MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Tidur dengan nyenyak


__ADS_3

Alea mengerjapkan matanya, sinar yang menembus melalui celah jendela kamarnya telah mengganggu tidurnya.


"Apa ini?" gumam Alea meraba dada Bayu.


"Eeeennngghh" Bayu menggeliat karena sentuhan Alea.


Alea terpaku mendengar lenguhan seseorang kemudian mendudukkan tubuhnya.


"Aaaaaaaaaaaa." teriak Alea kemudian menendang badan Bayu.


brukk


"Aaauch, kenapa kau menendangku?" tanya Bayu meringis menahan nyeri di punggungnya akibat jatuh dari ranjang.


"Ka kau, kenapa tidur di ranjangku?" teriak Alea.


"Haish, ingat-ingatlah soal kejadian semalam. Siapa yang memohon-mohon memintaku untuk menemani tidur." gerutu Bayu kemudian bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Alea pun terdiam, mengingat-ingat kejadian semalam dimana suara hujan angin dan petir yang sungguh mengganggunya dan membuatnya takut.


"A aku yang memintanya menemaniku tidur di ranjang." kata Alea menepuk kedua pipinya tak percaya.


"Aaaaaaaaaaaaa" teriak Alea.


Bayu yang mendengar teriakan Alea dari dalam kamar mandi terkekeh geli dengan tingkah laku istrinya.


"Terima kasih, Tuhan. Berkat hujanmu semalam aku bisa tidur dengan nyenyak." gumam Bayu dalam hati.


💕

__ADS_1


"Selamat pagi, kakek." sapa Bayu.


"Selamat pagi. Dimana istrimu, Bayu?"


"Masih di kamar, kek. Sebentar lagi pasti menyusul."


"Bagaimana keadaan kantor?"


"Semua aman terkendali, kek. Kemarin aku berhasil mendapatkan kontrak dari Mr...... Jadi kakek tidak perlu khawatir."


"Kau memang bisa diandalkan, Bayu."


"Terima kasih, kek. Aku akan selalu berusaha."


"Selamat pagi, kek."


"Selamat pagi. Alea, seharusnya mulai sekarang kau bangun lebih pagi untuk menyiapkan keperluan suamimu."


Bayu mengelus perutnya, merasa tidak nyaman. Dan hal itu menarik perhatian Tuan Abraham.


"Kau kenapa, Bayu?"


"Perutku sedang bermasalah, kek. Sepertinya asam lambungku naik. Aku tidak bisa meminum kopi yang sudah dibuatkan bibi."


"Alea, buatkan susu hangat untuk suamimu."


"Kenapa harus Alea? Kan ada bibi, lagi pula kan itu tugas bibi, kek."


"Alea...."

__ADS_1


"Baiklah, baiklah. Tunggu sebentar."


Alea pun segera menuju dapur untuk membuat susu hangat.


"Ini susumu." kata Alea meletakkan segelas susu di depan Bayu.


"Terima kasih, Alea." kata Bayu tersenyum.


Setelah sarapan Bayu kembali ke kamar untuk mengambil handphonenya yang tertinggal.


Saat memasuki kamarnya, ia menemukan sang istri sudah berada disana terlebih dahulu sedang bersiap-siap hendak pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Bayu basa basi.


"Bukan urusanmu." jawab Alea kemudian meraih tasnya di atas ranjang kemudian pergi meninggalkan Bayu.


"Hah, apalah aku yang hanya seperti remahan rengginang bagi istriku sendiri." gumam Bayu kemudian keluar dari kamar.


"Kau sudah mau berangkat?" tanya Tuan Abraham.


"Iya, kek."


"Dimana Alea?"


"Oh, itu Alea sudah pergi barusan. Ada yang perlu ia lakukan, kek."


"Anak itu, harusnya menunggumu berangkat terlebih dahulu baru pergi keluar. Ini salahku karena terlalu memanjakan dia. Maafkan aku karena kau harus memiliki istri seperti Alea yang belum dewasa." kata Tuan Abraham menunjukkan wajah sedihnya.


"Apa yang kakek katakan? Kenapa minta maaf? Bukan salah kakek kenapa Alea seperti ini. Dan juga, sekarang ini adalah tugas Bayu untuk membimbing dan mengajari Alea untuk menjadi lebih dewasa." kata Bayu menghibur Tuan Abraham.

__ADS_1


"Memang tidak salah aku memilihmu untuk menikahi Alea. Ya sudah, segeralah berangkat. Jangan sampai Dirut perusahaan malah terlambat bekerja." kata Tuan Abraham menepuk pundak Bayu.


"Hehehe, baik kakek. Bayu pamit dulu." pamit Bayu kemudian mencium punggung tangan Tuan Abraham.


__ADS_2