
tok
tok
tok
"Masuk." kata Alea dari dalam kamar.
"Maaf nona, bekal makan siang untuk tuan Bayu sudah siap. Tuan besar berpesan agar nona segera mengantarkannya." kata salah satu maid yang bekerja di kediaman Abraham.
"Hemm, baiklah. Aku akan bersiap-siap sekarang." kata Alea malas.
"Kalau begitu saya permisi, nona." pamit maid yang di balas anggukan oleh Alea.
Alea segara bangun dari duduknya kemudian berjalan ke arah Walk in closet untuk bersiap-siap.
"Kalau bukan karena kakek, aku tak akan sudi melakukan ini." gumam Alea.
Sementara di kantor, Bayu baru merebahkan tubuhnya di kursi kebesarannya yang baru beberapa bulan belakangan ini ia miliki. Kepalanya terasa penat karena negosisasi dengan clien kali ini berlangsung alot dan bertele-tele. Walaupun demikian dengan susah payah Bayu berhasil menggaet clien yang sudah di incarnya sejak lama untuk menaikkan omset perusahaan.
Di tengah-tengah istirahatnya, Bayu kembali memikirkan Alea. Meskipun mereka menikah karena terpaksa, Bayu tak menampik jika dirinya sedikit tertarik dengan istrinya itu.
__ADS_1
"Sedang apa ya, dia. Andai saja dia tiba-tiba datang dan membawakanku makan siang, pasti akan sangat membahagiakan. Hmmm, sayang sekali malang nasibku ini. Beristri tapi masih seperti bujangan saja." gumam Bayu sembari memejamkan matanya tertawa pelan mengejek dirinya sendiri.
Alea berjalan menenteng bekal makan siang. Dengan tidak sabar ia melangkahkan kakinya, sampai-sampai tidak memperdulikan para pegawai kantor yang menyapanya dengan hormat.
"Selamat siang, nona Alea. Ingin bertemu Pak Bayu?" tanya Sisca sekretaris Bayu.
"Iya." jawab Alea singkat.
"Silakan langsung masuk saja nona, pak Bayu ada di dalam." kata Sisca mempersilakan.
Tanpa basi basi lagi, Alea membuka pintu besar di depannya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Ceklek,
Karena merasa ada yang memperhatikan, Bayu menegakkan badannya dan membuka matanya.
sedetik
dua detik
tiga detik
__ADS_1
Bayu memandang sosok di depannya dengan wajah datar sama dengan yang di lakukan sosok di depannya yang juga menatapnya datar.
"Ceh, baru saja kupikirkan. Sekarang bayangannya ada di depanku. Aku pasti sudah gila." kata Bayu berbicara pada dirinya sendiri. Bayu masih tidak sadar bahwa Alea benar-benar di depannya dan membawa bekal makan siang seperti yang di harapkan Bayu sesaat yang lalu.
"Kau gilalah sendiri. Aku tidak mau ikut-ikutan." kata Alea tanpa ekspresi.
Bayu mengernyitkan dahinya, masih belum percaya jika Alea benar-benar ada di depannya.
"A Alea?" panggil Bayu memastikan.
"Ini, makanlah. Kakek menyuruhku mengantarkan bekal makan siang untukmu." kata Alea meletakkan kotak makan siang di meja Bayu.
"Oh, iya. Terima kasih." kata Bayu masih merasa tidak percaya.
"Aku pergi sekarang." kata Alea kemudian berbalik.
"Tunggu," cegah Bayu.
"Ada apa?" tanya Alea malas.
"Bisa temani aku makan?" tanya Bayu lembut.
__ADS_1
"Tidak bisa, aku sibuk." jawab Alea tanpa menoleh kemudian meninggalkan Bayu.
Bayu menatap kepergian Alea dengan tatapan nanar. Begitu sulit baginya untuk meluluhkan hati Alea yang tidak pernah bisa ia tebak isinya.