
Di tempat lain terlihat Alexa sudah berada di depan sebuah perusahaan sebuah perusahaan yang dulu bekerja sama dengan Papa Alexa. sebuah perusahaan yang pemiliknya juga ikut andil dalam pembunuhan keluarga itu.
"Lepaskan saya, lepaskan saya! saya tidak bersalah!!" teriak seorang pria yang sudah diseret paksa oleh begitu banyak polisi.
Seluruh anak buahnya sudah dibekuk bahkan beberapa anak buah dari pria itu ditembak mati di tempat karena berusaha melawan.
"Akhirnya kau akan mati juga." ucap Alexa.
Senyum yang begitu menakutkan itu nampak terlihat jelas di wajah Alexa.
"Papa, Bisakah Papa keluar bersama paman? ketika pria itu berusaha untuk mendekati kalian berdua aku yakin para polisi akan langsung menembaknya." ucap Alexa.
"Apakah kamu yakin, Alexa?" tanya Paman Robinson.
"Semuanya sudah aku atur dengan baik, Paman." jawab Alexa yang kemudian berjalan mundur.
Di luar perusahaan itu berdiri kerumunan yang sangat banyak, orang-orang sangat penasaran dengan penangkapan seorang pengusaha yang berusaha melarikan diri. di luar perusahaan itu sudah dijaga begitu banyak polisi.
"Lepaskan aku, lepaskan!!" teriak si pria.
Sesaat kemudian Paman Robinson dan ayah Gabriel menunjukkan diri mereka, pria itu melihat dua sosok yang sudah mereka bunuh. seharusnya orang-orang itu sudah tidak bernyawa si pria nampaknya tidak tahu kalau Gabriel masih hidup dan disembunyikan oleh Thomas. namun ketika pria itu melihat sosok Ayah Gabriel dia benar-benar terkejut dan langsung mengambil salah satu pistol yang ada di pinggang seorang polisi.
"Seharusnya kalian mati, seharusnya kalian mati!!" teriak si pria yang kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Ayah Gabriel dan Paman Robinson.
Para polisi yang melihat hal itu tentu saja mereka langsung mengarahkan senjata mereka ke arah si pria.
DOR!!
DOR!!
__ADS_1
DOR!!
rentetan peluru langsung menembus tubuh si pria hingga pria itu tersungkur di jalanan, paman Robinson dan ayah Gabriel nampak tersenyum. pria yang sekarat itu melihat kepergian ayah bersama paman Robinson, si pria benar-benar terkejut luar biasa sampai titik nafasnya.
"Bawa mayat ini ke kantor polisi!!" perintah salah satu pimpinan polisi.
Senyum benar-benar ditunjukkan oleh Alexa, Tak akan ada yang tahu rencana pembunuhan ini namun beberapa orang yang ikut dalam tragedi pembunuhan itu sudah diberi hukuman oleh Alexa. beberapa orang itu usahanya hancur, ditangkap polisi bahkan mereka ada yang mengalami kecelakaan hingga mati mengenaskan.
"Bagaimana kamu tahu kalau pria itu akan melakukannya, Alexa?" tanya Paman Robinson.
"Semuanya sudah aku atur, Paman. kemunculan kalian akan membuatnya sangat terkejut, hanya beberapa orang yang mengetahui kalau Papa masih hidup. beberapa diantara mereka tidak tahu kalau Papa masih hidup, jadi dengan keluarnya papa itu akan membuat mereka ketakutan bahkan melakukan sesuatu agar seluruh rahasia mereka tidak terbongkar." jawab Alexa.
"Kamu benar-benar sangat licik, putriku." ucap Ayah Gabriel.
"Mereka yang membuatku seperti ini, mereka yang membuat aku menjadi iblis wanita yang benar-benar sangat menakutkan." jawab Alexa.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa polisi mengetahui usahanya." ucap Palos.
"Ada apa, papa? kenapa Papa berbicara sendiri?" tanya Tara.
"Satu persatu teman-temanku masuk penjara, bahkan terbunuh. Ada apa ini, apa yang sebenarnya terjadi? lalu bagaimana bisa Gabriel berkeliaran di luar sana." ucap Palos.
"Kenapa Papa harus takut sama pria itu, kita cari keberadaannya lalu papa bunuh saja." jawab enteng Tara.
"Kamu gila ya, Kamu ini tidak mempunyai rencana mau berbicara seenak otakmu. kalau kamu berbicara itu pikirkan dahulu, Kalau sudah berpikir baru berbicara!!" bentak Palos yang kemudian pergi meninggalkan putrinya.
Di tempat Alexa tentu saja anak buah Alexa sudah menunjukkan sebuah berita mengenai kematian seorang pria yang ikut andil dalam pembunuhan keluarga itu.
"Lihatlah Nyonya, kami benar-benar sangat luar biasa. beberapa temanmu sudah mati mengenaskan, yang barusan ditembak polisi bahkan kondisinya sangat mengenaskan juga." ucap anak buah Alexa.
__ADS_1
Kuren dan Thomas saling menatap satu sama lain, Akhirnya datang juga Hari pembalasan. mereka hanya mampu menatap satu sama lain dengan tubuh yang penuh luka. Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh mereka, nampak kedua pria itu benar-benar terdiam dengan semua kenyataan yang ada di depan mereka.
"Perlahan-lahan kita juga akan dibunuh oleh wanita itu." ucap Kuren.
"Sebelum dia membunuhku aku akan keluar dari sini." jawab Thomas.
Mendengar jawaban dari Thomas tentu saja Kuren tersenyum menatap pria itu.
"Bermimpilah." jawab Kuren yang kemudian menghela nafasnya perlahan.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1