
"Tidak apa-apa kan kalau makan disini?" tanya Alea setelah mengajak Bayu memasuki sebuah restoran sushi.
"Emm, tidak apa-apa."
Alea menengok kesana-kemari mencari meja untuk mereka duduki. Akhirnya mata Alea pun menemukannya. Sebuah meja agak ujung di samping jendela. Cocok, sesuai seleranya.
"Ayo kesana," ajak Alea tanpa sadar menggandeng tangan Bayu.
Sesampainya di meja, Alea segera memanggil salah satu pelayan untuk memesan.
"Biarkan aku yang memesankan untukmu juga ya."
"Emm, silakan." kata Bayu menganggukkan kepala.
Alea memesan beberapa hidangan untuk mereka berdua. Sambil menunggu pesanan datang, Bayu memperhatikan Alea yang sibuk dengan handphonenya. Matanya teralihkan pada tas yang dipakai Alea. Ia pun ingat jika sudah lama Alea tak memakai tas yang ia belikan.
"Tas yang aku belikan kenapa jarang sekali dipakai?" tanya Bayu.
"Emm, tidak apa-apa. Aku hanya sayang, jika sering digunakan bisa cepat rusak nanti." jawab Alea.
"Rusak juga tidak apa-apa, nanti aku belikan lagi untukmu."
"Hei, tas limited edition itu memang tidak boleh sering-sering dipakai. Apalagi sampai rusak. Nonono!"
"Bukan karena kau tidak menyukainya kan?" tanya Bayu penuh selidik.
"Tentu saja tidak! Aku suka, suka sekali. Oh iya, aku sudah tahu ingin liburan kemana." kata Alea dengan Antusias.
"Kemana?"
"Bagaimana kalau Lombok?"
"Lombok? Boleh."
"Yeyyyyy! Kapan kita berangkat?"
"Nanti aku periksa jadwalku dulu, ya."
"Oke,"
__ADS_1
"Jadi, ini akan menjadi perjalan liburan pertama kita kan? Honeymoon?" tanya Bayu sengaja menggoda Alea.
"Hah, A apa kau bilang?" Alea terbata dan tiba-tiba pipinya memerah.
Belum sempat Bayu menjawab, seorang pelayan datang dengan nampan berisi pesanan mereka. Alea menunduk dan makan dengan rasa canggung.
Setelah makan siang, Alea dan Bayu pun kembali ke kantor masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan.
Alea melempar tas kecil yang ia bawa ke atas meja. Kemudian ia pun duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala kursi.
"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Apakah sudah saatnya aku menyerah? Tapi aku malu, dulu aku yang menolak dia tapi sekarang aku malah suka padanya." gumam Alea bingung.
Sementara itu, Bayu yang juga sudah berada di ruangannya langsung memanggil Jaka untuk ke kantornya.
"Aku ingin lihat jadwalku untuk Minggu depan." pinta Bayu pada Jaka.
Tanpa berkata apa-apa, Jaka segera membuka tab yang ia bawa kemana-mana dan mencari draft jadwal harian Bayu lalu menyerahkannya.
Bayu mengecek dengan teliti jadwalnya, dan ternyata jadwal untuk Minggu depan sangatlah padat. Justru Minggu inilah yang banyak kelonggaran.
Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Bayu pun membuat keputusan.
"Tunggu, kenapa tiba-tiba?" tanya Jaka kesal karena Bayu meminta cuti dengan tiba-tiba.
"Emm, ya karena memang rencana kami juga tiba-tiba." jawab Bayu tanpa merasa bersalah.
"Kami?"
"Aku akan pergi berlibur dengan Alea." Bayu mengatakannya dengan cengengesan membuat Jaka semakin sebal.
"Huh, berlibur. Bilang saja kau mau honeymoon. kemana kalian akan pergi?" tanya Jaka.
"Hahaha, seperti itu juga boleh. Ke Lombok, tolong aturkan ya. Berarti kami akan disana selama 5 hari 4 malam. Carikan aku hotel yang bagus dan tak jauh dari tempat wisata." pinta Bayu yang kembali membuat repot Jaka.
"Oke, akan ku aturkan. Asal jangan kau lupakan oleh-oleh untukku." kata Jaka memperingatkan.
"Itu mudah, sana segera aturkan."
"Yayaya. Dasar pria kejam." gerutu Jaka yang segera kembali ke mejanya untuk mengaturkan akomodasi honeymoon untuk Bayu.
__ADS_1
Bayu meraih handphonenya dan segera menelpon Alea.
"Halo!"
"Hmm, ada apa telepon?" tanya Alea dengan pelan. Ia masih tidak bisa mengontrol jantungnya sejak di restoran tadi.
"Kita ke Lombok lusa ya. Cutimu sudah di urus oleh Jaka."
"Hah? Lusa?" tanya Alea kaget.
"Iya, ada apa?"
"Tidakkah terlalu cepat?"
"Tidak, selagi jadwalku Minggu ini sangat longgar. Karena minggu depan banyak sekali janji temu dengan clien yang tidak mungkin di rescedule. Bagaimana?" tanya Bayu memastikan.
"Ya sudah kalau begitu."
"Oke. Aku tidak lembur hari ini jadi nanti kita bisa pulang sama-sama. See you. Selamat kembali bekerja."
"Iya, kau juga."
Sesuai rencana, mereka pulang kerja bersama-sama. Obrolan ringan menemani perjalan mereka hingga tak terasa mereka sudah sampai di pelataran mansion.
Sesampainya di mansion Alea segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri, bergantian dengan Bayu.
.
.
.
.
.
.
LANJUT KUY 👉🏻
__ADS_1