
Bayu baru saja mengecek salah satu proyek yang ditangani oleh perusahaan. Karena waktu menunjukkan sudah saatnya makan siang, Bayu dan asistennya memilih untuk masuk ke salah satu mall terdekat dan makan siang di salah satu restoran yang berada di dalamnya.
"Apa jadwalku setelah ini?" tanya Bayu di sela-sela makan siangnya.
"Jam tiga nanti ada rapat rutin bulanan yang harus bapak hadiri." jawab Jaka sang asisten kepercayaan Bayu.
Bila Bayu mempekerjakan seorang sekretaris wanita untuk mengurus masalah internal, maka Bayu lebih percaya untuk menjadikan Jaka yang seorang pria sebagai asisten kepercayaannya yang bisa ia ajak berputar-putar mengecek beberapa proyek yang ditangani oleh perusahaan keluarga Abraham.
Bukan tanpa alasan mengapa Bayu mempekerjaan Jaka sebagai asistennya. Selain karena Jaka seorang pria yang tentunya tidak akan menimbulkan affair yang tidak diinginkan, Jaka sendiri merupakan orang yang sangat kompeten dan bisa mengimbangi Bayu dan membantunya mengurus perusahaan.
"Kau sudah selesai?" tanya Bayu.
"Sudah, pak."
"Kalau begitu kita bisa kembali ke perusahaan dan masih ada waktu untuk sekedar mengecek kembali laporan dengan santai." kata Bayu sembari melirik jam yanga tersemat di tangan kirinya.
Setelah membayar makanan yang mereka pesan. Bayu dan Jaka bergegas keluar restoran untuk kembali ke perusahaan sesuai yang sudah direncanakan.
Brruukk,
"M maaf,"
"Alea?"
__ADS_1
Sungguh di luar dugaan, sekali lagi hal tak terduga terjadi pada Bayu. Karena kecerobohannya yang fokus dengan email di handphonenya. Ia malah menabrak seorang wanita. Yang ternyata wanita itu ada istrinya, Alea.
Alea menegakkan kepalanya menatap pria yang memapahnya sehingga ia tidak terjatuh. Alea terdiam sejenak kemudian bangun dan berlalu meninggalkan Bayu begitu saja tanpa meninggalkan sepatah kata pun.
"Kenapa dia menangis?" gumam Bayu dalam. hati.
"Kau kembalilah ke kantor. Aku harus mengejarnya," kata Bayu kemudian meninggalkan Jaka.
"Tapi, pak...." ucapan Jaka terpotong karena atasannya itu sudah lebih dulu berlari mengejar sang istri.
Sesampainya di area parkir Alea merogoh tas di tangannya mengambil kunci mobil yang memang ia simpan disana. Saat kunci tersebut sudah berada di tangannya, Bayu dengan sigap merebutnya dan menarik Alea masuk ke dalam mobil untuk duduk di kursi penumpang.
"APA YANG KAU LAKUKAN?" tanya Alea dengan sedikit berteriak.
"Siapa kau seenaknya seperti itu?" tanya Alea angkuh.
"AKU SUAMIMU!" jawab Bayu dengan tegas menatap tajam mata Alea.
Alea tersentak kaget dengan cara Bayu menjawabnya. Dengan masih sedikit terisak Alea membalikkan arah pandangannya. Bayu menghela nafasnya pelan, merasa bersalah karena telah membentak Alea.
"Maafkan aku. Kumohon, kali ini ijinkan aku mengantarmu pulang," kata Bayu dengan lembut.
Karena perkataannya tidak mendapatkan tanggapan. Bayu beranggapan bahwa diamnya Alea ada sebuah kata YA.
__ADS_1
Sesampainya di mansion,
"Naiklah ke kamar," kata Bayu begitu mereka memasuki mansion.
Tanpa manjawab kata-kata sang suami, Alea bergegas menuju kamarnya. Sedangkan Bayu hanya menatapnya dengan penuh arti.
Bayu berjalan menuju dapur berniat mengambilkan segelas air putih untuk Alea.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang maid yang tiba-tiba datang.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengambil air putih." kata Bayu tersenyum ramah kemudian pergi meninggalkan dapur dengan segelas air putih di tangannya.
Bayu membuka pintu kamarnya dengan pelan, takut jika mengganggu ketenangan sang istri. Sedangkan Alea yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang seketika mengarahkan pandangannya ke arah Bayu yang baru saja memasuki kamar dengan sekilas kemudian membuang muka begitu saja.
Bayi menghampiri Alea dan menyodorkan segelas air putih yang dibawanya.
"Ini minumlah,"
"Terima kasih," kata Alea menerima gelas yang disodorkan Bayu.
Alea meminumnya hanya beberapa teguk saja kemudian menaruh gelas tersebut di nakas samping tempat tidurnya. Karena dilihatnya Alea sudah tampak tenang, Bayu memilih untuk kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Tangan Bayu terulur hendak membelai kepala sang istri. Namun ia urungkan mengingat bahwa Alea tidak menghendakinya melakukan hal tersebut.
"Istirahatlah, aku akan kembali ke kantor." kata Bayu pamit kemudian berbalik meninggalkan Alea di kamar seorang diri.
__ADS_1
"Dia tidak bertanya kenapa aku menangis." gumam Alea.