
"Sudah berapa lama Anda menyelidiki mengenai aku dan pamanku?" tanya Alexa.
"Kenapa anda berpikir kalau aku menyelidiki kalian?" tanya Brandon kembali.
"Orang sepertimu bukanlah orang yang bisa dikatakan pengusaha biasa, orang tua yang kamu katakan adalah para pengusaha kaya yang ada di kawasan Eropa. ibumu sangat terkenal dengan semua kepandaiannya juga sikapnya yang dingin. uang aku tahu kalau Nyonya Riana adalah psikopat wanita yang sangat luar biasa. sedangkan ayahmu adalah anggota mafia bawah tanah, putra dari pemimpin mafia bawa tanah kawasan Eropa juga, bukan?" tanya Alexa.
Paman Robinson memang baru mengetahui mengenai silsilah keluarga Brandon barusan, pria tua itu tidak akan pernah mengira kalau Alexa menyelidiki siapa sebenarnya Brandon.
"Hahaha.., Anda benar-benar sangat luar biasa, Nona Alexa. Aku tidak pernah mengira Kalau anda menyelidiki aku dengan begitu teliti." ucap Brandon.
"Siapa yang menyelidiki Anda, Tuan Brandon. aku hanya mencari tahu mengenai keluarga anda, ketika kita pertama kali bertemu aku bisa melihat Kalau Anda mencoba untuk menyelidiki saya. Lalu kenapa saya tidak boleh menyelidiki anda jika anda saja sudah mengerahkan anak buah anda untuk menyelidiki ku dan Paman Robinson." jawab santai Alexa.
Brandon baru bertemu dengan seorang wanita yang begitu cerdik luar biasa, wanita yang berusia 20 tahun itu benar-benar memiliki kepribadian yang begitu berbeda.
"Baiklah kalau begitu, aku akan senang sekali Jika aku lebih mengenalmu, Nona Alexa." ucap Brandon.
"Akan sangat menyenangkan jika anda tidak terlalu mengenal siapa saya, tuan Brandon. karena saya tidak terlalu suka diselidiki." jawab Alexa.
Ke dua Orang itu benar-benar sangat sangat bertentangan, namun semua yang dikatakan oleh Alexa benar-benar membuat Brandon semakin menyukai wanita itu.
"Baiklah kalau begitu, Nona Alexa. Aku akan pergi dulu karena aku harus melakukan sesuatu." ucap Brandon.
"Baiklah kalau begitu, Tuan Brandon. silahkan karena saya juga harus beristirahat." jawab Alexa yang seolah mengusir pria itu.
"Alexa, kamu tidak punya sopan santun ya? Dari tadi Paman mendengar Kamu benar-benar mengusir tuan Brandon." ucap paman Robinson.
"Memangnya kenapa, Paman? nggak boleh ya?" tanya Alexa.
"Dia ini tamu Paman bukan tamu kamu. jadi tamu Paman itu ya berarti urusan Paman, kamu kalau mau ke mana-mana silakan pergi. kalau kamu mau tidur pergi saja, mau menyelam ke lautan Pergi saja." jawab Paman Robinson yang membuat Alexa memutar kedua bola matanya dengan jengah.
"Terserah kalian mau apa." ucap Alexa yang kemudian pergi.
Raut wajah kesal ditunjukkan oleh Alexa ketika dia meninggalkan tiga pria itu, sesaat kemudian ponsel Alexa kembali berdering.
"Iya, ada apa?" tanya Alexa.
"Nona, gawat. salah satu makam dari orang tua nona ada yang menggalinya, kemungkinan besar itu Tuan Thomas." ucap anak buah Alexa.
"Gila, kalian lakukan sesuatu jangan sampai mereka menghancurkan makam orang tuaku?!" seru Alexa yang kemudian berlari mencari kunci mobil.
"Ada apa Alexa?!" tanya Paman Robinson.
"Ada seseorang yang menghancurkan makam papa dan mamaku, Paman." jawab Alexa.
__ADS_1
Paman Robinson yang Mendengar hal itu.., tentu saja pria itu juga langsung bergegas mengejar Alexa tanpa mengatakan apapun kepada Brandon. mereka berdua meninggalkan rumah.
"Minta anak buah kita untuk bersiap-siap, Yosuke." pinta Brandon yang kemudian mengikuti Alexa dan Paman Robinson yang sudah pergi.
Alexa benar-benar kesal, wanita itu benar-benar marah ketika mengetahui kalau makam kedua orang tuanya ada yang menghancurkan.
"Aku tidak akan memberikan mereka ampun, lihat saja aku akan membunuh mereka!" seru Alexa.
"Tenang, Alexa. tenang, ini di jalanan nanti kita dalam keadaan bahaya." paman Robinson yang mencoba untuk menenangkan Alexa.
"Aku tidak akan bisa tenang, Paman. Mereka mencoba untuk menghancurkan makan orang tuaku!" teriak Alexa dengan kondisi yang begitu marah.
Alexa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang begitu luar biasa, mobil itu melaju melalui jalan raya yang begitu ramai. melesat ke kanan dan ke kiri hingga membuat paman Robinson harus memegang jantungnya yang hendak copot itu.
"Wanita ini kalau marah bisa-bisa membunuh." guman paman Robinson dalam hati. padahal pria itu juga mengkhawatir kan makam istri dan anaknya juga.
Sekitar 15 atau 20 menit kemudian Alexa dan Paman Robinson sudah sampai di sana, anak buah Alexa yang ada di tempat itu mencoba untuk menghentikan beberapa orang itu. seorang pria yang mungkin musuh dari Papanya nampak mereka menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan tempat itu.
"Alexa!" seru Paman Robinson ketika melihat Alexa langsung turun dari mobil dengan membawa 2 pistol di tangannya.
DOR..
DOR..
DOR..
"Siapa Kalian! beraninya kalian menghancurkan tempat ini!" teriak Alexa.
Paman Robinson berusaha untuk menghentikan Alexa, namun tidak akan ada orang yang bisa melakukan hal itu jika Alexa sudah marah.
"Siapa kamu, Apa yang kamu lakukan!!" teriak si pria.
"Siapa Kalian?! beraninya kalian mencoba untuk menghancurkan makam kedua orang tuaku!!" teriak Alexa dengan amarah yang sudah memuncak.
Wanita itu menodongkan pistolnya di kepala seorang pria yang memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan makam tersebut.
"Maafkan kami, Nona. maafkan kami, kami hanya disuruh, kami hanya mendapatkan perintah untuk menghancurkan makam ini." jawab si pria.
"Dasar brengsek, kalian benar-benar brengsek. kalian ingin mati di tanganku ya!" teriak Alexa.
Dua dari tiga anak buah yang menghancurkan tempat itu sudah tersungkur tidak berdaya.
"Beraninya kalian membuat makam kedua orang tuaku hancur seperti ini." ucap Alexa yang kemudian menarik pelatuk pistol.
__ADS_1
"Ampuni kami, Nona. ampuni kami!!" seru beberapa pria itu.
"Aku tidak mempunyai maaf untuk siapapun, Aku tidak mempunyai maaf untuk orang-orang yang sudah menggangguku." jawab Alexa.
Sorot mata itu benar-benar sudah berubah, sorot mata dan emosi itu sudah meluap Paman Robinson tidak bisa menghentikan Alexa. namun pria tua itu hanya bisa mencoba untuk menenangkan Alexa.
DOR..
DOR..
DOR..
tiga tembakan di arahkan oleh Alexa di kepala tiga orang itu hingga mereka tewas mengenaskan.
"Buang mayat mereka!!" seru Alexa kepada anak buahnya.
Brandon yang ada di tempat itu nampak pria itu menatap Alexa dengan begitu intens, pria itu tidak akan pernah mengira kalau wanita itu benar-benar begitu menakutkan. benar-benar begitu sama dengan Riana, benar-benar begitu menakutkan seperti mama dari Brandon.
"Tuan." Panggil Yosuke.
"Bersihkan tempat ini." pinta Brandon.
"Baik, Tuan." jawab Yosuke yang kemudian meminta anak buahnya untuk membersihkan bukti-bukti yang ada di tempat itu.
Alexa menatap makam kedua orang tuanya yang bersebelahan dengan makan istri dan anak paman Robinson.
"Mereka tidak boleh melakukan hal ini pada kedua orang tuaku." ucap Alexa.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
__ADS_1
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)