
Senyum ditunjukkan oleh ayah Gabriel dan yang lain, akhirnya para pemegang saham memutuskan untuk memihak pada ayah Gabriel, Karena Mereka takut dengan keberadaan Brandon.
"Apakah anda ingin menyerahkan perusahaan itu kepada saya sekarang juga atau anda harus merasakan semua itu saya bawa ke perusahaanku?" tanya Brandon kepada Kuren.
Jika permasalahan ini dibawa ke perusahaan milik Brandon itu artinya semuanya akan sangat berbelit-belit, Kuren nampak terdiam dia tidak mengatakan apapun bahkan raut wajahnya sudah kebingungan.
"Seharusnya aku mencari Hiroki." guman Kuren dalam hati. Percuma saja jika meminta bantuan kepada Hiroki karena pria itu masih belum mampu untuk menandingi Brandon.
"Baiklah tuan-tuan, karena semuanya sudah selesai atas pengambilan alih perusahaan Papa mertua saya. saya anggap sudah selesai, jika ada yang ingin mundur dari perusahaan ini silahkan anda mundur sekarang juga. saya tidak ingin ada permasalahan di belakang yang membuat saya tidak menyukai semua itu." ancam Brandon yang membuat beberapa pria tua itu langsung terdiam.
"Baiklah papa, mulai sekarang perusahaan ini kembali kepadamu. perusahaan yang diambil alih oleh tuan Kuren juga akan kembali padamu." jawab Brandon yang kemudian memberikan surat penyerahan kepada para pemegang saham.
"Silahkan anda tanda tangani surat ini untuk memperjelas posisi Papa mertua saya." ucap Brandon.
Akhirnya Kuren tidak bisa melakukan apapun, namun tatapan tajam dari ayah Gabriel tetap tertuju pada Kuren.
"Aku ingin pria itu merasakan apa yang dirasakan oleh Thomas, Robinson." ucap Ayah Gabriel.
"Tentu saja Gabriel kita akan membuat pria itu merasakan apa yang dirasakan oleh Thomas." jawab paman Robinson yang kemudian pergi bersama dengan ayah Gabriel.
Di sebuah ruangan yang sudah dirubah oleh Thomas, sebuah ruangan yang benar-benar begitu dirindukan oleh pria itu. sebuah ruangan yang dulu selalu didatangi oleh anak dan istrinya, terlihat Ayah Gabriel menatap kantor yang dulu dia tempat.
"Apa yang sedang kamu lihat, Gabriel?" tanya Paman Robinson.
"Dulu kita menghabiskan waktu di tempat ini, Robinson. kita selalu menatap jendela untuk melihat kesibukan orang-orang yang ada di luar." ucap Ayah Gabriel.
"Kita harus melupakan semua kenangan itu, Gabriel. Namun kita harus mengingat dendam yang sudah terukir di hati kita." ucap Paman Robinson.
"Kamu benar sekali, Gabriel. Aku tidak akan melepaskan orang-orang itu, Aku tidak akan melepaskan orang-orang yang sudah membunuh keluarga kita." jawab ayah Gabriel.
__ADS_1
Di tempat itu para pemegang saham Akhirnya sudah pergi dari perusahaan, yang tertinggal di sana hanyalah Kuren, pria itu berharap kalau Ayah Gabriel tidak mengingat mengenai insiden yang ada di tempat itu.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira Kalau Anda masih hidup, Tuan Gabriel." ucap Kuren.
"Kenapa kamu tidak pernah mengira kalau aku masih hidup?" tanya ayah Gabriel.
"Saya mendengar berita mengenai kematian Anda, saya juga mendengar berita mengenai seluruh keluarga anda yang sudah dibantai." jawab Kuren.
"Kamu benar sekali, seluruh keluargaku sudah dibantai tanpa tersisa. tapi Tuhan masih berkehendak baik karena putriku masih hidup." jawab ayah Gabriel yang menatap tajam kepada Kuren.
"Siapa yang melakukan semuanya ini, Tuan Gabriel?" tanya Kuren yang berpura-pura.
"Siapa yang melakukan semua ini?" tanya ayah Gabriel yang memancing.
"Iya dan siapa yang sudah menolong Anda?" tanya Kuren kepada ayah Gabriel.
Kuren menganggukkan kepalanya, pria itu benar-benar ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. karena dia tahu kalau waktu itu Thomas sudah menyembunyikan ayat Gabriel di sebuah tempat.
"Putriku dan sahabatku yang menolongku, Bukankah kamu tahu mengenai hal itu, Kuren?" tanya ayah Gabriel yang membuat Kuren sedikit terkejut.
"Maksud Tuan?" tanya Kuren tanpa mengatakan apapun lagi.
Paman Robinson mendekati Kuren kemudian, pria itu langsung menyuntikkan sesuatu ke leher Kuren.
"Apa yang kau lakukan!!" seru Kuren.
"Selamat datang, di dunia kami." jawab Paman Robinson yang kemudian tersenyum dan memukul leher Kuren hingga pria itu tidak sadarkan diri.
"Kita akan membawanya pergi dari sini Gabriel." ucap Paman Robinson.
__ADS_1
"Kita bawa dia menemui Thomas, kita akan memberikan sesuatu kepada mereka berdua." jawab ayah Gabriel yang kemudian meminta anak buah Brandon membawa Kuren.
Pembalasan dimulai satu persatu, musuh-musuh dari Alexa akan mendapatkan pembalasan.
"Kamu tahu, Papa. aku suka dengan semua yang kamu lakukan, kalian berdua adalah orang-orang yang sangat luar biasa." Alexa yang sudah berada di tempat itu.
"Oh ya Sayang, apa kamu mau ke perusahaan atau ikut pulang bersama Papa?" tanya Brandon.
"Aku akan pulang bersama mereka, Sayang. aku ingin melihat wajah menakutkan dari orang-orang yang sudah membunuh keluargaku." jawab Alexa yang kemudian mencium sang suami.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang ku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1