, kamu sudah membunuh keluargaku, kamu sudah menghancurkan mimpi-mimpi manis kami. kamu sudah menghancurkan semua masa depan kami." jawab Alexa.
"Apa yang akan kamu lakukan." ucap Francis.
"Ucapkan selamat tinggal kepada dunia ini." ucap Alexa yang kemudian menancapkan pisau itu tepat di atas kepala Francis. pisau itu menancap indah di otak Francis hingga membuat pria itu langsung tersungkur tidak berdaya.
DOR.
DOR.
dua tembakan diberikan oleh paman Robinson di kepala Francis.
"Ini untuk anak dan istriku, itu juga untuk teman yang selalu menjagaku." ucap Paman Robinson yang kemudian melepaskan anjing liar itu.
Di tengah dirinya yang sekarat, di ambang hayatnya Alex Prancis harus merasakan kesakitan yang luar biasa karena tubuhnya dikoyak oleh anjing liar itu. kedua matanya menatap Alexa dan paman Robinson.
"Hancurkan tempat ini tanpa tersisa sama sekali." perintah Alexa.
Langkah kaki Alexa dan Paman Robinson meninggalkan rumah mewah itu, suara ledakan menggelegar di malam itu. suara yang begitu indah, nampak api yang berkobar bagaikan letusan dendam yang begitu membara.
"Satu lagi musuh telah mati, paman. kita akan lihat siapa target kita selanjutnya." ucap Alexa yang kemudian memakai kacamata hitamnya.
Alexa berjalan meninggalkan rumah Francis bersama anak buahnya, malam itu akan menjadi malam yang penuh dengan cerita duka. malam itu akan menjadi Malam yang begitu luar biasa.
Beberapa hari kemudian kabar mengenai kematian Francis menyebar begitu cepat, beberapa polisi yang mengidentifikasi mayat-mayat itu mereka tidak bisa menemukan apapun. karena mayat sudah hancur tidak tersisa bahkan Alexa sudah menghancurkan tulang belulang pria itu.
__ADS_1
*DUA HARI KEMUDIAN*
"Alexa." Panggil Paman Robinson.
"Ada apa, Paman." jawab Alexa.
"Hari ini kita harus bergegas untuk pergi ke perusahaan Tuan Brandon." jawab Paman Robinson.
"Paman yakin kita harus bekerja sama dengan pria itu?" tanya Alexa.
"Ini adalah kesempatan yang sangat langka, ini adalah kesempatan yang benar-benar tidak bisa kita dapatkan lagi." jawab Paman Robinson.
"Ya sudah kalau begitu, kalau Paman yakin kita berangkat. lagi pula Paman sudah menghubungi pria itu kalau kita akan datang?" tanya Alexa.
"Tentu saja, paman sudah menghubungi pria itu dan mengatakan kalau kita akan buka perusahaannya." jawab Paman Robinson.
Mau tidak mau Alexa akhirnya menyetujui permintaan dari pria tua itu, Alexa harus menurut. jika tidak paman Robinson akan ngambek.
"Paman." Panggil Alexa.
"Ada apa." jawab Paman Robinson.
"Aku mempunyai kenalan seorang wanita berusia sekitar empat puluh sampai empat puluh lima tahun loh." ucap Alexa.
"Memangnya mau ngapain?" tanya Paman Robinson yang sedikit marah.
"Ya mungkin aja Paman suka sama dia, kalau suka kan bisa jadi dijadikan istri." jawab Alexa.
"Paman kan sudah bilang Paman tidak ingin memikirkan hal itu, Paman akan terus memburu musuh-musuh kita. jika mereka semuanya sudah mati Paman akan sangat lega." jawab Paman Robinson.
Di tempat yang lumayan jauh terlihat seorang pria baru mengetahui kalau beberapa anak buahnya itu sudah tidak bernyawa bahkan mati mengenaskan.
"Bagaimana mungkin pria itu mati dalam keadaan seperti itu?" tanya Thomas kepada beberapa anak buahnya.
"Saya tidak tahu, Tuan. tapi yang jelas Francis sudah meninggal, rumahnya sudah hancur, anak buahnya meninggal semuanya. bahkan mayat Francis juga sudah tidak berbentuk." jawab anak buah Thomas.
"Brengsek, siapa yang berani melakukan hal ini? lalu Apakah tidak ada bukti-bukti mengenai hal itu?" tanya Thomas.
"Tidak ada, Tuan. tidak ada sama sekali. mereka benar-benar sangat hebat, mereka tidak meninggalkan jejak sama sekali." jjawab anak buah Thomas.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)