MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Kenyataan


__ADS_3

Alea berjalan menyusuri tiap toko di dalam mall sendirian. Sejak keluar rumah hingga sekarang jam menunjukkan hampir waktu makan siang, Reynan sang kekasih tidak bisa juga dihubungi.


"Aku sudah mulai kelaparan. Mondar mandir kesana kemari, tidak ada barang bagus yang bisa di beli. Sungguh membosankan." gerutu Alea.


Karena merasa perutnya sudah meminta untuk diisi, Alea pun memilih untuk masuk ke salah satu restoran jepang favoritnya.


Alea memilih tempat duduk di samping kaca besar yang memperlihatkan lalu lalang pengunjung mall siang itu. Sembari menunggu pesanannya datang, Alea memilih untuk membuka aplikasi media sosialnya dan memposting foto yang ia ambil sebelum pergi. Memperlihatkan ootd bermerk yang ia pakai saat ini.


"Emm, cantik sekali," kata Alea memuji dirinya sendiri.


"Ini pesanan anda, nona," kata seorang pelayan sembari meletakkan beberapa hidangan dan minuman di depan Alea.


"Terima kasih," ucap Alea.


Alea menikmati hidangan di depannya dengan malas. Ntahlah, sepertinya berbagai hidangan favorit yang tersaji di depannya tidak begitu menggugah seleranya hari ini. Alea hanya membolak-balikkan makanannya. Hingga ia bosan dan memilih untuk melihat keluar kaca. Namun yang terjadi benar-benar hal yang tidak pernah ia bayangkan. Ia melihat sesuatu hal yang langsung menyakiti hatinya.


"A aku pasti salah lihat. Ya, tidak mungkin itu dia," ucap Alea menenangkan hatinya sendiri.


Namun apa yang ia lihat bukanlah sebuah ilusi. Logikanya berkata bahwa yang ia lihat memanglah kenyataannya. Air mata Alea lolos begitu saja. Hatinya begitu sakit karena merasa dikhianati. Dengan segera ia mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan dan meletakkannya di meja. Kemudian ia berjalan dengan cepat keluar dari restoran dan mencari seseorang yang dilihatnya tadi.


Alea berlari kecil, meneliti sekitarnya mencari keberadaan Reynan kekasihnya. Di puncak putus asanya, matanya menemukan hal yang lagi-lagi menyakiti hatinya.


Di sebuah toko perhiasan,

__ADS_1


"Apakah ini bagus?" tanya seorang gadis.


"Semua yang kau pakai pasti bagus."


"Benarkah?"


"Ya, tentu saja. Jadi, kau mau yang mana?"


"Boleh aku mengambil 2? Aku ingin kalung ini dan cincin yang itu." ucap wanita itu manja.


"Boleh, tapi cium aku dulu."


"Hanya cium?"


"Bungkus kalung dan cincin ini." kata Reynan pada seorang pegawai yang melayaninya sembari menyodorkan kartu kredit miliknya.


"Rey," panggil Alea dengan suara bergetar.


Si pemilik nama pun menoleh ke asal suara.


"Alea?"


"Siapa wanita itu, sayang?" tanya si wanita.

__ADS_1


"K kau, kenapa. Hiks, kenapa kau tega sekali?" tanya Alea dengan tangis yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Hah, sekarang kau sudah tahu kan. Jadi, terserah kau saja. Kau mau minta putus? Baiklah, toh aku tidak benar-benar cinta padamu."


"Kamu, jahat sekali. Dasar kau brengsek," ucap Alea memukul Reynan beberapa kali dengan tas tangannya kemudian berbalik pergi.


Alea berlari kecil dengan berurai air mata. Ia tidak memperdulikan berapa banyak pasang mata yang menatapnya dengan wajah kasihan dan bertanya-tanya.


Alea semakin mempercepat jalannya. Karena tidak fokus ia tak sengaja menabrak seseorang dan hampir jatuh bila saja orang yang ia tabrak tidak segera menopangnya.


"Ma maaf," kata Alea terbata karena menangis.


"Alea?"


Alea menegakkan wajahnya dan memandang seseorang yang memanggil namanya.


############


Selamat malam yarobun,


Duh gk terasa, ternyata novel ini sudah hiatus berbulan-bulan. Maafkan author yaa.


Terima kasih untuk kalian yang masih setia menanti kelanjutan novel ini.

__ADS_1


I love youuuu 😘


__ADS_2