
*BEBERAPA HARI KEMUDIAN*
PERUSAHAAN RIOS
"Selamat siang, Brandon." sapa Tara yang sudah berada di perusahaan Brandon.
"Selamat pagi, Tara. Apa yang membuatmu ke sini hari ini?" tanya Brandon.
"Aku kemari tentu saja karena aku ingin bertemu dengan pemimpin perusahaan Rios." jawab Tara.
"Ada perlu apa?" tanya Brandon yang bersikap biasa tanpa terganggu dengan kehadiran Tara.
"Kelihatannya kamu sedang sibuk ya?" tanya Tara.
"Tidak juga, aku tidak sedang sibuk. sebenarnya aku hanya ingin memeriksa beberapa laporan kerjasama dengan beberapa perusahaan fiktif ini." jawab Brandon.
DEG..
Tara sedikit tersentak ketika Brandon mengatakan hal itu, karena salah satu perusahaan fiktif yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan Rios adalah milik perusahaan Hiroki dan Tara.
"Apakah dia sudah mengetahui mengenai perusahaan fiktif itu? jika salah satu perusahaan fiktif anak buahku diketahui oleh Brandon. maka tamatlah riwayatnya." guman Tara dalam hati.
"Apa yang ingin kamu katakan, Tara?" tanya Brandon.
"Aku hanya ingin membicarakan salah satu kerjasama dengan istrimu." jawab Tara.
"Kerjasama mengenai apa? karena isteriku mempunyai banyak perusahaan." jawab santai Brandon.
"Apa maksudmu?" tanya Tara.
"Kamu tidak tahu ya, kalau isteriku adalah seorang pengusaha sukses?" tanya Brandon.
Tara mengira apa yang dikatakan oleh Brandon itu cuma gertakan semata, wanita itu tersenyum ketika Brandon mengatakan hal itu.
__ADS_1
"Aku tidak yakin kalau istrimu adalah seorang pengusaha sukses, kalau dia seorang pengusaha sukses pasti dia mengetahui siapa aku." jawab Tara.
Brandon nampak tersenyum, sesaat kemudian pria itu menatap Tara.
"Istriku adalah orang yang sangat sibuk, dia tidak akan pernah mengurus wanita sepertimu. seorang wanita yang hanya mempunyai kelas standar." jawab Brandon.
Tara sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Brandon. Brandon mengatakan kalau dia hanyalah pengusaha yang memiliki standar yang tidak terlalu bagus, itu artinya Tara hanyalah seorang pengusaha yang tidak terlalu dikenal.
"Kamu kira aku akan terpancing dengan semua kata-katamu?" tanya Tara.
"Kalau kamu tidak percaya carilah di informasi pencarian, kamu akan tahu siapa istriku. seorang wanita yang benar-benar sangat menakutkan, Bahkan dia adalah pengusaha wanita yang paling berkuasa." jawab Brandon.
"Sudahlah, kamu tidak usah mengatakan hal itu, aku kemari karena aku masih mempunyai pekerjaan yang harus aku bicarakan denganmu." ucap Tara.
"Terserah Kalau begitu, katakan apa yang kamu inginkan. aku harus segera pergi karena beberapa perusahaan yang aku pegang harus aku pantau." jawab Brandon yang kemudian meminta Yosuke untuk datang ke tempatnya.
TOK..
TOK..
"Masuklah!" seru Brandon.
"Iya, Tuan." Yosuke yang sudah berada di ruangan Brandon.
"Tolong persiapkan semuanya, aku harus melihat beberapa perusahaan yang harus kita tangani. aku lupa kalau beberapa perusahaan itu harus segera kita bangun." ucap Brandon.
"Baik, Tuan. oh ya tuan saya memiliki beberapa informasi mengenai beberapa perusahaan fiktif yang bekerjasama dengan kita." ucap Yosuke.
"Kalau begitu kamu bereskan semuanya dengan cepat, Yosuke. aku tidak mau perusahaan-perusahaan itu membuat aku mengalami kerugian." jawab Brandon.
"Baik, Tuan." ucap Yosuke yang kemudian pergi meninggalkan Brandon.
Dari semua yang sudah dikatakan oleh Yosuke, pria itu sudah mencari tahu mengenai beberapa perusahaan yang sudah berkembang di bawah kekuasaan Brandon. apalagi beberapa perusahaan fiktif yang mengajukan kerjasama dengannya itu, mereka mulai mencari celah untuk menghancurkan Brandon.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak ingin mengatakan apakah keperluanmu, lebih baik kamu pergi dari sini, Tara. Aku sangat sibuk untuk saat ini." ucap Brandon.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengatakan apa yang perlu aku katakan. Oh ya apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Tara.
"Tenang saja semuanya baik-baik saja, lagi pula aku tidak terlalu mengenal orang-orang yang ingin bekerja sama denganku itu." jawab Brandon.
"Apa tidak lebih baik kamu mencari tahu mengenai mereka, Jika kamu sampai ditipu oleh mereka mungkin kerugianmu akan sangat banyak." ucap Tara.
"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, karena aku harus segera keluar. kalau kamu tidak mempunyai alasan di sini lebih baik kamu pulang." pinta Brandon.
"Aku kemari karena aku ingin mengatakan padamu untuk menandatangani kerjasama Kita." jawab Tara.
"Kamu bekerja sama dengan istriku, Jadi kalau kamu ada perlu apa-apa berbicaralah dengan dia. aku tidak ada hubungan dengan bisnis yang kamu geluti, jadi jangan terlalu berharap aku akan memberikan bantuan apapun." jawab Brandon.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1