MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)

MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)
OH MY GOOD


__ADS_3

*KEESOKAN HARI*


"Selamat pagi."


Riana datang ke tempat Alexa bersama Brandon dan yang lain.


"Pagi." jawab salah satu pengurus rumah tangga.


"Nona Alexa ada di rumah?" tanya Riana.


"Ada, nyonya."


"Bisakah aku bertemu dengan nona Alexa?"


"Iya, nyonya. saya panggilkan."


Paman Robinson yang mendengar hal itu.., nampak pria itu memanggil pengurus rumah tangga.


"Ada apa?" tanya paman Robinson.


"Ada tamu yang mencari Nona Alexa."


"Siapa?"


"Saya tidak tahu, tuan."


pengurus rumah tangga terlihat menatap Paman Robinson.


"Kamu panggil Alexa, aku akan turun melihat mereka."


"Baik, tuan."


Paman Robinson terlihat berjalan menuju ruang tamu.


"Selamat pagi."


paman Robinson menyapa beberapa orang yang ada di tempat itu.


Brandon yang mendengar suara Paman Robinson Seketika dia menoleh.


"Paman." panggil Brandon.


"Brandon, Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Paman Robinson saat melihat Brandon ada di tempatnya lumayan pagi seperti ini.


"Itu..,"


belum selesai mengatakan maksudnya ke tempat itu, Riana langsung menoleh menatap Paman Robinson.


"Selamat pagi, Tuan." ucap Riana.


Leonardo juga tidak mau kalah, pria itu langsung menjabat tangan Paman Robinson.


"Selamat pagi, Anda ini siapa ya?" tanya Paman Robinson.


Pria itu sedikit kebingungan karena ada beberapa pria yang tiba-tiba sudah berada di tempatnya.


"Perkenalkan, nama saya adalah Leonardo. saya papa dari Brandon." jawab Leonardo.


Paman Robinson menatap Brandon, pria tua itu sedikit kebingungan dengan kedatangan orang tua Brandon.

__ADS_1


"Iya. ada apa ya, Tuan? tanya Paman Robinson.


"Kami kemari karena kami ingin menemui menantu kami." jawab Riana.


Brandon menghela nafasnya, pria itu sedikit menundukkan kepalanya.


"Menantu? menantu siapa ya?" tanya Paman Robinson bingung.


"Tentu saja menantu Kami, siapa lagi." jawab Riana.


Paman Robinson benar-benar sangat kebingungan, tak berselang lama Riana yang hendak pergi ke perusahaan itu pun melihat beberapa orang ada di rumahnya.


"Ada apa Ini, paman?" tanya Alexa yang sudah berada di ruang tamu.


Wanita itu sudah memakai pakaian kerja hendak ke kantornya.


"Ini..," ucap Paman Robinson yang belum selesai juga langsung diputus oleh Riana.


"Jadi ini menantu kita, sayang?" tanya Riana kepada Brandon.


Wajah Brandon seketika bersemu merah, sedangkan Leonardo nampak pria itu menatap wanita muda yang sorot matanya begitu dingin.


"Maaf, Anda ini siapa ya?" tanya Alexa yang sedikit kebingungan karena di pagi hari di rumahnya dipenuhi oleh beberapa orang.


"Maafkan aku, Alexa. mereka ini adalah orang tuaku." jawab Brandon.


sorot mata Alexa menunjukkan kalau wanita itu benar-benar tidak suka, bahkan sorot mata itu bisa dikatakan sebagai sorot mata yang penuh kemarahan.


"Jadi ini ya menantu kita!" tanya Riana.


Langkah kaki Riana berjalan mendekati Alexa, salah satu tangan Riana hendak menyentuh Alexa. namun dengan segera Alexa langsung menarik mundur tubuhnya.


Riana sedikit tersenyum ketika dia melihat wanita muda yang ada di depannya itu mempunyai sikap waspada yang begitu luar biasa.


PROKK..


PROKK..


PROKK.


"Aku suka dengan menantuku ini, Brandon. segera kamu nikahi dia, aku akan menjadikan dia teman berbicaraku." ucap Riana yang kemudian duduk di ruang tengah.


Leonardo kelihatannya setuju dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya, memang Alexa adalah seorang wanita yang benar-benar memiliki sesuatu yang begitu menyenangkan.


"Maaf Tuan Brandon, Apa maksudnya ini?" tanya Alexa.


Brandon hanya bisa menggelengkan kepalanya, pria itu tidak mungkin mengatakan sesuatu karena ibunya adalah wanita yang sangat sulit untuk diajak berbicara.


"Duduklah di sini, sayang."


pinta Riana sambil menepuk sofa yang ada di ruang tamu.


"Maaf ya Nyonya, Anda ini siapa? apa yang kalian inginkan di tempatku?" tanya Alexa.


"Kamu ini kejam sekali sih, Sini duduk sama mama. setelah kamu duduk Mama akan mengatakannya kepadamu." jawab Riana.


Entah mengapa kata-kata yang diucapkan oleh Riana bagaikan sebuah sihir yang membuat Alexa langsung menurut, wanita itu tiba-tiba duduk berdampingan dengan Riana. mungkin karena mereka mempunyai jiwa kejam yang sama, Hal itu membuat mereka sedikit mempunyai magnet yang saling tarik-menarik.


"Perkenalkan, namaku adalah Riana. dia adalah Leonardo suamiku dan kami adalah orang tua Brandon. Kamu tahu kan siapa pria yang kami maksudkan itu?" tanya Riana.

__ADS_1


Alexa langsung menatap Brandon, wanita itu menatap Brandon dengan pertanyaan yang begitu luar biasa, namun Paman Robinson sedikit terkejut saat melihat Alexa tiba-tiba mau menuruti kata-kata wanita yang baru dia temui itu.


"Maafkan aku, Tuan. Bisakah Anda duduk, kami seperti seorang tamu yang tidak mempunyai perasaan sama sekali. kami datang seperti orang-orang kurang ajar yang langsung menguasai tempat orang lain." ucap Riana.


Paman Robinson langsung duduk di sofa, pria itu bisa melihat sorot mata Riana yang sama persis dengan sorot mata Alexa.


"Entah mengapa wanita ini mempunyai Aura yang sangat menakutkan, bahkan kata-katanya benar-benar membuat bulu kudukku merinding." guman Paman Robinson dalam hati.


Tak berselang lama Riana menggenggam tangan Alexa kemudian tersenyum.


"Berapa usiamu?" tanya Riana.


"Mama, sangat tidak sopan menanyakan hal itu kepada seorang wanita." ucap Brandon.


"Akan sangat tidak sopan Jika kamu menyela pembicaraan kami, Bisakah kamu diam? para pria harus diam untuk saat ini, kami berdua ingin berbicara dari hati ke hati." Riana yang memberi peringatan kepada anak dan suaminya.


"Lebih baik kamu menutup mulutmu dengan rapat, Brandon. Jika kamu membuka sedikit celah gigimu saja, bisa-bisa salah satu peluru itu bersarang di sela-sela gigimu itu." ucap Leonardo yang membuat Brandon langsung terdiam.


Yosuke yang juga berada di tempat itu tentu saja dia sangat tahu bagaimana watak dari Nyonya besarnya itu. seorang wanita yang begitu dingin, keras kejam dan benar-benar sangat menakutkan.


"Apa yang anda cari di rumah saya, Nyonya?" tanya Alexa.


"Aku kemari karena aku ingin bertemu dengan menantuku." jawab Riana lembut.


"Menantu? Memangnya Nyonya mempunyai menantu di sini?" tanya Alexa.


"Tentu saja aku mempunyai seorang menantu yang tinggal di sini, seorang wanita yang benar-benar sangat misterius." jawab Riana.


"Maksudnya siapa?" tanya Alexa.


"Aku kemari tentu saja karena aku ingin bertemu denganmu, Putra kubilang dia sedang mencintai seorang wanita. Dia bilang juga dia mempunyai sorot mata sepertiku, kejam sepertiku, Bahkan dia juga bilang keangkuhanmu itu seperti aku juga." jawab Riana.


Orang-orang yang ada di ruangan ruang tamu tentu saja mereka hanya diam mendengarkan pembicaraan antara Riana dan Alexa. pembicaraan yang sedikit tak tentu arah itu namun membuat dua wanita itu sedikit saling menyukai satu sama lain.


"Apakah Anda nyonya Riana yang sangat terkenal itu?" tanya Alexa.


Seterkenal apa? Aku tidak pernah mengira kalau aku sangat terkenal seperti itu." jawab Riana.


Alexa nampak menunjukkan senyumnya, Wanita itu sangat menyukai wanita berumur yang ada di depannya tersebut.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir


- aku mencintai isteri yang ku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)

__ADS_1


__ADS_2