
*BEBERAPA JAM KEMUDIAN*
"ERGGGG..," Kuren yang mengerang kesakitan.
"Bagaimana, Apakah kamu sudah terbangun?" tanya Alexa kepada pria yang sudah terkapar tidak berdaya dengan kedua tangan yang sudah diikat rantai.
"Si-Siapa kamu?" tanya Kuren.
"Selamat datang, Kuren. Selamat datang di tempatku." jawab Paman Robinson dan ayah Gabriel.
Dua pria itu nampak menatap pria yang sudah tidak berdaya itu, tatapan matanya benar-benar begitu tajam.
"Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu, Kuren?" tanya ayah Gabriel.
"Apa yang kamu lakukan, Tuan Gabriel?" tanya Kuren.
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku melakukan apa yang harus aku lakukan." jawab ayah Gabriel.
Tatapan mata yang ditunjukkan oleh Kuren benar-benar menandakan Kalau pria itu sangat terkejut.
"Selamat datang di dunia kami, Selamat datang di neraka yang kau ciptakan untuk kami." ucap Ayah Gabriel yang kemudian tersenyum kepada Paman Robinson.
"Papa, Paman. silahkan kalian bersenang-senang dengan semua yang kalian rasakan, limpahkan semua kekesalan kalian kepada pria ini, dia adalah pria yang sudah membuat kita menjadi seperti ini. jangan biarkan dia merasa kalau dia adalah orang yang sangat luar biasa." ucap Alexa yang kemudian mengambil pisau kesayangannya.
"Apa yang kamu lakukan, Nyonya Alexa?" tanya Kuren.
"Aku akan membalas dendam atas semua yang kamu lakukan kepadaku dan keluargaku, Aku akan membalas dendam untuk apa yang telah kamu lakukan kepadaku dan kedua orang tuaku." jawab Alexa.
Paman Robinson terlihat tersenyum ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Alexa, penyiksaan yang diberikan oleh Paman Robinson dan ayah Gabriel tidak akan semenyakitkan siksaan yang akan diberikan oleh Alexa.
"Berhentilah Gabriel, biarkan Putri kita itu melakukan pembalasan." ucap Paman Robinson.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Robinson?" tanya ayah Gabriel.
"Kamu akan tahu sendiri ketika kamu melihat Seperti apa wajah Putri kita." jawab Paman Robinson.
Ayah Gabriel masih belum mengetahui siapa sebenarnya Alexa, ketika tangannya yang begitu cantik itu memegang pisau maka malaikat maut akan menjelma. goresan Indah akan terukir di tubuh Kuren, gadis kecil yang dulu menyaksikan pembantaian keluarganya itu akan memberikan pembalasan.
"Kamu tahu, aku melihat seluruh keluargaku kalian bunuh. aku melihat seluruh keluargaku di bantai satu persatu, rasanya aku ingin menangis namun aku tidak bisa berteriak. Aku ingin sekali keluar dari persembunyianku untuk membunuh kalian namun waktu itu aku masih kecil." ucap Alexa yang kemudian berjalan mendekati Kuren.
"Aku akan memberimu satu kata saja, kamu adalah pria yang sangat beruntung karena wanita ini akan memberikanmu pelajaran." ucap paman Robinson yang kemudian mengajak Ayah Gabriel untuk duduk.
"Apa yang kamu lakukan, Robinson?" tanya ayah Gabriel.
"Kita duduk santai di sini saja, Kita akan lihat apa yang dilakukan oleh Alexa." jawab Paman Robinson yang kemudian mengajak Ayah Gabriel untuk duduk.
SRETTT...
"AAAA!!!"
ZERRTTTTT..
ZRETTT..
dua sayatan kembali diberikan oleh Alexa ketika wanita itu menatap Kuren.
"AAAAA!!!"
suara teriakan kembali terdengar ketika Alexa memberikan sayatan di tubuh Kuren dengan membabi buta. kenangan masa lalu itu akan terus membayangi Alexa.
Brandon yang ada di tempat itu nampak menatap Alexa seperti menatap ibunya, bayangan masa lalunya membuat mereka menjadi wanita yang sangat menakutkan.
"Kamu tahu bagaimana rasanya sendirian? kamu tahu, ketika kami berdua menjadi gelandangan aku dan pamanku harus menderita kami harus menjadi gelandangan, gembel dan pengemis untuk mencari sesuap nasi. kamu tahu rasanya kehilangan? sakit hati dan penderitaan aku dan pamanku merasakan itu semuanya? kau dan Thomas benar-benar sangat brengsek, di tempat ini kalian akan saling menyaksikan bagaimana penyiksaan yang sesungguhnya. kalian sudah menyembunyikan Ayahku selama puluhan tahun, menjadikan aku yatim piatu yang tidak mempunyai orang tua. Untung saja Aku mempunyai orang yang sangat mencintaiku, menyayangiku seperti putri kandungnya sendiri." ucap Alexa dengan mata yang begitu memerah.
__ADS_1
"Maaf.., ampun, Ampuni aku..," ucap Kuren.
Mendengar kata permintaan maaf itu tentu saja Alexa langsung tersenyum.
"Ampun, maaf? apa yang kau katakan, Seharusnya kamu tidak usah mengatakan hal itu. seharusnya kamu berdiri pada kekalahanmu, berdirilah pada pijakanmu yang sangat luar biasa itu. aku ingin melihat bagaimana kamu berdiri dengan semua yang sudah Kamu rebut dariku. Aku ingin melihat bagaimana kamu berdiri di atas mata pisau yang sudah kau tancapkan di hidupku." ucap Alexa yang kemudian langsung mengiris lutut Kuren.
BYUSSSS...
darah langsung keluar dengan begitu banyak, Alexa menyentuh darah itu kemudian mengusapkan di wajahnya.
"Kamu tahu, seberapa besar dendam yang aku miliki untuk kalian? apa kalian tahu bagaimana kesakitan yang aku rasakan karena kalian?" tanya Alexa yang kemudian menendang kaki kuren dengan sangat keras hingga terdengar suara patahan kaki itu.
KREKK...
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)