MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
LIBURAN 7


__ADS_3

Selagi menunggu Alea mandi, Bayu berinisiatif untuk meminta pihak Villa mengantarkan sarapan ke cottage mereka. Dengan keadaan Alea yang sekarang mungkin jadwal liburan mereka akan menjadi sedikit kacau. Rasa bersalah Bayu semakin besar mengingat jika liburan kali ini terjadi karena ingin menyenangkan sang istri, tapi justru karena dirinya jadwal liburan hari ini jadi tertunda.


Tak butuh waktu lama hingga pelayan dan roomboy datang bersamaan ke cottage mereka. Si pelayan menata sarapan mereka di depan kolam renang sesuai permintaan Bayu, sedangkan roomboy bertugas untuk mengganti sprei di kamar mereka. Bayu memperhatikan sprei yang hendak di ambil oleh roomboy. Hingga bercak darah disana mengalihkan perhatiannya. Ya, itulah adalah bercak darah keperawanan sang istri yang semalam berhasil ia koyak selaput daranya. Tanpa roomboy sadari Bayu tersenyum bahagia. Keduanya pun segera pergi dari sama begitu selesai dengan tugas masing-masing dan di saat bersamaan Alea berteriak,


"Aku sudah selesai!"


"Oke,"


Bayu masuk ke dalam kamar mandi, mengambil bathrobe dan membiarkan Alea memakainya lalu membawanya keluar dari dalam sana. Bayu mendudukkan Alea di sisi ranjang, sementara Bayu berjalan menuju lemari.


"Mau pakai baju yang mana?"


"Itu, dress biru dengan corak bunga."


"Apa tidak pakai pakaian yang nyaman saja? Hari ini kita tidak usah kemana-mana."


"Kenapa?"


"Kau kan masih sulit berjalan,"


"Ini gara-gara siapa?"


"Gara-gara aku, maaf ya." ucap Bayu dengan tersenyum penuh penyesalan.


Alea menatapnya sejenak lalu mendengus kasar,


"Ya sudah, ambilkan piyama saja."


"Oke," Bayu mengambil salah satu piyama dari dalam lemari tak lupa dengan satu set dalaman Alea lalu memberikan pada siempunya.


"Kau menyentuh ini?"


"Iya, memangnya kenapa? Kan aku harus mengambilnya untukmu, sayang. Lagi pula semalam aku juga sudah menyentuhnya kok. Lalu kemarin juga kan aku yang memasukkannya ke lemari."

__ADS_1


"Haish, buat malu saja." gumam Alea pelan.


"Berbalik," perintah Alea dengan ketus.


"Ha?"


"Kau berbaliklah, aku mau ganti baju."


"Ah, baiklah. Ternyata kau masih malu padaku." kata Bayu menggoda Alea tapi tetap menurut untuk berbalik badan.


Alea segera mengganti bathrobe nya dengan piyama, setelah selesai ia pun memberitahu Bayu.


"Sudah selesai,"


"Kalau begitu sekarang saatnya sarapan," ucap Bayu yang langsung menggendong Alea ke tepi kolam tanpa aba-aba.


Alea tak canggung lagi di dalam dekapan Bayu karena sudah mulai terbiasa. Bahkan ia tak ragu untuk menyandarkan kepalanya ke dada sang suami sambil menikmati derup jantung yang menurutnya berirama dengan begitu indah.


Bayu mendudukkan Alea di kursi dengan hati-hati lalu duduk di kursi lain.


Tanpa menanggapi perkataan Bayu, Alea pun memakan sarapan yang sudah disiapkan untuknya.


Di sela-sela sarapan mereka Bayu memberanikan diri untuk bertanya,


"Apakah itu masih sakit?" tanya Bayu dengan pelan dan hati-hati.


Alea hanya mengangguk tanpa menatap Bayu yang berada di depannya.


"Maaf, ya. Aku janji tidak akan berlebihan lagi. Tapi, aku masih boleh melakukannya kan?"


Mendengar pertanyaan Bayu sontak membuat Alea menatapnya.


"Bisakah kita menghabiskan sarapan ini dulu?" pinta Alea dengan lembut, berusaha menahan malunya.

__ADS_1


"Oke,"


Seusai makan, Bayu menggendong Alea kembali ke kamar. Lalu menelpon bagian customer service Villa untuk mengambil piring kotor bekas sarapan mereka. Dan setelah semuanya beres, Bayu pun kembali ke kamar menghampiri Alea.


Bayu memperhatikan Alea yang menyibukkan dirinya dengan bermain handphone hingga tidak menggubris kehadirannya sama sekali. Dan entah mengapa hal itu membuat Bayu sedikit kesal.


Karena ingin mencari perhatian sang istri, Bayu memberanikan diri untuk melesakkan kepalanya ke pangkuan Alea. Alea yang tadinya asyik bermain handphone sontak kaget menatap wajah sang suami yang berada di pahanya.


"Kau sedang apa?"


"Tidak sedang apa-apa. Sudah, abaikan saja aku."


"Kepalamu berat,"


Mendengar Alea yang mengeluh, tak lantas membuat Bayu mengangkat kepalanya dari paha Alea. Justru ia semakin melesakkan kepalanya menghadap perut rata Alea dan menciuminya sedangkan tangannya memeluk pinggang Alea dengan begitu posesif.


"Jangan cium-cium, geli." kata Alea sambil tertawa kecil.


"Tahan sebentar, aku sedang menyapa mereka disini."


"Menyapa?"


"Iya, siapa tahu sudah ada Bayu atau Alea junior disini." jawab Bayu yang sontak membuat pipi Alea merona seketika.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


next 👉🏻


__ADS_2