
Setelah pertemuan hari itu, Alexa terlihat lebih dekat dengan Riana.
PERUSAHAAN RIOS WEIS
"Selamat pagi, Papa." sapa Brandon.
"Pagi." jawab Leonardo lemah.
"Ada apa, Papa?" tanya Brandon.
"Ck.., Ck..," decik Leonardo.
"Memangnya ada apa, Pa? kok lemas banget?"
"Gimana nggak lemas, pagi-pagi buta mamamu sudah nggak ada di kamarnya." jawab Leonardo.
"Memangnya Mama ke mana?"
"Entahlah."
"Kok nggak tahu sih pa?"
Brandon yang sedikit penasaran, sesaat kemudian Brandon mengambil ponselnya.
TUT..
suara ponsel yang tersambung.
"Mam, ada di mana?" tanya Brandon.
"Memangnya ada apa?" tanya Riana.
"Nggak gitu, kok papa lemes banget. katanya mama pagi buta udah hilang?" tanya Brandon.
"Pagi buta apanya, Mama tadi keluar itu pukul 08.00. enak banget dibilang pagi buta, mata papamu itu yang sedikit katarak." Riana yang kembali marah.
"Lalu, Mama ini sekarang ada di mana?" tanya Brandon yang penasaran.
"Mama ini sedang keluar sama Alexa, mama lagi jalan-jalan." jawab Riana yang terlihat tertawa begitu lepas.
Brandon yang mendengar jawaban dari mamanya tentu saja pria itu sangat terkejut, apalagi kelihatan sekali kalau Riana sekarang dekat dengan Alexa.
"Ya udah kalau gitu, ma. nanti aku yang jemput mama, jangan pulang sendiri." ucap Brandon.
Sesaat kemudian Riana yang sedang berbicara itu pun nampak dia tidak menjawab ucapan dari putranya itu, memang hari ini Riana sengaja keluar bersama dengan Alexa dengan tujuan agar ketika kembali biar Brandon yang menjemput mereka. Alexa kan wanita cantik tentu saja Riana tidak ingin melepaskan wanita yang sangat mirip dengannya itu.
"Ada apa Ma?" tanya Riana.
"Tidak ada apa-apa, cuma tadi suamiku aja yang kurang kerjaan." jawab Riana.
Akhirnya panggilan telepon itu diputus oleh Riana, sedangkan Leonardo yang ada di perusahaan putranya.., Dia sedikit kesel karena istrinya tiba-tiba menghilang.
"Bagaimana Brandon?" tanya Leonardo.
"Mama sedang keluar, Pa. Dia sedang jalan-jalan sama Alexa." jawab Brandon.
"Aduh, itu wanita kalau ada sesuatu yang diinginkan pasti dia kejar sampai dapat." ucap lirih Leonardo.
"Tentu saja pa, masa Papa tidak tahu siapa Mama." jawab Brandon yang mendengar perkataan Papanya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, Papa mau jalan-jalan." Leonardo yang terlihat berdiri kemudian melipat lengan pakaiannya.
"Papa mau ke mana?"
"Papa mau Jalan-jalan di sekitar tempat ini saja." jawab Leonardo.
"Papa cari mau masalah ya?"
"Memangnya kenapa?"
"Mama kan bilang kalau Papa berani menggoda wanita atau berusaha mencari perhatian mereka, mungkin saja mata Mama yang ada di mana-mana itu akan langsung laporan sama mama." Brandon yang terlihat memperingatkan Papanya.
"Kamu ini apaan sih, Brandon. ya nggak mungkinlah Papa melakukan hal itu. Papa ini masih waras tahu?"
"Apa Papa yakin?"
"Tentu saja Papa yakin, kamu kira apa kamu ini Playboy." jawab Leonardo yang kemudian berjalan keluar dari kantor putranya.
Leonardo masih tetaplah sama, Walaupun dia sudah berumur pria itu masih tetap menunjukkan kharismanya yang sangat luar biasa. walaupun usianya sudah di atas 50 tahun atau lebih tepatnya 60 tahun namun pria itu selalu saja menjadi incaran para wanita-wanita penyuka sugar daddy.
PUSAT PERBELANJAAN
"Alexa, kamu suka tas itu, tidak?" tanya Riana.
"Tas yang mana, Ma?" tanya balik Alexa.
"itu, tas yang warna hitam itu."
"Memangnya Mama suka sama tas itu ya?"
"Mama nggak suka sih, Mungkin aja kamu suka sama tas itu."
D salah satu toko yang ada di tempat itu terlihat ada dua wanita yang mendapatkan tindak pelecehan dari beberapa pria.
"Alexa." Panggil Riana.
"Iya, Ma." jawab Alexa.
"Kamu pernah adu banteng, nggak?" tanya Riana.
"Adu banteng? adu banteng sama siapa, ma?" Alexa yang kebingungan.
"Kamu mau main-main sebentar, nggak?" tanya Riana kembali.
"Main-main apa ma? Memangnya Mama mau main apa?" tanya Alexa kembali yang membuat wanita itu sedikit penasaran.
"Tuh, lihat ada beberapa orang brengsek yang mencoba melakukan sesuatu kepada dua orang itu." jawab Riana.
Alexa menatap tempat yang ditunjuk oleh Riana seketika kedua bola mata Alexa membulat.
"Aku selalu membenci para pria seperti mereka, Mereka itu tidak seharusnya dilahirkan di dunia ini." jawab kesal Alexa.
"Kamu betul, Kamu betul sekali. seharusnya mereka itu tidak dilahirkan di dunia ini, seharusnya mereka waktu mau lahir itu sudah di depak, dihabisin kuotanya biar mereka tidak jadi lahir." kesal Riana.
"Mama mau main-main?" tanya Alexa.
"Kamu mau?" tanya balik Riana.
"Kalau begitu ayo kita main-main ma, siapa tahu kejenuhan kita akan hilang." ucap Alexa.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, mari kita main-main. tangan Mama ini sudah gatal banget, udah lama Mama tidak melakukan sesuatu." jawab Riana yang terlihat mencengkram salah satu tangannya hingga mengeluarkan bunyi.
Sebuah senyum yang terlihat begitu menawan, dua wanita berbeda usia itu nampak berjalan begitu anggun.
"Halo, tampan. Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Riana kepada dua pria yang sedang mengganggu dua wanita tersebut.
Dua pria itu nampak menatap Riana dan Alexa.
"Kalian mau apa? Kenapa kalian kemari?" tanya dua pria.
"Seharusnya kami yang tanya seperti itu, apa yang kalian lakukan sama dua wanita itu?" tanya Riana yang sedikit menggenggam tangannya.
D salah satu sudut yang ada di pusat perbelanjaan, dua pria itu hendak melakukan pelecehan kepada dua wanita tersebut.
"Lebih baik kalian pergi dari sini, jika tidak kalian akan menjadi pemuas kami yang selanjutnya." ucap dua pria itu.
Riana yang mendengar perkataan seperti itu seketika darahnya langsung mendidih, senyumnya sudah terukir dengan kadar emosi yang benar-benar sangat tinggi.
"Seharusnya kalian itu tidak pernah dilahirkan di dunia ini, kalian itu adalah aib yang sangat busuk." ucap Riana.
"Dasar wanita tua, lebih baik kamu pergi dari sini. jika tidak aku akan melemparmu terlebih dahulu." ucap salah satu pria.
Riana yang mendengar penghinaan seperti itu seketika darahnya benar-benar mendidih.
"Dasar bocah ingusan." ucap Riana.
Salah satu tangan Riana sudah terulur, wanita itu langsung menjambak rambut si pria kemudian menekuk tubuhnya dan memberikan tendangan.
BUGG..
BUGG..
ZDAKK..
satu pria benar-benar diberikan lukisan indah oleh wanita itu, apalagi Riana yang memang sengaja memakai cincin yang sangat unik itu. Hal itu membuat wanita itu memberikan goresan indah di wajah si pria dengan menggunakan cincinnya.
"Aku benci dengan pria bermulut busuk seperti kalian." ucap Riana yang kemudian menendang si pria hingga membentur di tembok.
BUGG..
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1