MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
PULANG


__ADS_3

Pukul setengah delapan pagi, Bayu sudah mendarat di bandara internasional Soekarno Hatta. Disana ternyata sudah menunggu seorang supir yang ditugasi oleh Tn. Abraham untuk menjemputnya.


"Apakah bapak menunggu lama?" tanya Bayu ramah pada supir yang usianya sudah paruh baya.


"Tidak, tuan. Saya hampir tidak mengenali tuan tadi. Maafkan saya."


"Tidak apa-apa, pak. Kalau begitu tolong antar saya ke mansion."


"Siap, tuan."


Sepanjang perjalanan Bayu mengajak supir itu mengobrol banyak hal. Bayu yang begitu ramah tentu membuat nyaman supir tersebut.


Dan dari obrolan itu juga si supir tahu jika perjalanan hidup seorang Bayu Anggara tidak cukup mudah. Dan alasan mengapa pria muda itu begitu ramah kepada semua orang.


"Tn. Abraham memang tidak salah memilih tuan menjadi menantu dan suami nona Alea. Sebenarnya saya adalah supir tuan Leo, ayah nona Alea. Namun saat tuan Leo wafat pun Tn. Abraham masih membiarkan saya bekerja di keluarga Abraham. Beliau orang yang benar-benar baik." kata Pak supir.


"Iya, pak. Kakek memang orang yang sangat baik."


"Nona Alea juga sebenarnya anak yang sangat baik, tuan."


"Ya?" tanya Bayu tak mengerti maksud si Bapak supir.


"Namun karena kehilangan kedua orangtuanya saat ia masih kecil. Membuatnya begitu terpukul dan kekurangan kasih sayang. Hingga saat remaja dan mulai dewasa nona mulai memberontak dan hidup tanpa aturan. Tapi tolong, tuan. Sayangi nona Alea ya. Saya yakin tuan Bayu bisa membuat nona Alea menjadi lebih baik."


"Tentu saja, pak. Bapak do'akan saja." kata Bayu sambil menorehkan senyumnya.


Sesampainya di mansion, Bayu segera keluar dari mobil dan membiarkan barang-barang bawaannya disana. Hanya sebuah bag besar berisi tas seharga ratusan juta yang ia bawa masuk. Karena ingin segera ia berikan pada Alea.


"Kakek, Bayu sudah pulang." sapa Bayu pada Tn. Abraham yang memang sudah menunggu kedatangannya di ruang tamu.

__ADS_1


"Waaah, siapa ini? Gagah sekali." kata Tn. Abraham yang langsung menyambut Bayu dengan pelukan hangat seorang kakek.


"Hahaha, inilah hasil keusilan kakek yang membuang ku ke Australia selama 3 bulan. Tidak mengecewakan bukan?" canda Bayu membuat keduanya tertawa sesaat.


"Tentu saja, ini luar biasa. Alea pasti sangat kaget melihat dirimu yang sekarang." puji Tn. Abraham yang masih menatap takjub perubahan pada fisik Bayu.


"Oh iya, dimana Alea? Apakah ada di kamar?" tanya Bayu dengan sangat antusias.


"Dia ada di kantor."


"Di kantor?"


"Iya, kakek memintanya untuk mengurus perusahaan selagi kau tidak ada. Walau masih banyak sekali kekurangan, setidaknya dia sudah mau mencoba."


"Syukurlah," kata Bayu senang.


"Ah, tidak kek. Sepertinya aku harus langsung ke perusahaan."


"Kau ingin mengejutkan Alea?" tebak Tn. Abraham yang tepat sasaran.


"Eng...." wajah Bayu bersemu merah karena malu.


"Ya sudah, sana pergilah. Tapi ganti bajumu dulu. Tidak mungkin kan kau ke perusahaan dengan kaos seperti itu." kata Tn. Abraham menunjuk baju yang di pakai Bayu.


"Oh, iya. Kalau begitu Bayu akan ke kamar ganti baju terlebih dahulu. Terima kasih sudah mengingatkan, kek."


Bayu berlari menaiki tangga menuju kamarnya dan Alea. Ia segera mencuci muka dan berganti pakaian dengan salah satu stelan jas yang belum pernah ia pakai sebelumnya.


Beruntung stelan jas itu muat untuk ia pakai. Karena memang dasarnya Bayu yang lebih sering membeli pakaian oversize untuk dirinya. Dan sekarang, pakaian itu menjadi sangat pas di tubuhnya.

__ADS_1


Bayu pergi ke perusahaan dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sebelum berangkat ia sudah meminta Jaka, asistennya untuk menunggu di lobi.


Sesampainya Bayu di perusahaan, Jaka segera menghadap Bayu dan mendampinginya masuk ke dalam perusahaan.


"Pak, anda benar-benar luar biasa. Saya hampir tidak mengenali anda. Kalau saja tadi anda tidak membuka suara." puji Jaka dengan manatap kagum pada perubahan atasannya.


"Kau ini lebay sekali. Oh, tunggu sebentar. Apakah ruangan ku di pakai oleh Alea?" tanya Bayu memastikan agar niatnya untuk mengejutkan Alea tidak rusak.


"Tidak, pak. Nona memakai ruangan yang lain, katanya ruangan anda terlalu membuatnya semakin terbebani di perusahaan ini."


"Dimana dia sekarang?" tanya Bayu lagi.


"Sepertinya sedang rapat dengan beberapa manager."


"Ayo kita kesana dan mengintip," kata Bayu sambil tertawa kecil.


.


.


.


.


.


.


BAYU NAKAL, DIA MAU NGINTIPIN ISTRINYA KERJA. 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2