
BRAKKK!!
BRUKK!!
BRUKK!!
BUG..
BUG..
Riana benar-benar marah, wanita itu terlihat memberikan pukulan kepada para pria itu.
Alexa menatap dua pria yang sudah dihajar habis-habisan oleh Riana, wanita berumur itu memang sangat luar biasa. Alexa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan begitu takjub.
"Majulah." Riana yang sudah memberikan senyum kematian.
"Kami akan memberikan kalian pelajaran."
"Benarkah? jika kalian ingin memberikan kami pelajaran maka tunjukkan bagaimana cara kalian memberikan kami pelajaran." Alexa kemudian mendekati Riana.
"Kita berikan mereka pelajaran yang sangat berharga."
"Kamu benar sekali, Alexa. kita akan memberikan mereka pelajaran kalau begitu."
"Kenapa kita harus diam sekarang, ma. kita buat mereka mati mengenaskan." Alexa yang kemudian tersenyum kepada Riana.
"Kami akan memberi kalian pelajaran!" teriak si pria.
Alexa dan Riana hanya tersenyum.
"Majulah." Alexa yang kemudian mulai mendekati dua pria itu.
Dua wanita yang diganggu oleh dua pria itu menatap dua wanita yang menolong mereka.
"Lebih baik kita lapor polisi biar dua orang itu tidak diganggu, dua wanita yang diganggu itu akhirnya menipu polisi. sebelum polisi datang kemungkinan dua preman itu sudah babak belur bahkan wajah mereka tidak akan bisa terlihat lagi.
BUGG..
BUGG..
BUGG..
LIMA MENIT KEMUDIAN
dua pria itu akhirnya sudah tersungkur tidak berdaya.
"Ini kan lebih baik daripada kalian membuat kami marah, bukan begitu Alexa?"
"Tentu saja, ma. lebih baik mereka seperti ini daripada kedua tangan mereka itu mengganggu orang lain."
"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita pergi dari sini.
"Alexa, Mama mau membeli sesuatu untukmu."
Dua wanita itu akhirnya pergi meninggalkan dua pria tersungkur tidak berdaya.
"Nona." Panggil dua wanita yang ditolong oleh Alexa dan Riana.
"Iya." jawab Riana.
"Terima kasih."
"Sudahlah, tidak usah mengatakan hal itu. aku juga tidak suka dengan orang-orang yang melakukan hal tidak senonoh seperti itu."
Setelah mengatakan itu akhirnya Riana pergi bersama Alexa, beberapa menit kemudian mereka sampai di salah satu toko kosmetik.
"Mau apa kita kemari, ma?"
"Tentu saja berbelanja."
"Belanja apa?" Alexa bingung.
"Belanja sesuatu."
__ADS_1
"Sesuatu apa?"
"Pokoknya sesuatu yang bisa kita beli." jawab Riana yang kemudian menarik Alexa masuk ke toko kosmetik.
"Selamat siang, nyonya, nona." sapa pegawai toko.
"Selamat siang, Bisakah kau menunjukkan kosmetik yang paling spesial di sini?"
"Memangnya Nyonya ingin kosmetik seperti apa?" tanya si pelayan kosmetik.
"Yang tidak memiliki efek yang membahayakan, Aku tidak suka sesuatu yang membuat kulitku ini menjadi jelek."
"Saya akan mengantarkan Anda, Mari ikut saya." ajak si wanita.
Alexa nampak terhenti, dia tidak berjalan. wanita itu menatap daratan kosmetik yang berjajar di toko kosmetik.
"Alexa!" Panggil Riana.
"Iya, ma."
"Ini nyonya, kosmetik yang anda inginkan. kosmetik ini limited edition hadi harganya juga lumayan mahal." Riana menatap kosmetik itu.
"Aku tidak peduli sama harga. kalau aku suka akan aku beli." jawab Riana.
"Memangnya mama mau apa sama kosmetik itu?" Alexa yang kebingungan.
"Tentu saja mama mau beli kosmetik ini untukmu dan untuk mama." jawab santai Riana.
Tak ada komentar yang dikeluarkan oleh Alexa, akhirnya mereka berdua keluar dari toko itu dengan menenteng dua tas belanjaan. sedangkan di tempat lain waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.
Riana belum juga menampakkan dirinya, Leonardo tidak mau menunggu lagi, dengan segera pria itu mengambil ponselnya dan menelpon sang istri.
TUT..
"Sayang, kamu ada di mana?" tanya Leonardo.
"Memangnya ada apa?"
"Kamu kan sudah besar, kenapa aku harus mencemaskanmu? kalau kamu anak kecil sih Mungkin aku akan cemas." jawab tegas Riana.
"Huff..," Leonardo menghela nafasnya. "Sayang, aku dari tadi pagi belum makan. Apa kamu tidak mengkhawatirkanmu?" Leonardo mulai ngambek.
"Kamu sekarang ada di mana?" tanya Riana.
"Aku sekarang ada di salah satu restoran."
"Sama siapa?" tanya Riana.
"Sendirian." jawab Leonardo.
"Sebentar lagi aku akan ke sana, kamu jangan macam-macam. Jika kamu berani melakukan sesuatu maka lihat saja apa yang akan aku lakukan." ancam Riana.
Leonardo mencibirkan bibirnya, memangnya siapa yang mau macam-macam.
Sekitar 15 menit kemudian Riana sudah berada di salah satu restoran yang dikatakan oleh suaminya. wanita itu mencari keberadaan sang suami yang berada di tempat itu.
"Sayang." Panggil Leonardo.
Riana menghampiri suaminya itu, nampak wanita itu melepas kacamatanya kemudian duduk di samping sang suami.
CUP.
Leonardo memberikan kecupan di pipi sang istri.
"Kenapa tidak memesan makanan?" tanya Riana yang melihat meja masih kosong.
"Aku menunggumu." jawab Leonardo.
"Ya sudah kalau begitu pesan makanan aku juga sudah lapar." Riana yang meletakkan tasnya.
Raut wajah yang dari tadi kesal itu seketika tersapu angin berganti senyum yang ditunjukkan oleh Leonardo ketika bersama istrinya.
Seorang pria nampak menatap dua orang itu.
__ADS_1
"Bukankah dia adalah nyonya, Riana? Apa yang dilakukan oleh wanita itu di sini bersama suaminya." ucap seorang pria.
"Ada apa, Tuan?" tanya anak buah Thomas.
"Bukankah itu adalah tuan Leonardo dan nyonya Riana?" tanya Thomas kepada anak buahnya.
"Iya, tuan." jawab anak buah Thomas.
"Lalu, Kenapa pria itu ada di sini?"
"Saya tidak tahu, tuan." jawab bingung anak buah Thomas.
Siapa yang tidak akan kenal Leonardo dan Riana, sepasang suami istri yang bisa dibilang sudah merajalela di dunia bisnis.
"Sayang, aku tadi bersama dengan Alexa." ucap Riana sambil makan.
"Memangnya apa yang kalian lakukan?"
"Tidak ada." jawab singkat Riana.
"Kalian berbelanja apa?" tanya Leonardo yang menatap sang istri hanya membawa satu tas belanjaan.
"Aku tidak terlalu banyak membeli, soalnya Alexa tidak suka berbelanja."
"Kalau begitu Itu masih untung." jawab Leonardo.
"Kok untung?" tanya Riana bingung.
"Ya iyalah, kalau begitu wanita itu bukan wanita matre yang akan menggerogoti harta kekayaan Putra kita." jawab Leonardo yang kemudian membersihkan mulutnya.
"Iya juga sih, tapi kalau dilihat Alexa bukanlah tipe wanita seperti itu. dia tidak suka berbelanja bahkan dia adalah wanita yang sangat spesial."
"Kamu yakin?" tanya Leonardo.
"Tertentu." jawab Riana.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita segera pulang ke rumah karena aku ingin beristirahat." minta Leonardo.
Riana mengangguk, setelah itu menunggu sang suami untuk membayar makanan. sepasang suami istri itu benar-benar sangat luar biasa.
"Tuan, lihat ini!" anak buah Thomas yang memperlihatkan sebuah rekaman video yang ada di salah satu media sosial.
"Apa ini?" tanya Thomas.
"Bukankah ini nyonya Riana?" tanya anak buah Thomas.
"Iya, lalu apa yang dia lakukan?"
"Kelihatannya dia menghajar dua pria ini hingga dua pria ini dalam kondisi seperti ini." jawab anak buah Thomas.
Kedua orang itu menatap rekaman video dari seseorang.
"Wanita ini benar-benar sangat luar biasa, dia adalah macan betina yang sangat terkenal." ucap Thomas.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
- Gairah cinta isteri muda
- One night stand with mister William
- Gairah terlarang
- Isteri bayaran tuan Presdir
- aku mencintai isteri yang aku benci
- My sugar Daddy 2 (Nyonya mafia)
__ADS_1