
DOR!!
satu tembakan melesat dan mengenai lengan Hiroki.
ZLEPP...
"Dasar bedebah." ucap Hiroki.
"Aku pasti akan membunuhmu!" seru Ares.
DOR!!!"
SLEPP..
"Ugh...,"
1 tembakan telah melesat mengenai kepala Ares.
"Aku tidak suka bermain-main dan aku tidak suka dipermainkan." ucap Riana yang sudah melepaskan satu tembakan dan langsung mengenai kepala Ares.
"Mama." ucap Alexa ketika melihat Riana sudah berada di sana bersama yang lain.
BRUKK..
"Singkirkan orang-orang yang ada di tempat ini." perintah Leonardo.
Tatapan mata Brandon menatap sang istri, seketika pria itu berlari untuk menolong istrinya. tidak ada pergerakan sama sekali dari Alexa, terlihat wanita itu benar-benar belum mampu untuk mempertahankan dirinya.
"Aku tidak akan membiarkanmu terluka." ucap Brandon.
Ingin sekali Alexa memeluk sang suami, namun apalah daya dia tidak bisa melakukan apapun.
"Cari dokter yang sudah menyuntikkan obat itu." ucap Hiroki.
Seluruh anak buah Brandon, Leonardo, Ricardo Juan Ryan dan paman Robinson menyebar untuk mencari keberadaan dokter yang sudah menyuntikkan sesuatu ke tubuh Alexa.
"Lebih baik kita bawa keluar Alexa." ucap Riana.
__ADS_1
"Tunggu, mama." ucap Alexa.
"Ada apa, Sayang?" tanya Riana.
"Dalang dibalik semua ini adalah Lucifer dan Papanya, Aku ingin pria itu ditangkap, Mama." jawab Alexa.
Brandon menatap sang istri, ternyata orang yang menyerahkan Alexa adalah Lucifer.
"Aku akan mengerahkan seluruh anak buah kita untuk mencari mereka, aku akan membawamu pulang terlebih dahulu." ucap Brandon.
"Tenang saja, Alexa. mama dan papa akan mendapatkan keberadaan dua orang itu, kamu tenang saja lagi pula kami di sini semua juga harus menyingkirkan musuh-musuh kami yang tersisa." Riana kemudian tersenyum menatap sang suami.
"Tentu saja, sayang. kita akan menyingkirkan mereka, menyingkirkan orang-orang yang berusaha untuk menghancurkan kita." jawab Leonardo.
"Tiga pasangan itu memutuskan untuk membersihkan tempat itu, membersihkan musuh-musuh mereka yang sudah membuat keonaran. Samantha menatap seorang pria yang tidak lain adalah rekannya dulu di rumah sakit. pria itu lebih memilih menghancurkan orang lain daripada menolongnya.
"Sudah lama kita tidak bertemu, dokter." Samantha yang menatap si dokter dengan tatapan mata yang begitu dingin.
"Kamu." ucap dokter.
"Halo, Dokter. Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Samantha.
"Selalu saja kamu membuat ulah, kamu sudah membuat Putri salah satu temanku seperti itu. kalau begitu mari kita lihat seberapa pandai dirimu." ucap Samantha yang kemudian mulai mengejar si dokter.
Langkah kaki Samantha yang sangat lincah Tentu saja tidak akan bisa dibandingkan dengan dokter pria, kakinya langsung melesat memberikan tendangan bahkan wanita itu memberikan pukulan telak kepada dokter pria.
"Apakah itu adalah obat yang dulu pernah Kita uji coba? obat yang tidak seharusnya diberikan kepada seseorang?" tanya Samantha.
Dokter pria nampak terdiam, dirinya menatap Samantha yang sangat terkenal dengan sebutan dokter psikopat. "Aku tidak tahu apa maksudmu." ucap dokter.
Samantha tersenyum, seketika wanita itu mengeluarkan sebuah jarum suntik dan menancapkan tepat di leher si dokter.
ZLEPP..
"Kita akan bermain-main untuk beberapa waktu, aku mau lihat sehebat Apakah kekuatan tubuhmu ketika obat itu sudah bereaksi." ucap Samantha.
"Dasar gila, kau adalah orang gila!!" seru dokter.
__ADS_1
"Aku gila namun aku bukanlah pembunuh orang-orang tidak bersalah. Aku adalah dokter gila yang membunuh para penjahat." jawab Samantha dengan senyum pembunuhnya.
Sedikit demi sedikit obat itu mulai bereaksi, terlihat jelas di depan mata Samantha kalau tubuh dokter itu melepuh sedikit demi sedikit.
"Apa yang kamu lakukan kepadaku?!" teriak dokter.
"Aku? Tentu saja aku akan memberikanmu pelajaran atas apa yang sudah kamu lakukan." jawab Samantha.
"Kamu adalah iblis, Kamu adalah iblis!!" teriak dokter.
Tak Ada jawaban dari Samantha, namun wanita itu hanya tersenyum.
"Kau selalu saja melakukan kesalahan, organisasi kita berkembang dengan landasan saling percaya satu sama lain. sayangnya kamu sudah menghianatiku, keluar dari tempat kita bahkan menghancurkan tempat itu. sudah berapa banyak nyawa yang sudah kau bunuh, Sudah berapa banyak tangis anak kecil karena kehilangan orang tuanya. Hari ini aku akan memberikanmu hukuman, kamu harus merasakan kesakitan yang sudah mereka rasakan." Samantha menatap dokter dengan tatapan mata yang begitu menakutkan. wanita itu tidak akan pernah membiarkan pembunuh orang-orang yang dia sayangi masih berkeliaran.
"Ampuni aku, Ampuni aku!!" teriak si dokter.
"Tidak ada ampun bagi siapapun." jawab Samantha.
"Aku akan memberikan serum penawarnya," ucap dokter kembali.
"Aku tidak butuh serum itu, jika aku menginginkannya maka aku bisa membuatnya. jadi kamu tidak perlu khawatir." jawab Samantha.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)