MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)

MY SUGAR DADDY 2 ( Nyonya Mafia)
KEMARAHAN ALEXA


__ADS_3

BRAKK!!


BRAKK!!


"Siapapun dari kalian yang sudah menghianatiku, maka kalian harus bersiap-siap. kalian tidak akan bisa keluar dari sini, aku bisa menjamin nyawa Kalian pasti akan tertinggal di gudang ini." ucap Alexa yang sangat marah.


Entah siapa yang sudah melakukan tindakan kotor tersebut, entah anak buah Alexa sendiri atau dengan sengaja ada seseorang yang berusaha untuk masuk ke celah perusahaan milik Alexa.


"Kami benar-benar tidak tahu, Nona. kami tidak tahu kalau itu adalah barang-barang terlarang." ucap kepala gudang.


"Kalian jangan pernah membuat alasan, di sini ada alat yang bisa mengetahui barang-barang ilegal bahkan aku juga mempunyai anjing yang sangat luar biasa. lalu bagaimana bisa barang-barang ini masuk?" tanya Alexa.


Di dalam patung itu ternyata ada narkoba dan berlian yang mungkin harganya sangat fantastis.


"Kami benar-benar tidak tahu, Nona. kami benar-benar tidak tahu." sangkal anak buah Alexa yang ada di gudang.


"Baiklah kalau begitu, jika kalian tidak ingin mengatakan mengenai kebenaran barang-barang itu.., maka aku bisa mengetahui Siapa orang yang sudah melakukannya." jawab Alexa


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Alexa menutup gudang pengiriman, seluruh anak buah Alexa berjaga di luar gudang.


"Tidak akan ada satu orang pun yang bisa keluar dari tempat itu ucapkan Selamat tinggal kepada keluarga kalian." Alexa yang kemudian mendekati Paman Robinson.


Wanita itu menadahkan tangannya, itu artinya Alexa meminta sesuatu.


"Kamu ingin yang kecil atau yang besar?" tanya Paman Robinson.


"Yang cukup saja, paman. cukup untuk meledakkan satu tubuh manusia." jawab Alexa.


Mendengar jawaban dari Alexa Paman Robinson hanya memberikan satu granat saja.


"Itu sudah cukup kan?" tanya Paman Robinson.


Alexa tersenyum menatap pria tua itu.


"Apakah tidak ada yang lain?" tanya Alexa.


"Cukup, granat aktif itu cukup untuk meledakkan satu orang saja. cukup dengan memasukkan ke mulutnya maka tubuhnya akan hancur berantakan." paman Robinson yang terlihat kesal dengan salah satu orang yang berusaha untuk menjebak perusahaan yang sudah dia dirikan bersama Alexa dengan susah payah.


"Paman, Bagaimana kalau lebih dari satu. orang Bolehkah aku memintanya lagi?" tanya Alexa.


"Boleh." jawab Paman Robinson yang kemudian memberikan tiga bom aktif yang tidak terlalu besar.


"Aku suka denganmu, Paman." ucap Alexa.


"Terima kasih." ucap Paman Robinson yang kemudian duduk di salah satu peti kemas yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


Gudang tersebut memang ukurannya benar-benar sangat luar biasa, memang gedung iku itu digunakan untuk menampung barang-barang yang akan dikirim ke negara-negara yang ada di dunia.


Paman Robinson mengambil makanan dari sakunya, pria itu terlihat begitu santai sedangkan Alexa sendiri dia memegang 4 bom kecil yang sudah dibuat oleh Paman Robinson.


"Alexa, apa tidak keluar saja? nanti barang-barang yang ada di sini hancur semuanya?!" seru Paman Robinson.


"Akan ku ganti nominal barang yang hancur, Paman. tapi tidak akan ada yang bisa mengganti kepercayaan yang sudah aku berikan." ucap Alexa yang terlihat berjalan ke arah anak buahnya yang ada di gudang pengiriman.


"Seberapa banyak Kalian mendapat uang dari orang itu?" tanya Alexa.


Tidak ada yang berani menjawab, namun Alexa tahu kalau salah satu anak buahnya yang berkhianat itu masih berada di tempat itu.


"Jika kalian tidak ada yang mau mengatakan sesuatu, maka kalian yang bekerja di bagian gudang akan mati sekarang juga." ucap Alexa yang kemudian mulai menatap satu persatu anak buahnya.


"Saya tahu siapa yang melakukannya, nona." seorang pria yang terlihat mendekati Alexa dengan kedua kaki yang begitu gemetar.


"Apa?" tanya Alexa.


"Nona, saya tahu siapa yang melakukannya." ucap si pria.


Alexa nampak tersenyum, wanita itu menatap salah satu anak buahnya.


"Baguslah kalau begitu, katakan Siapa orang yang sudah menerima barang ini dan ke mana anjing piaraanku itu?" tanya Alexa.


Di gudang itu ada 3 anjing pelacak yang dulu dibeli oleh Alexa dari sebuah penangkaran khusus anjing polisi.


"Orang itu adalah salah satu pekerja yang ada di tempat ini, Nona. Hari ini dia tidak masuk karena izin sakit!" seru wakil kepala gudang.


Mendengar jawaban seperti itu Alexa langsung menatap pria yang memotong pembicaraannya tersebut. senyum nampak di perlihatkan oleh Alexa.


"Jadi orang itu tidak masuk ya?" tanya Alexa yang kemudian mengambil pistol yang ada di pinggangnya.


Seketika Alexa langsung mengarahkan pistol itu ke wajah si pria yang memutus pembicaraannya tersebut.


"Apa apa yang anda lakukan, Nona?" tanya si pria.


"Aku tidak akan pernah mengira kalau kamu akan melakukan hal ini, aku sudah menggajimu dengan nominal uang yang benar-benar sangat besar. Namun nyatanya kamu masih tetap terpedaya dengan nominal uang yang di iming-iming oleh orang itu." ucap Alexa.


Kedua kaki si pria langsung gemetar, wakil kepala gudang itu tidak akan pernah mengira kalau semua yang dia lakukan Sudah tercium oleh Alexa.


"Orang-orang yang bekerja sama denganmu suruh mereka keluar, Jika kamu tidak melakukan hal itu maka kamu akan mati sendiri." ucap Alexa.


Wakil kepala gudang nampak menatap beberapa anak buah yang ada di tempat tersebut.


"Saya-saya." ucap wakil kepala gudang.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin menuduh orang yang tidak ada hubungan dengan kelakuanmu itu?" tanya Alexa.


DOR!!


Satu tembakan langsung terarah ke salah satu kaki wakil kepala gudang.


"Aku tidak suka penghianat, Aku tidak suka dikhianati." ucap Alexa.


Anak buah Alexa langsung bergegas masuk, setelah mendengar tembakan tersebut wakil kepala gudang sudah diamankan bersama dengan tiga kawanannya.


"Apa yang harus kami lakukan, Nona?" tanya anak buah Alexa.


"Bawa mereka ke tempat hukuman, Aku ingin memberikan mereka hukuman yang setimpal." ucap Alexa.


Kepala gudang dan pegawai yang lain Mereka benar-benar sangat ketakutan, mereka tidak akan pernah mengira kalau wakil kepala gudang akan melakukan penghianatan seperti itu.


"Ambil seluruh fasilitas yang sudah aku berikan kepada mereka, buat keluarga mereka menjadi gelandangan!" seru Alexa.


"Aku mohon, Nona. Aku mohon, aku mohon Jangan melakukan itu." pinta wakil kepala gudang.


"Tak ada maaf bagi siapapun yang menghianatiku!" seru Alexa.


Paman Robinson nampak makan makanan yang dia bawa dengan begitu santai, pria itu hanya terdiam dengan semua kenyataan yang sudah dia lihat.


"Kalian benar-benar mencari masalah, berani sekali kalian menghianati kami." ucap Paman Robinson yang kemudian meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Tuan Beni.


"Jangan lepaskan pria itu, Paman. jika Paman melepaskannya maka aku akan memburu paman." ucap Alexa yang membuat Paman Robinson nampak menganggukkan kepalanya.


"Tenang saja, aku pasti akan memberikan dia hukuman yang setimpal." jawab Paman Robinson yang kemudian pergi dari gudang pengiriman. orang-orang yang ada di gudang nampak bernafas lega.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


- Gairah cinta isteri muda


- One night stand with mister William


- Gairah terlarang


- Isteri bayaran tuan Presdir

__ADS_1


- aku mencintai isteri yang aku benci


- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)


__ADS_2