MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
MERAWAT


__ADS_3

HAPPY READING


____________________


"Apa Alea di kamar?" tanya Bayu pada seorang maid begitu ia memasuki mansion.


"Iya, Tuan. Setelah pulang dari kantor nona langsung masuk ke kamar dan belum keluar sama sekali."


"Oke, terima kasih."


Bayu melangkahkan kakinya dengan lebar menuju kamar, ia begitu senang saat melihat istrinya tidur dengan nyenyak di atas ranjangnya. Ia pun meletakkan tasnya di meja lalu mendekati Alea.


"Kenapa wajahmu merah?" tanya Bayu dalam gumaman.


Tangan Bayu terurur menyentuh kening Alea. Dan betapa kagetnya ia karena Alea demam sangat tinggi. Ia menjadi sangat cemas dan buru-buru berlari keluar kamar menuju dapur.


Sesampainya di dapur, ia mencari baskom dan mengambil beberapa bongkah es batu kemudian memberinya air.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Apakah ada washlap?"


"Ada tuan, biar saya ambilkan."


"Nanti bawa saja ke kamarku. Sekalian obat demamnya, ya."


"Baik, Tuan."


Bayu membawa baskom yang berisikan air es itu ke dalam kamar. Ia duduk di samping Alea sembari mengelap peluh yang mulai membanjiri wajah Alea.


tok


tok

__ADS_1


tok


Suara ketukan pintu mengharuskan Bayu untuk beranjak. Pelayan memberikan nampan berisikan washlap dan juga obat demam beserta segelas air dan Bayu pun segera menerimanya.


"Terima kasih,"


"Sama-sama, Tuan."


Dengan telaten Bayu mengompres Alea, dan membantu istrinya itu meminum obat demam.


"Minum obat dulu, agar demammu lekas turun."


"Tidak mau," racau Alea tanpa sadar.


Alea terus menolak obat yang di berikan oleh Bayu hingga pria itupun mulai kehabisan akal. Di tengah rasa frustasinya tanpa sengaja Bayu menatap bibir Alea dan sebuah ide gila pun muncul.


Bayu meminum obat dan air tanpa menelannya dan dengan cepat ia masukkan obat di dalam mulutnya ke mulut Alea dengan sedikit paksaan. Karena tidak mungkin ia tega membiarkan istrinya terus terserang demam sepanjang malam.


Tak lama Bayu menempelkan bibirnya di bibir Alea, ia segera melepaskannya begitu dirasa obat di dalam mulutnya telah di telan oleh Alea. Bayu terduduk diam, dan bertanya-tanya pada diri sendiri.


Semalaman Bayu mengompres Alea dengan telaten, bahkan ia hampir melewatkan makan malam kalau saja Tn. Abraham tidak meminta maid untuk mengantarkan makan malamnya ke kamar.


***


Alea yang merasa badannya basah pun terbangun. Ia merasa sangat tidak nyaman dengan bajunya yang sudah penuh dengan keringat.


Namun keberadaan Bayu yang ada di dekatnya membuat Alea terdiam. Alea melihat bagaimana posisi tidur Bayu yang duduk dengan menyandarkan kepalanya ke samping ranjang. Bahkan kemeja yang dipakai Bayu tak luput dari perhatian Alea. Karena ia tahu dan ingat jika kemeja yang Bayu pakai adalah kemeja yang sama dengan yang ia pakai kerja kemarin.


"Dia menjagaku semalaman? Bahkan mengompresku juga." gumam Alea setelah melihat baskom beserta washlap di sisi ranjangnya.


Tangan Alea terulur, menyibak sedikit rambut yang menutupi mata Bayu. Ia tak suka jika mata cantik dengan bulu mata yang lentik itu tertutup walau hanya oleh rambut si empunya sendiri.


Bayu menggeliat kemudian membuka matanya. Melihat tak ada Alea yang terbaring tentu membuat pria itu kaget dan cemas seketika. Namun setelah menoleh sedikit, ia pun menemukan Alea yang terduduk di atas ranjang dengan tatapan kosong seperti tengah berfikir.

__ADS_1


"Alea," panggil Bayu dengan lembut.


"Hemm?" jawab Alea seraya menoleh.


"Apa sudah baikan?" tanya Bayu yang ikut bergabung dengan Alea duduk di ranjang. Bayu mengecek suhu tubuh Alea dengan punggung tangannya. Setelah yakin jika demam Alea sembuh ia pun langsung bernafas lega.


"Syukurlah. Apa kau ingin minum?" tanya Bayu yang hanya di balas anggukan kecil oleh Alea.


Bayu pun tersenyum dan berdiri mengisi segelas air di meja.


"Ini," kata Bayu sambil menyerahkan segelas air.


Alea menerimanya dan langsung meminumnya sampai habis.


"Terima kasih," ucap Alea.


"Tidurlah lagi, ini masih pukul 04.30 pagi."


"Aku mau ke kamar mandi dulu," kata Alea yang turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


Bayu membereskan baskom dan washlap yang ia letakkan di sisi ranjang. Kemudian menaruhnya di atas meja di dekat sofa.


Alea langsung berjalan menuju walk in closet begitu keluar dari kamar mandi. Dan kini giliran Bayu untuk membersihkan diri di kamar mandi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


LANJUT KUY 👉🏻


__ADS_2