
"Aaaaa!!" teriak Alexa.
pagi yang begitu dingin itu serasa membuat Alexa hancur, langit yang tiba-tiba gelap bagaikan pertanda langit juga marah dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang itu. Alexa terus berteriak begitu keras, amarah itu benar-benar meledak.
"Tenanglah, Alexa." pinta Paman Robinson.
"Akan ku bunuh mereka, aku akan membunuh mereka semuanya, Paman!!" teriak Alexa.
"Tenang." pintar Paman Robinson.
"Aku tidak akan pernah tenang Aku tidak akan pernah tenang." jawab Alexa.
Seketika wanita itu membawa anak buahnya untuk pergi ke sebuah tempat pemakaman, dari tato yang dimiliki oleh para pria yang dibunuh oleh Alexa tadi.., Alexa tahu dari kelompok mana 3 pria itu.
"Jalankan mobilnya!!" seru Alexa.
Paman Robinson berusaha untuk mengejar, namun Alexa sudah membawa anak buahnya untuk pergi ke sebuah tempat.
"Paman." Panggil Brandon.
"Kita harus mengejar wanita itu, dia sudah kehilangan akal." jawab Paman Robinson.
Brandon langsung meminta anak buahnya untuk segera melajukan mobilnya, pria itu meminta anak buahnya untuk mengikuti Alexa.
"Apa yang terjadi, Paman?" tanya Brandon kepada Paman Robinson.
"Mereka menghancurkan makam orang tua dan istriku." jawab Paman Robinson.
Brandon nampak terdiam, memang siapapun akan marah jika makam kedua orang tuanya dihancurkan seperti itu. dengan kecepatan luar biasa mobil yang di tumpangi oleh Alexa melaju dengan kecepatan yang begitu cepat, Alexa sudah membawa dua pistol yang ada di tangannya.
"Pastikan kalian bunuh mereka tanpa tersisa sama sekali, bunuh yang kalian lihat. Jangan biarkan mereka hidup satupun!" seru Alexa.
"Baik, Nona." jawab anak buah Alexa.
Sekitar 40 menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah tempat, mereka berada di salah satu bangunan milik salah satu organisasi.
Alexa keluar tanpa mengenakan alat pengaman sama sekali, Dia tidak memakai rompi anti peluru atau apapun. wanita itu keluar dari mobil dengan amarah yang sangat luar biasa, Dia memegang dua pistol sekaligus di dua tangannya, langkah kaki Alexa keluar dari mobil.
DOR.
DOR..
dua tembakan langsung melesat di tubuh seorang pria yang baru keluar dari gedung tersebut.
mata yang sudah memerah, amarah yang sangat luar biasa. Alexa tidak takut dengan semuanya, wanita itu akan memberikan pelajaran kepada orang-orang yang sudah menyuruh tiga pria itu untuk menghancurkan makam orang tuanya.
"Siapa kalian?!" seru seorang pria yang baru keluar dari tempat tersebut.
__ADS_1
Tak ada kata yang diucapkan oleh Alexa, sesaat kemudian wanita itu mengarahkan pistolnya kepada beberapa orang yang ada di sana.
DOR..
DOR..
DOR..
tembakan terus terdengar, Alexa tanpa ragu sama sekali dia benar-benar membunuh orang-orang yang keluar dari gedung tersebut. suara gemuruh yang ada di tempat itu membuat orang-orang yang ada di gedung itu langsung keluar. Mereka mencoba untuk melawan Alexa namun sayangnya Alexa yang sudah tidak terkendali itu dia membunuh orang-orang itu secara membabi buta.
Entah orang-orang yang dia tembak itu mati atau tidak, namun Alexa membuat mereka semuanya tersungkur tidak berdaya.
"Cari pimpinan tempat ini sampai dapat!!" seru Alexa.
Sebenarnya Percuma saja Alexa meminta anak buahnya untuk mencari pemimpin yang ada di tempat itu, karena Thomas tidak ada di sana ketika Alexa memasuki gedung itu. suara riuh tembakan itu membuat gedung itu seperti Opera teater Cina, di lain tempat paman Robinson baru sampai bersama Brandon, dia mendengar suara tembakan itu dari gedung kosong itu.
"Keluarkan wanita itu dengan selamat." perintah Brandon.
Paman Robinson membawa dua pistol yang ada di tangan dan punggungnya, pria itu masuk ke dalam gedung itu dan membawa beberapa senjata.
BUGG..
BUGG..
BRAKK..
BRAKK..
Hancurkan saja, biarkan saja mereka semuanya hancur berkeping-keping. Tak Ada yang bisa menghentikan Alexa, kegilaan wanita itu akan sangat menakutkan jika ada siapapun yang berani membangunkan sifat psikopatnya itu.
Hanya dalam hitungan beberapa menit saja Alexa dan anak buahnya menghabisi sekitar 15 sampai 20 orang tersebut.
"Hancurkan tempat ini, tidak ada yang boleh keluar dari tempat ini!" perintah Alexa.
"Baik, Nona." jawab anak buah Alexa.
Salah satu pria nampak berusaha untuk melarikan diri.
Di mana pimpinanmu?" tanya Alexa kepada anak buah Thomas yang masih tersisa.
"Saya tidak tahu." jawab anak buah Thomas.
"Jadi kamu tidak tahu di mana tuanmu ya? kalau begitu Aku akan memberikanmu hadiah dan kenang-kenangan." jawab Alexa yang kemudian mengarahkan pistolnya tepat di kening pria itu.
"Ampun.., Ampuni aku!" seru si pria.
"Kenapa aku harus melepaskanmu, Bukankah kamu sudah membuat kerusakan di tempatku? jadi karena kamu sudah membuat kerusakan aku juga harus memberikan sesuatu untukmu." jawab Alexa yang kemudian mengarahkan pistolnya itu kening anak buah Thomas.
__ADS_1
"Nona, lebih baik kita tidak membunuh pria ini. kita bawa dia ke markas, jika kita membunuhnya kita tidak akan bisa menangkap orang-orang itu." ucap salah satu anak buah Alexa.
Alexa nampak tersenyum, sesaat kemudian wanita itu menatap anak buahnya.
"Aku suka dengan jawabanmu." ucap Alexa yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera membawa pria itu, salah satu anak buah Thomas yang masih tersisa, pria itu nampak menghela nafasnya.
Brandon menatap Alexa, wanita itu seperti seorang wanita yang tidak mempunyai rasa bersalah sama sekali. Alexa memasukkan pistolnya di punggung kemudian berjalan begitu santai. sorot mata menakutkan itu bagaikan sebuah kematian yang sangat luar biasa.
"Wanita ini benar-benar sangat menakutkan bahkan wanita ini lebih menakutkan dari mama." guman Brandon dalam hati.
"Kenapa Paman kemari?" tanya Alexa.
"Paman kemari? tentu saja karena Paman mengkhawatirkanmu. Kamu ini kenapa sih?" tanya Paman Robinson.
"Paman ke sini telat, semuanya sudah selesai. aku sudah membersihkan tempat ini, aku sudah membuang kotoran-kotoran yang tidak berguna itu." ucap Alexa yang kemudian keluar dari bangunan itu.
Paman Robinson harus menyelesaikan tugas terakhir dari Alexa yaitu memasang bom di tempat itu.
"Wanita ini selalu membuat kekacauan dan aku yang harus membersihkannya." gerutu Paman Robinson yang kemudian memasang bom rakit di gedung tersebut.
Dari tempat itu nampak salah satu anak buah Hiroki sudah melarikan diri, pria itu tidak melihat Seperti apa orang yang sudah menyerang markas tersebut. namun dia yakin kalau orang-orang yang menyerang tempat itu adalah orang-orang yang berbahaya.
Di lain tempat Seorang pria sudah mengetahui mengenai salah satu tempat Thomas yang sudah dihancurkan oleh salah satu musuh Thomas.
"Seperti apa orang-orang itu?" tanya Hiroki kepada anak buahnya.
"Saya kurang tahu, Tuan. tapi saya mendapatkan informasi itu tidak terlalu jelas." jawab anak buah Hiroki.
"Wow.., pasti musuh ini adalah musuh yang sangat berbahaya. dia terus-menerus menghancurkan seluruh tempat Thomas, jangan-jangan Dia mempunyai dendam dengan Thomas." ucap Hiroki yang kemudian meminta anak buahnya pergi.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
__ADS_1
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)