
Beberapa hari setelah Alexa mendapatkan keberadaan Papanya, akhirnya wanita itu melakukan semua pekerjaannya.
"Apa Papa yakin mau tinggal di sini bersama paman Robinson?" tanya Alexa.
"Iya, sayang. Papa ingin tinggal di sini bersama sahabat Papa, di sini Papa bisa berbincang-bincang dengannya. mengenang masa lalu dan sedih bersama karena kami kehilangan orang-orang yang kami cintai." jawab Gabriel.
"Papa dan Paman Robinson masih mempunyai aku, kalian tidak kehilangan segalanya. kalian berdua adalah papaku, orang-orang yang sangat aku cintai." ucap Alexa.
"Tentu saja kamu adalah putriku juga, pria ini tidak boleh semena-mena mengambilmu dariku. Aku sudah membesarkanmu, aku sudah mencintaimu bahkan aku sudah menyayangimu. tidak boleh dong kamu langsung diambil begitu saja dariku." Paman Robinson yang terlihat tidak terima.
"Tentu saja dia juga adalah putrimu, kita berdua adalah Papanya. Aku tidak ingin menyerah dengan kehidupan ini, aku ingin kita berjuang bersama. Aku ingin menemukan orang-orang yang sudah membuatku seperti ini, aku sangat mengenal betul orang-orang itu aku, yakin aku bisa menemukan mereka." jawab Gabriel.
"Kamu benar, Ayo kita berjuang bersama. kita temukan orang-orang yang sudah membunuh orang-orang yang kita cintai, kita berikan mereka pembalasan. Aku tidak akan membiarkan mereka tertawa di atas kesakitan kita." jawab Paman Robinson.
Denyum mulai terlihat di wajah Alexa ketika dia melihat Papanya sudah baik-baik saja.
"Oh ya Alexa, Kenapa kamu datang sendiri?dimana suamimu?" tanya Gabriel.
"Dia sedang ada urusan Papa, Mungkin sebentar lagi dia akan menjemputku di sini." jawab Alexa.
"Oh ya Alexa, Di mana pria itu?" tanya Paman Robinson.
"Siapa?" tanya Alexa kembali.
"Tentu saja Thomas, Aku ingin menemuinya. Aku ingin melihat darahnya mengucur dari tubuhnya." ucap Paman Robinson.
__ADS_1
Gabriel nampak menganggukkan kepalanya juga, dia ingin membuat Thomas merasakan kesakitan yang selama ini dia berikan kepadanya.
"Benar putriku, Aku ingin melihatnya. Aku ingin menemuinya, Aku ingin melihat dia tersiksa." jawab Gabriel.
"Nanti kita ke rumah, kita akan lihat pria itu menderita. Aku sudah memenjarakan dia di salah satu tempat yang tersembunyi." jawab Alexa.
Paman Robinson dan Gabriel benar-benar ingin melihat dengan kedua mata mereka, seorang pria yang begitu mereka percaya itu ternyata adalah orang brengsek. sekitar 1 jam kemudian Brandon sudah berada di rumah Alexa, pria itu nampak memeluk Paman Robinson dan Gabriel yang terduduk di kursi roda.
"Kalian sedang berbincang-bincang apa?" tanya Brandon.
"Kami ingin melihat Thomas, Brandon. Kami ingin melihat wajah orang yang sudah menghancurkan kami." jawab Paman Robinson.
"Tentu kalau kalian ingin melihatnya, Ayo kita ke sana gunakan kedua tangan kalian itu untuk membalas apa yang sudah dia lakukan. buat dia berteriak, buat dia merasakan kesakitan Karena dia sudah membuat kalian kehilangan segalanya." jawab Brandon.
Setelah mengatakan hal itu Brandon membawa Paman Robinson dan Gabriel ke rumah mereka, di sebuah ruangan yang begitu gelap begitu dingin dengan semua peralatan yang sudah dipersiapkan oleh Alexa.
suara teriakan Thomas ketika tubuhnya merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Thomas dengan suara yang begitu keras.
Alexa, Gabriel dan Paman Robinson masuk ke dalam ruangan itu. cahaya nampak menyinari ruangan itu, lampu sudah menyala Thomas menatap 3 orang yang ada di depan mereka. tatapan mata Gabriel menatap saudara kandungnya yang sudah menghancurkan keluarganya, dengan segera pria itu melajukan kursi rodanya.
"Tiga belas tahun aku kau siksa, Thomas. 13 tahun aku selalu berdoa kepada Tuhan. 13 tahun aku menunggu saat ini." ucap Gabriel.
Thomas menatap saudaranya, sesaat kemudian senyum mengejek itu ditunjukkan oleh Thomas.
__ADS_1
"Hahaha.., kamu masih hidup juga, Gabriel!!" teriak Thomas.
Gabriel begitu marah Ketika dia masih bisa melihat senyum saudaranya itu.
"Aku pasti akan menyiksamu perlahan-lahan, sama seperti kau telah menyiksa aku hingga sampai seperti ini." ucap Gabriel.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan? kau hanyalah pria cacat yang tidak akan bisa melakukan apapun!" teriak Thomas.
Gabriel berusaha menggerakkan kakinya, namun itu tidak akan bisa dia lakukan. Alexa nampak mendekati Papanya, wanita itu memberikan pisau kesayangan yang selalu dia bawa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang aku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)