
Thomas benar-benar sangat marah karena beberapa usahanya sudah hancur, beberapa temannya juga sudah kehilangan nyawa. teman-teman Thomas meninggal dengan cara yang mengenaskan, dibakar bahkan dibantai tanpa sisa sama sekali. terkadang Thomas memikirkan cara pembunuhan itu, begitu keji bahkan sangat mengerikan.
"Apa yang anda pikirkan, Tuan?" tanya anak buah Thomas.
"Siapa orang yang begitu menakutkan itu? dia menyiksa mereka sebelum membunuh mereka." ucap Thomas.
"Mungkin dia adalah pria yang lebih berbahaya dari tuan Hiroki." jawab anak buah Thomas.
Thomas terlihat memijat keningnya, pria itu harus segera mencari tahu siapa orang-orang yang sudah mengusik bisnisnya.
Di lain tempat anak buah Brandon sudah mengawasi tempat Alexa, pria itu benar-benar dibuat penasaran oleh wanita muda itu. beberapa mobil sudah memasuki tempat Alexa, anak buah Brandon melihat beberapa mobil itu masuk ke rumah Alexa.
"Kita laporkan hal ini kepada Tuan Brandon." ucap anak buah Brandon.
Semua yang dilihat oleh mereka disampaikan kepada Brandonz tentu saja pria yang begitu familiar itu begitu penasaran dengan pujaan hatinya itu.
"Gadis kecilku itu suka bermain petak umpet." ucap Brandon.
Setelah mengatakan itu akhirnya Brandon mematikan ponselnya, Dia meminta anak buahnya untuk segera kembali ke markas mereka. sebuah tempat yang memang dikhususkan oleh Brandon untuk menjaga beberapa barang-barang berharga miliknya.
*KEESOKAN HARI*
Pagi ini Alexa benar-benar tidak ke perusahaan, wanita itu masih tidur di ranjang super mewahnya itu. di pagi buta yang sungguh luar biasa itu Brandon terlihat sudah bertamu di rumah Alexa. pria itu ingin memberikan kejutan kepada gadis muda yang membuat hatinya berdebar begitu luar biasa.
TOK..
TOK..
TOK..
bunyi pintu kamar Alexa diketok.
Tak ada sahutan dari dalam kamar, sesaat kemudian beberapa pelayan itu mulai mengetuk pintu Alexa kembali.
TOK..
TOK..
tetap saja tidak ada sahutan, hal itu membuat pembantu itu berjalan ke kamar Paman Robinson. Pria tua yang sangat sensitif suara itu tentu saja dia langsung terbangun ketika mendengar pintu kamarnya diketok oleh seseorang.
CEKLEK..
Paman Robinson membuka pintu kamarnya.
"Kalian ini kenapa sih terus mengetok kamarku? Aku kan sudah bilang Jangan menggangguku hari ini." paman Robinson yang marah.
__ADS_1
"Tuan, ada tamu." ucap pembantu wanita.
"Siapa yang bertamu ke rumah sepagi ini?" tanya paman Robinson yang penasaran.
"Saya saya tahu, tuan. katanya namanya Tuan Brandon." jawab pembantu wanita.
Mendengar nama Brandon tentu saja Paman Robinson langsung bersemangat 45.
"Bilang pada Tuan Brandon untuk menunggu, siapkan makanan, minuman. apa saja pokoknya seluruh isi dapur keluarkan, suguhkan di meja ruang tamu!" perintah paman Robinson yang kemudian berlari secepat kilat untuk membersihkan dirinya.
Maksud hati ingin menenangkan diri, namun tamu di pagi hari itu membuat Paman Robinson langsung terbangun. sekitar 10 sampai 15 menit kemudian Paman Robinson sudah keluar dari kamarnya. nampak pria itu menatap Brandon bersama anak buahnya tersebut.
"Selamat pagi, Tuan Brandon." ucap Paman Robinson.
"Selamat pagi, paman." jawab Brandon.
Pria itu memanggil Paman Robinson seolah dia begitu dekat.
"Di pagi buta seperti ini Kenapa kamu sudah kemari?" tanya Paman Robinson kepada Brandon.
Brandon sendiri nampak tersenyum, pria itu menatap Paman Robinson yang berpakaian santai ketika tidak ke perusahaan.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengobrol santai dengan paman Robinson, Tapi kalau aku mengganggu aku akan kembali lain waktu." ucap Brandon.
Mendengar perkataan seperti itu tentu saja Paman Robinson langsung menghentikan Brandon.
"Panggil saja dengan namaku Paman, panggil saja dengan Brandon. tidak usah panggil dengan panggilan seperti itu." ucap Brandon.
Mendengar kata-kata yang diucapkan Brandon tentu saja Paman Robinson sudah mengerti apa maksud dari pria itu, memangnya siapa sih yang tidak ingin mendekati Alexa. wanita muda cantik kaya raya mapan memiliki properti yang banyak yah luar biasa lah.
"Tumben sekali Paman tidak ke perusahaan?" tanya Brandon.
"Paman kemarin lembur sampai malam, jadi hari ini perusahaan sebagian diliburkan yang sebagian mengerjakan pekerjaan sisa kemarin." jawab Paman Robinson.
"Enak sekali ya, paman. di perusahaan paman bisa melakukan hal itu, kalau di perusahaan yang aku kelola sih mereka tidak akan bisa bergerak sama sekali." ucap Brandon.
"Biasalah, mereka kan juga manusia mereka juga butuh liburan." jawab santai Paman Robinson. seolah pria itu seorang dermawan. seorang wanita nampak bergegas ke tempat Tuan Paman Robinson.
"Tuan." Panggil salah satu pelayan.
*Ada apa." jawab paman Robinson.
"Tuan, Saya mau izin pulang. Ibu saya sakit." ucap si pelayan wanita.
"Ya sudah kalau begitu, kamu pulang saja. oh ya bilang kepada kepala pelayan untuk memberikan uang?" pintar Paman Robinson.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan." ucap pelayan wanita yang kemudian pergi dari ruang tamu.
Ternyata pria tua dan wanita muda itu benar-benar membuat Brandon merasakan sesuatu yang berbeda, mereka sangat dekat dengan orang-orang di sekitarnya. sama seperti keluarganya.
"Oh iya, paman. di mana Alexa?" tanya Brandon.
"Dia lagi bermimpi ke pulau yang ada di dekat sini." jawab paman Robinson yang begitu nyeleneh.
"Maksud paman?" tanya Brandon.
Kata-kata yang diucapkan oleh Paman Robinson membuat Yosuke nampak sedikit memikirkan apa yang dikatakan oleh pria tua itu.
"Maksudku dia sedang tidur, dia masih tidur, begitu. dia itu kalau liburan begini dia seperti batu yang tidak bergerak sama sekali, dia tidur seperti mayat yang habis dibunuh." jawab Paman Robinson yang membuat Yosuke langsung tersenyum menahan tawanya.
Ternyata Pria tua yang terlihat begitu serius itu kalau di rumah kata-katanya begitu santai, sederhana dan lucu. tak berselang lama terlihat seorang wanita yang masih memakai pakaian tidur. dia berjalan menuruni anak tangga, dia menggaruk kepalanya kemudian berjalan ke dapur.
Alexa mengambil sebotol air mineral, langkah kakinya kemudian berjalan hendak keluar dari rumah. wanita itu berjalan menuju ruang tamu, suara pembicaraan dari seseorang membuat Alexa menoleh ke asal suara. tatapan mata Alexa menatap tiga pria yang ada di ruang tamu.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Alexa yang otaknya masih belum sempurna.
Brandon nampak menatap Alexa yang masih memakai pakaian tidur tersebut, tatapan matanya menatap tajam wajah Alexa. walaupun tidak memakai riasan wanita itu masih tetap cantik.
"Kamu ini tidak punya sopan santun sama sekali, Alexa. ada tamu kok pakai baju tidur seperti itu." ucap paman Robinson yang membuat Alexa sadar.
Seketika Alexa berputar balik menuju kamarnya, Wanita itu benar-benar sangat malu. dia menggelengkan kepalanya kemudian memukul dahinya.
"Ngapain sih itu orang ada di sini pagi-pagi buta?" gerutu Alexa.
Sedangkan Brandon, nampak pria itu tersenyum saat melihat Alexa dengan penampilan seperti itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)