MY UGLY HUSBAND

MY UGLY HUSBAND
TAK DIKENALI


__ADS_3

HAPPY READING


____________________


Bayu melangkahkan kakinya mendekat ke pintu dimana ruang rapat berada. Ia sedikit mengintip melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat. Dari sana ia bisa melihat Alea yang tengah duduk sembari mendengarkan presentasi laporan oleh salah satu manager.


Sesaat setelah manager tersebut menyelesaikan presentasinya, Alea pun mulai membuka suara memberikan tanggapan.


"Cukup bagus," puji Bayu yang memperhatikan bagaimana Alea menilai hasil presentasi manager tersebut.


"Apanya, pak?" tanya Jaka yang juga ikut mengintip ke dalam ruang rapat seperti atasannya.


"Istriku, dia cukup hebat memimpin rapat." puji Bayu.


Tak lama kemudian, terdengar Alea yang mulai menutup rapat siang itu. Dan membubarkan para peserta rapat.


Dengan langkah kaki seribu, Bayu dan Jaka segera pergi dari sana sebelum terlihat konyol karena ketahuan mengintip.


Alea dan Wila menjadi orang yang terakhir keluar dari ruang rapat. Karena ada beberapa hal yang perlu Alea tanyakan pada Wila tentang hasil laporan yang dipresentasikan oleh para manager.


"Jadi semuanya oke kan?" tanya Alea memastikannya pada Wila.


"Ya, nona. Semuanya bagus. Walau ada beberapa hal yang harusnya masih bisa di tingkatkan."


"Emm, baiklah kalau begitu."


"Nona, saya permisi untuk pergi ke kamar kecil."


"Ya, silakan. Aku akan kembali ke ruanganku."


Alea berjalan sendiri melewati koridor menuju ruangannya. Hingga tiba-tiba sebuah tangan yang cukup besar mencekalnya. Membuatnya mau tak mau berhenti berjalan dan menoleh ke si pemilik tangan kurang ajar itu.


Bayu tersenyum melihat wajah datar Alea.


"Maaf, anda siapa? Kenapa anda bisa berada disini? Dan tolong lepaskan tangan anda dari lengan saya." kata Alea dengan ketus.


Bayu melepaskan cekalannya,

__ADS_1


"Ah, maaf. Ini aku," kata Bayu masih dengan tersenyum.


"Dia terlihat tidak asing, tapi aku tidak tahu dia siapa." pikir Alea dalam hati.


"Alea?" panggil Bayu dengan lembut.


"Maaf, saya sangat sibuk. Jika ada keperluan dengan saya, silakan anda menemui asisten saya dan menyampaikan padanya saja. Permisi." setelah mengatakan hal itu Alea langsung pergi meninggalkan Bayu yang tampak bingung begitu saja.


"Pak, maaf. Boleh saya tertawa?" tanya Jaka meledek atasannya kemudian tertawa tanpa aba-aba.


"Kurang ajar kau, Jak."


"Maaf, pak. Tapi sungguh saya tidak bisa menahannya lagi." kata Jaka yang masih saja tertawa walau tidak keras.


Alea memasuki ruangan dan segera duduk di kursi kerjanya.


"Siapa orang gila tadi. Berani sekali memegang lenganku bahkan tanpa permisi. Tidak sopan! Apa dia tidak tahu aku ini sudah bersuami. Kurang ajar." gerutu Alea.


Tak lama kemudian, Wila meminta ijin untuk masuk ke dalam ruangan Alea dan tentu saja Alea mengijinkannya.


"Pria? Maksud nona siapa?" tanya Wila bingung.


"Oh, bukan siapa-siapa. Hanya seorang pria yang tidak sopan. Kalau kau tidak tahu berarti kau tidak bertemu dengannya." kata Alea membuat alis Wila mengerut karena kebingungan.


"Oh, iya. Ada apa kau kemari?" tanya Alea.


"Saya mau memberikan rangkuman hasil rapat tadi." kata Wila kemudian menyerahkan map yang ia bawa.


"Emm, terima kasih." Alea menerima map itu dan mulai membaca isinya.


"Silakan anda baca-baca dulu, nona. Bila ada yang tidak anda mengerti silakan panggil saya. Saya akan kembali ke meja saya." kata Wila.


"Ok, baiklah. Terima kasih."


"Sama-sama. Saya permisi, nona." dan Wila pun keluar ruangan dan membiarkan Alea fokus dengan pekerjaannya.


Bayu memasuki ruangannya dengan wajah lesu. Harapannya untuk bisa mendapatkan pelukan atau minimal sebuah senyuman dari sang istri hilang begitu saja. Karena ternyata istrinya menganggapnya orang asing yang kurang ajar.

__ADS_1


"Apakah tidak ada pekerjaan untukku?" tanya Bayu pada Jaka.


Ia ingin menyibukkan diri agar tidak sedih mendapatkan penolakan dari Alea. Namun nyatanya, memang schedule Bayu baru akan di mulai besok. Maka tidak ada yang perlu ia kerjakan hari ini.


"Kenapa anda tidak pulang saja, pak. Anda terlihat lelah." kata Jaka menyarankan.


"Haruskah?" tanya Bayu ragu.


"Ya, saya sarankan lebih baik anda pulang dan beristirahat saja. Dan kejutkan nona Alea dengan keberadaan anda di rumah."


Setelah berfikir sejenak, Bayu pun akhirnya memilih untuk pulang.


"Hah, ya sudah kalau begitu. Aku pulang, Jak. Susun schedule ku dengan baik, ya. Agar tidak ada yang bertabrakan."


"Pak, anda keterlaluan. Saya hanya pernah sekali melakukan kesalahan dan anda selalu mengingat itu." kata Jaka merajuk.


"Hahahaha, aku bercanda. Sampai besok,"


"Hati-hati di jalan, pak."


.


.


.


.


.


KACIAN BAYU, UDAH JADI GANTENG.


DI KIRA ALEA BAKAL LANGSUNG KESENGSEM.


EH MALAH DI KIRA COWO GK SOPAN.


WKWKWK

__ADS_1


__ADS_2