
"Berteriaklah dengan sangat keras, karena tidak akan ada orang yang membantumu." jawab Thomas sambil tertawa terbahak-bahak.
BRAKK!!
BRAKK!!
Gabriel benar-benar frustasi, ingin sekali pria itu segera membunuh Thomas.
"Percuma saja kamu ingin membunuhku, Gabriel. karena kamu harus tahu aku tidak akan bisa kamu bunuh dan kamu tidak akan bisa melakukan apapun karena kamu akan membusuk di tempat ini." ucap Thomas yang kemudian pergi dari tempat itu.
AAAA!!!
AAAA!!!
teriak Gabriel. pria itu hanya bisa menangis dengan semua yang sudah terjadi padanya, Gabriel yakin Paman Robinson sudah menjaga putrinya. pria itu begitu yakin kalau orang kepercayaannya itu tidak akan pernah menghianatinya.
"Ya Tuhan, Semoga saja tidak terjadi apapun kepada putriku. Aku tidak ingin putriku dapat masalah, Aku tidak ingin putriku menderita karena kekejaman orang-orang itu." ucap Gabriel yang terlihat sudah tidak mampu lagi untuk memberontak.
Begitu sakit yang dirasakan oleh Gabriel, di depan matanya istrinya diperkosa oleh adiknya sendiri. di depan matanya juga dia harus melihat putranya merenggang nyawa. Untung saja putrinya bersembunyi di peti permainan yang biasa digunakan oleh Alexa. Hal itu membuat Gabriel bernafas lega.
"Dimanapun kamu berada, Papa berharap kamu baik-baik saja, semoga Robinson selalu menjagamu. Semoga dia tidak pernah menghianatiku." ucap Gabriel yang terlihat begitu pasrah.
Apa yang bisa dia lakukan sekarang ini, pria itu hanya bisa mengharap yang terbaik untuk putrinya.
Alexa sendiri yang berada di perusahaannya nampak dia sedang melihat beberapa barang yang ada di gudang pengiriman miliknya.
"Ada apa, Alexa?" tanya Paman Robinson.
"Lebih baik kita cek barang-barang yang ada di gudang, Paman. karena yang aku tahu ada beberapa pengirim yang sangat mencurigakan." jawab Alexa.
"Memangnya kenapa?" tanya Paman Robinson kembali.
"Aku tidak ingin perusahaan yang kita dirikan dengan susah payah ini akan hancur karena kelakuan bodoh dari orang-orang tidak bertanggung jawab." jawab Alexa.
"Tenang saja, kalau mereka berani macam-macam Paman akan merakit bom. akan Paman kirim bom yang sangat luar biasa." jawab Paman Robinson sambil tersenyum.
"Aku tidak sedang bercanda, Paman." ucap Alexa yang membuat Paman Robinson langsung kehilangan senyum yang dari tadi mengembang.
"Iya iya, paman tahu. lagi pula kenapa kamu harus marah sih, tinggal kita ke gudang Setelah itu kita minta anak buah kita untuk mengecek barang-barang itu." jawab Paman Robinson.
"Untuk saat ini aku tidak percaya dengan anak buah kita, paman. aku yakin ada beberapa dari anak buah kita yang sudah menjadi penghianat." ucap Alexa.
"Maksudmu?" tanya Paman Robinson.
"Aku yakin salah satu diantara anak buah kita yang ada di gudang pengiriman mereka melakukan kecurangan. karena aku menemukan Salah satu bukti laporan mengenai barang gelap yang akan dikirim ke Asia." jawab Alexa.
"Apa kamu yakin?" tanya Paman Robinson.
"Apa aku yakin? kalau aku tidak yakin aku tidak akan membicarakan hal itu dengan paman. karena aku yakin itu aku bicara dengan paman." jawab Alexa dengan kesal.
__ADS_1
Paman Robinson menganggukkan kepalanya kemudian mengajak Alexa untuk pergi ke perusahaan ekspedisi miliknya.
EMPAT PULUH MENIT KEMUDIAN
*GUDANG PENGIRIMAN ALEXA*
"Nona Alexa." salah satu anak buah Alexa nampak melihat Bos wanita itu datang ke gudang pengiriman.
"Minta seluruh anak buah kita mengepung tempat ini, jangan ada satu orang pun keluar dari sini." perintah Alexa.
"Memangnya ada apa, Nona?" tanya anak buah Alexa kembali.
"Sudah, tidak usah bertanya lagi. lakukan apa yang Aku perintahkan. Oh ya paman, paman lakukan apa yang bisa Paman lakukan. aku tidak ingin semua ini hancur dalam hitungan sepuluh jari." Alexa yang kemudian meminta saluran anak buahnya untuk memblokade gudang pengiriman.
Para pekerja gudang pengiriman nampak terkejut karena kedatangan Bos wanita itu, apalagi kondisi dari bos wanita benar-benar sangat marah.
"Nona, ada apa?" tanya kepala gudang pengiriman.
"Perintahkan anak buahmu untuk tidak keluar dari sini, tidak ada yang boleh meninggalkan tempat ini!!" seru Alexa.
"Memangnya ada apa, nona?" tanya pimpinan gudang.
"Nanti kau akan tahu sendiri." jawab Alexa.
Seketika Alexa memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa barang-barang yang ada di gudang pengiriman, Alexa sendiri nampak wanita itu melihat beberapa peti kemas bahkan mencium bau dari peti kemas itu.
"Ada apa, Nona?" tanya pimpinan gudang kembali.
"Maksud Nona?" tanya pimpinan gudang kembali.
"Apakah aku harus mengatakan dengan detail?" tanya Alexa yang membuat pimpinan gudang langsung tersentak.
Tatapan mata yang begitu menakutkan itu ditunjukkan kembali oleh Alexa, itu artinya ada seseorang yang berusaha untuk melakukan kecurangan.
"Saya sudah melakukan semua sesuai perintah anda, nona. Memangnya apa yang terjadi? Apakah ada sesuatu?" tanya pimpinan gudang yang sangat kebingungan.
Alexa berjalan beberapa langkah, ada sebuah paket peti kemas yang tidak terlalu besar yang terbuat dari kayu.
"Ini barang apa?" tanya Alexa.
"Ada keterangan pengiriman barang, Nona." jawab pimpinan gudang.
Dilihat dari bentuknya itu mungkin barang-barang sesuai standar, tapi ketika Alexa mendekatinya wanita itu tiba-tiba mencium sesuatu yang begitu familiar.
"Ambilkan aku palu!" seru Alexa.
Salah satu anak buah Alexa memberikan palu yang berukuran besar itu.
"Apa yang akan Nona lakukan?" tanya pimpinan gudang.
__ADS_1
"Kau akan tahu." jawab Alexa.
BRAKK..
BRAKK..
Alexa menghancurkan peti kayu itu, setelah peti kayu itu hancur di dalamnya ada sebuah barang yang dibungkus mungkin berlapis-lapis.
"Buka lapisan pembungkus ini." pinta Alexa.
"Ini melanggar kode pengiriman, Nona." ucap pimpinan gudang.
"Lebih baik aku melanggar kode pengiriman daripada aku harus hancur gara-gara seseorang yang berusaha untuk menghancurkanku." jawab Alexa.
Pisau yang selalu dibawa Alexa itu langsung keluar dari sakunya, sebuah bungkusan yang begitu aneh. Alexa membuka bungkusan itu, ketika bungkusan itu sudah terbuka di dalamnya ada sebuah patung yang terlihat begitu biasa.
"Apa ini?" tanya Alexa.
"Ini adalah keramik yang diimpor dari salah satu negara." jawab kepala gudang tanpa mengatakan apapun.
Seketika Alexa mengangkat palunya.
BRAKKK..
satu pukulan saja patung keramik itu langsung pecah. Betapa terkejutnya Alexa ketika dia melihat di dalam patung keramik itu masih ada selimutan tanah liat berbentuk aneh.
"Apa kamu main-main denganku?" tanya Alexa.
"Saya tidak tahu, Nona. kami hanya menerima pengiriman ini, kami tidak tahu apa isinya." pimpinan gudang benar-benar sangat ketakutan. kedua tangan dan kakinya langsung gemetar, apalagi dia sangat tahu bagaimana tabiat dari Alexa.
"Aku tidak suka ada penghianat di lingkunganku. jika kalian berani melakukan sesuatu.., akan kupastikan dalam 5 menit siapapun orangnya akan aku tangkap." ucap Alexa yang kemudian menghancurkan patung yang ada di dalam patung tersebut.
BRAKK...
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)