MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
Menghindar


__ADS_3

HAPPY READING


_________________


"Kalau begitu, aku tidur dulu." kata Alea begitu mereka kembali ke dalam kamar tanpa menatap Bayu.


"Iya, aku akan ke dapur untuk menaruh ini."kata Bayu menunjuk pada nampan yang dipegangnya.


Sekembalinya Bayu dari dapur, Alea tampak sudah tidur memunggunginya. Dan Bayu hanya tersenyum getir. Ia merasa bahwa perasaannya tidak mungkin terbalas dengan mudah.


Ia mendekati Alea dan mengelus pelan rambut istrinya itu sembari mengucapkan,


"Selamat malam, istriku."


Pagi harinya, Bayu dan Tn. Abraham sudah menunggu Alea di ruang makan untuk sarapan bersama. Namun setelah menunggu cukup lama, Alea tak juga menampakkan dirinya dan tentu hal itu membuat Bayu bertanya-tanya.


Tiba-tiba seorang maid datang dan memberitahukan bahwa Alea sudah berangkat ke kantor karena ada urusan mendadak.


"Memangnya di kantor sedang ada masalah?" tanya Tn. Abraham pada Bayu.


"Tidak, kek. Bayu juga tidak tahu Alea ada urusan apa. Semoga saja ini bukan karena Alea mau menghindari Bayu." jawab Bayu di akhiri dengan suara pelan.


"Menghindar? Memangnya apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Tn. Abraham khawatir.


"Ah, bukan apa-apa kek. Ayo kita sarapan, kek." jawab Bayu berusaha mengalihkan pembicaraan.


Dan akhirnya mereka pun memulai sarapan berdua tanpa Alea.


Di kantor, Alea mengumpat beberapa kali karena merasa apa yang ia lakukan saat ini adalah hal bodoh. Dia menyadari bahwa percuma menghindari Bayu dengan berangkat ke kantor terlebih dahulu kalau kenyataannya mereka satu kantor.


"Dia pasti sadar kalau aku menghindari nya. Issshhhh, Alea kau bodoh sekali." umpat Alea lagi.


Hari-hari di kantor berjalan seperti biasanya, Alea dan Bayu sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Hingga tak ada celah untuk sekedar berpapasan.


Saat tengah rehat sejenak, tiba-tiba Alea menerima pesan dari nomor yang tidak ia kenal. Dan ia pun segera membukanya.


0812XXXXX

__ADS_1


Alea, apa kabar? Ini Widya, aku sudah kembali ke Indonesia. Bisa kita bertemu dan makan siang bersama?


Begitu membaca isi pesan tersebut, Alea menjadi bersemangat dan bahagia. Sahabatnya yang sudah lama hilang kontak karena kuliah ke luar negeri, sekarang sudah kembali dan bahkan mengajaknya bertemu.


Ia begitu bersemangat sampai 15 menit sebelum jam makan siang, ia sudah beranjak meninggalkan kantor menuju restoran yang sudah ia dan sahabatnya tentukan.


Bayu membolak-balik dokumen di depannya, memastikan bahwa tidak ada bagian penting yang terlewat ia baca. Setelah memastikan semuanya beres, Bayu mengecek jam tangannya yang ternyata sudah masuk ke jam makan siang. Ia pun segera beranjak dan pergi ke kantor Alea hendak mengajaknya makan bersama.


Belum sampai kakinya menginjakkan kantor Alea, Bayu berpapasan dengan Wila, asisten Alea. Dan Wila memberi tahu Bayu jika atasannya itu sudah pergi beberapa menit yang lalu.


"Ya sudah kalau begitu, terima kasih." ucap Bayu pada Wila kemudian berbalik pergi.


Bayu merogoh saku mengambil handphonenya dan menelpon Jaka agar asistennya itu menemaninya makan siang. Dan untung saja, dengan senang hati asistennya mengiyakan.


"Setelah hampir sebulan lamanya, akhirnya bapak mengajak saya makan siang bersama lagi." sindir Jaka.


"Kau menyindirku?"


"Tidak, saya hanya berpikir kalau saat ini saya sedang menjadi pelampiasan anda." jawab Jaka bercanda dan hal itu membuat Bayu tertawa.


Sementara itu, Alea yang sudah sampai di restoran mencari sosok yang berkata sudah menunggunya. Dan lambaian tangan dari meja yang tak begitu jauh dari tempatnya berdiri membuatnya tersenyum senang.


"Baik, kau sendiri apa kabar? Aku juga sangat merindukanmu nona besar." ucap Widya.


"Hei, berhenti memanggilku seperti itu."


"Baiklah,"


"Jadi, bagaimana tiba-tiba kau sudah di Indonesia lagi?" tanya Alea bersemangat


"Aku mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan dan gajinya lumayan, makanya aku terima. Kau sendiri bagaimana?" kata Widya.


"Ya seperti yang kau lihat, aku bekerja di perusahaan keluargaku."


"Wah, memang benar-benar nona besar."


"Sudah hentikan, ayo kita pesan makanan aku sudah sangat lapar karena tadi pagi tidak sarapan."

__ADS_1


Alea dan Widya pun segera memesan makanan dan kembali mengobrolkan banyak hal sembari menunggu makanan mereka datang.


Bayu mengajak Jaka ke sebuah restoran dan mengatakan akan mentraktir asistennya itu. Dan tentu saja hal itu di terima dengan senang hati oleh Jaka.


Saat memasuki restoran, pandangan Bayu menemukan sosok yang seharian ini mengganggu fikirannya. Siapa lagi kalau bukan Alea, istrinya. Alea terlihat duduk bersama seorang wanita yang posisinya membelakangi Bayu. Dan tanpa pikir panjang Bayu pun menghampirinya. Sedangkan Jaka hanya mengikut saja di belakang.


"Alea, kau makan disini?" tanya Bayu yang datang tiba-tiba membuat Alea kaget.


"Eh, kau juga kesini? Kalau tahu tadi kita bisa berangkat bersama." kata Alea canggung.


"Siapa?" tanya Widya berbisik.


"Emm, kenalkan ini sahabat yang pernah ku ceritakan. Dia baru kembali ke Indonesia jadi kami bertemu untuk makan siang bersama. Dan Widya, ini suamiku Bayu." kata Alea memperkenalkan.


Bayu menengokkan kepalanya menghadap Widya hendak menyalaminya. Namun tiba-tiba Bayu dan Widya justru sama-sama terdiam menatap satu sama lain.


"K kak Bayu?"


"Kau, Widya Antari?"


.


.


.


.


.


.


JENG JENG JENG


APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA YA?


HAYO TEBAK-TEBAKAN.

__ADS_1


🤣


__ADS_2