
"Kami bisa lepas kan, nona?" tanya kepala gudang kepada Alexa.
"Tentu saja, kalian bisa lepas. Memangnya apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Alexa balik.
"Maaf, Nona. kami kira kami akan dihukum." jawab kepala gudang.
"Jika kalian tidak melakukan kesalahan kenapa aku harus menghukum kalian, Aku ini masih waras, tidak gila." jawab Alexa yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Betapa leganya hati para pekerja yang lain setelah 4 orang itu sudah ditangkap.
"Nona Alexa benar-benar begitu menakutkan, dia adalah serigala wanita yang akan siap memberantas siapa saja." ucap orang-orang yang ada di gudang.
"Nona Alexa bukan hanya wanita menakutkan, dia adalah wanita yang sangat kejam. dulu ada seorang pengusaha wanita yang katanya sangat kejam seperti Nona Alexa. Dia adalah wanita yang memiliki tabiat sangat keras, dia mampu menjalankan perusahaannya sendiri dan membalas dendam atas kematian keluarganya." jawab kepala gudang.
Setelah dari gudang akhirnya Alexa pergi ke kantornya, dia ingin melihat beberapa pekerjaan yang belum selesai.
"Apa Paman Robinson belum kembali?" tanya Alexa kepada sekretaris.
"Belum, Nona. Tuan Robinson belum pulang, tadi dia bilang dia akan melakukan suatu pekerjaan." jawab sekretaris Alexa.
Sesaat kemudian Alexa masuk ke dalam kantornya, dia mulai melihat beberapa berkas yang sudah menumpuk di mejanya..
DRETTTT..
DRETTTT..
ponsel Alexa yang ada di atas meja nampak berdering, wanita itu menatapnya di sana panggilan telepon dilakukan oleh Brandon.
TUT..
"Selamat siang." ucap Alexa.
"Selamat siang, Alexa." jawab Brandon.
"Iya, Tuan Brandon. Ada apa anda menelpon?" tanya Alexa.
"Aku dalam perjalanan ke perusahaanmu." jawab Brandon.
"Saya ada di perusahaan, Saya sedang berada di kantor." jawab Alexa.
Setelah menjawab itu Brandon terlihat sudah mematikan ponselnya. Alexa memeriksa beberapa berkas yang sedikit menumpuk di mejanya.
"Leti!" seru Alexa.
"Iya, Nona Alexa." jawab Leti.
"Kalau nanti Tuan Brandon datang langsung suruh masuk aja, aku ada janji ketemu sama dia." ucap Alexa.
"Baik, Nona." jawab Leti.
Sekitar 5 menit kemudian Brandon sudah berada di perusahaan Alexa, pria itu nampak berjalan mendekati kantor Alexa.
"Nona Alexa sudah menunggu Anda, tuan." ucap sekretaris Alexa.
"Terima kasih." jawab Brandon yang kemudian masuk.
Terlihat di sana Alexa melihat memeriksa beberapa berkas.
"Apakah aku mengganggumu, Alexa?" tanya Brandon.
__ADS_1
"Tuan Brandon, Silahkan duduk." jawab Alexa.
"Apakah kamu sibuk?" tanya Brandon.
"Tidak juga, tuan." jawab Alexa yang kemudian menutup salah satu berkas.
"Oya, tuan Brandon. Apakah anda mempunyai kepentingan dengan saya?" tanya Alexa.
"Aku ada kepentingan denganmu. karena itu aku kemari." jawab Brandon.
Terlihat Alexa menatap Brandon, pria itu memang terlihat tampan, menawan dan senyumnya begitu misterius.
"Apakah kamu sudah makan?" tanya Brandon.
"Saya belum sempat makan karena ada masalah sedikit di gudang pengiriman saya." jawab Alexa.
"Apakah ada barang ilegal yang masuk ke gudangmu?" tanya Brandon yang membuat Alexa langsung menatap pria itu.
"Bagaimana Tuan tahu?" tanya Alexa.
"Kita bicarakan di luar perusahaan saja, aku akan mengajakmu makan di restoran atau rumah makan yang ada di dekat sini, Bagaimana?" tanya Brandon.
"Boleh." jawab Alexa.
Sekarang Alexa tidak sedingin dulu dengan Brandon, wanita itu sedikit melunak dengan pria itu. beberapa menit kemudian mereka berdua sudah sampai di restoran.
"Bagaimana anda tahu kalau gudang pengiriman saya bermasalah?" tanya Alexa.
"sebenarnya kemarin Tuan Beni ke tempatku untuk meminta bantuan." jawab Brandon.
"Meminta bantuan?" tanya Alexa.
"Jadi pria itu ingin meminta bantuan kepada Anda, begitu?" tanya Alexa.
"Benar sekali." jawab Brandon.
Sesaat kemudian wanita itu menunjukkan beberapa foto barang yang hendak dikirim oleh Tuan Beni.
"Jadi pria itu ingin mengirim barang-barang itu?" tanya Brandon.
"Benar sekali, Tuan Brandon. pria itu ingin mengirim barang-barang itu ke salah satu tempat yang ada di Yunani." jawab Alexa.
"Lalu, Bagaimana kamu bisa menggagalkannya?" tanya Brandon.
"Salah satu anak buahku sudah disuap oleh pria itu, dia hendak mengirimkan barang itu namun saya sudah memergokinya." jawab Alexa.
Brandon nampak tersenyum, sesaat kemudian pria itu meminum secangkir kopi yang sudah tersaji.
"Kamu harus berhati-hati dengan pria itu, Alexa. Dia mungkin ingin menjebakmu atau menghancurkanmu Aku tidak tahu, tapi yang jelas kemungkinan besar paman Robinson itu memiliki masalah dengan Tuan Beni." ucap Brandon.
"Tentu saja paman Robinson memiliki masalah dengan pria itu, karena pria itu mencoba untuk menyuap paman Robinson beberapa waktu yang lalu." jawab Alexa.
"Menyuap untuk apa?" tanya Brandon.
"Menyuap untuk mengirim senjata ke perbatasan Iran." jawab Alexa.
Brandon akhirnya tahu apa yang terjadi.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu mencoba untuk mengganggumu, Jika dia Sampai berani melakukannya aku bisa meyakinkan dirimu kalau aku akan memburunya sampai dapat." ucap Brandan.
__ADS_1
"Untuk apa anda melakukannya?" tanya Alexa dengan santai.
"Aku sudah menegaskan kepadamu, bukan. kenapa aku melakukannya?" tanya Brandon.
"Maksud, Tuan?" tanya Alexa kembali.
"Aku tidak usah menutupi perasaanku, Aku menyukaimu sejak pertama kali bertemu di kasino itu." jawab Brandon dengan sangat lugas. pria itu tidak harus berbelit-belit untuk menyatakan perasaannya.
Alexa hanya tersenyum, wanita itu menggelengkan kepalanya kemudian meminum secangkir moccacino tersebut.
"Sudah berapa wanita yang Anda kencani, tuan Brandon?" tanya Alexa.
"Maksudmu?" tanya Brandon kembali.
"Anda begitu ringan saat mengatakan perasaan Anda, lalu sudah berapa banyak wanita yang Kau goda? Sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri?" tanya Alexa sembari memicing salah satu alisnya.
"Aku bukanlah pria seperti itu dan aku bukanlah pria brengsek yang akan melakukan hal itu." jawab Brandon.
Seperti yang dikatakan oleh Riana, putranya hanya mencintai seorang wanita yaitu Riana. Dia sangat sulit didekati oleh banyak wanita karena para wanita itu dianggap tidak pantas dan tidak setara dengan mamanya.
"Jika kamu sering bersama dengan mamaku.., wanita itu pasti sudah menceritakan Seperti apa diriku. usiaku sudah lebih dari matang, Aku tidak akan berbelit-belit lagi untuk mengatakan hal ini. aku ingin memintamu menikah denganku." ucap Brandon dengan sangat tegas.
Alexa yang hendak minum moccacino itu pun dia langsung tersedak.
UHUKK..
UHUKK..
Alexa tersedak ketika Brandon memintanya untuk menikah dengan pria itu.
"Pernikahan itu bukan untuk main-main, Tuan Brandon. jadi jangan pernah Anda mengatakan hal itu." ucap Alexa.
"Memangnya kenapa?" tanya Brandon.
"Anda kira pernikahan itu sebatas lelucon saja?" tanya Alexa.
"Siapa bilang pernikahan itu sebatas lelucon, aku tidak sedang bercanda saat ini. apa yang aku katakan tadi adalah kebenaran, Aku ingin menikahimu, Aku akan melakukan apapun untukmu." jawab Brandon.
"Melakukan apa?" tanya Alexa.
"Membantumu untuk mendapatkan orang-orang yang mungkin tidak bisa kau jangkau." jawab Brandon.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)